Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Dibanding Stasiun Lempuyangan, Saya Lebih Pilih Stasiun Tugu Jogja yang Mahal dan Ramai asal Tak Harus Menahan Emosi Menunggu Jemputan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
27 Maret 2026
A A
Pintu timur Stasiun Tugu Jogja, titik keberangkatan kereta api terbaik dibandingkan Stasiun Lempuyangan

Ilustrasi - Pintu timur Stasiun Tugu Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ara (saya) (23) sudah tinggal di Jogja selama lebih dari empat tahun. Selama itu juga, Ara sudah hilir-mudik menggunakan transportasi kereta api Indonesia (KAI). Namun baginya, Stasiun Tugu Jogja masih akan menjadi pemenangnya soal persinggahan kereta api, dibandingkan Stasiun Lempuyangan.

Lebih suka naik kereta api dari Stasiun Tugu Jogja, fasilitas nyaman dan lokasi strategis

Dalam sebulan, setidaknya Ara akan menggunakan kereta api sebanyak dua kali. Ia hampir selalu memilih Stasiun Tugu Jogja sebagai titik keberangkatannya karena beberapa pertimbangan.

Salah satunya, Ara bilang, dia merasa lebih nyaman menunggu di Stasiun Tugu Jogja. 

“Buat nunggu lebih enak Tugu,” katanya kepada Mojok, Jumat (27/3/2026).

Denah Stasiun Tugu dinilai Ara lebih strategis. Lokasi pemberhentian kendaraan tak jauh dari pintu masuk, begitu juga jarak jalan kaki dari pintu masuk sampai dengan ruang tunggu. 

Kemudahan ini dilengkapi juga dengan lebih banyak kursi yang berjajar bagi penumpang untuk menunggu kedatangan kereta api, yang bisa dilihat di hadapan mata. Karena alasan pertama itu, perempuan yang berprofesi sebagai pekerja swasta ini mendeklarasikan dirinya sebagai loyalis Stasiun Tugu Jogja alih-alih Stasiun Lempuyangan, sekalipun ada perbedaan harga tiket dari pemilihan stasiun keberangkatan.

Umumnya, harga tiket keberangkatan dari Stasiun Tugu lebih mahal dibandingkan Stasiun Lempuyangan. Misal, harga tiket KA kelas ekonomi dari Stasiun Tugu Jogja ke Jakarta bisa merogoh kocek sekitar Rp300 ribu. Sementara itu, harga tiket untuk kelas dan rute yang sama dari Stasiun Lempuyangan bisa didapatkan dengan kisaran Rp200 ribu.

Akan tetapi, harga tidak jadi persoalan bagi  Ara.

“Aku selalu tim Tugu sih,” kata dia.

“Jarang ambil Stasiun Lempuyangan,” kata dia menambahkan.

Soal lokasi juga, dari kediaman Ara yang berada di wilayah Kaliurang, rute menuju pintu timur Stasiun Tugu terasa lebih mudah dan cepat. Ia bisa tiba di stasiun dalam waktu kurang dari 20 menit, kemacetan menuju arah sana juga tidak terlalu parah. Alhasil, Ara bisa menghemat energinya untuk tidak marah-marah sepanjang perjalanan.

“Gampang pisan [perjalanannya],” kata Ara.

Ia mengaku, dalam hal mempersiapkan diri untuk berangkat sama menikmati perjalanan menuju stasiun, lebih santai apabila berangkat dari Stasiun Tugu Jogja.

“Aku selalu santai [berangkat ke stasiun], kecuali Lempuyangan,” kata dia.

Iklan

Stasiun Lempuyangan penuh keribetan

Ketika ditanya permasalahan yang membuatnya menghindari Stasiun Lempuyangan sebisa mungkin, Ara memberikan sederet alasan. Dimulai dari ketersediaan tempat duduk bagi penumpang untuk menunggu.

“Tempat duduk nggak banyak,” ujarnya.

Selain itu, Ara menambahkan persoalan yang paling tidak disukainya, yakni titik penjemputan yang kerap bermasalah. Ia tidak jarang harus menghadapi serangkaian masalah hanya untuk dapat keluar dari Stasiun Lempuyangan.

“Titik penjemputan kadang juga agak susah. Ojek online harus jalan ke Tugu Lilin pertigaan, atau kalau lebih ekstrem lagi disuruh jalan ke bawah fly over,” ujarnya.

Padahal, Ara mengaku seringnya sudah merasa lelah akibat perjalanan panjang. Berjalan kaki sampai ke titik penjemputan agar bisa keluar dari hiruk-pikuk Stasiun Lempuyangan seakan-akan menambahkan beban tersendiri baginya. 

“Males banget,” akunya.

“Mobil aja kadang jemput nggak boleh depan pintu keluar. Ada beberapa ojek online bilang begitu,” tambah dia.

Akibat ketidakteraturan itu, Ara harus menanggung “ribetnya” sendiri dengan menahan lelah dan menyeret koper, serta barang bawaan yang tak ringan menuju lokasi penjemputan. Hasilnya, rasa lelah akibat perjalanan Ara berlipat ganda.

Stasiun Tugu juga macet dan ramai, tapi lebih manusiawi

Meski begitu, bukan berarti Ara akan telah cinta buta kepada Stasiun Tugu. Ia mengaku hanya membela pintu keberangkatan via pintu timur, sedangkan via Jalan Pasar Kembang keluar dari daftar pembelaannya.

Ara bilang, dirinya juga tidak begitu menyukai rute keberangkatan dari Stasiun Tugu via Sarkem—atau bisa disebut juga sebagai Stasiun Besar Jogja.

“Aku malasnya kalau di Tugu, misal lewat Jalan Pasar Kembang itu sih susah dan muter, apalagi sekarang jembatannya udah dibuang kan,” ujar dia.

“Tapi karena aku seringnya jarak jauh, jadi selalu pakai pintu timur,” tambah Ara.

Sebagai pengguna kereta api, yang lebih jarang ketimbang Ara, pintu timur Stasiun Tugu Jogja memang lebih baik untuk keberangkatan. Pengemudi kendaraan online yang saya temui, rata-rata, tidak banyak komplain soal berangkat mepet melalui pintu masuk ini—meski berangkat mepet sendiri sudah patut dirutuki.

Sementara itu, rute keluar Stasiun Tugu yang mau tidak mau mengharuskan penumpang melalui Stasiun Besar Jogja tidak juga menjadi masalah. Ia tidak terlalu mempersoalkan keharusan berputar dari pintu keluar kereta api, melewati terowongan, sampai harus menunggu jemputan bersama keramaian penumpang kereta api di Stasiun Tugu.

Seperti yang dikatakan Ara, ramainya orang-orang yang menunggu di area stasiun sampai pinggir jalan terasa lebih santai. 

“Pasti dapat ojek,” adalah prinsipnya.

Diyakinkan dengan ojek online maupun kendaraan online roda empat yang bisa langsung menjemput sesuai dengan titik lokasi.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2026 oleh

Tags: kaikereta apimudik dengan kereta apiruas jalan di depan Stasiun Lempuyangansatu arah Stasiun LempuyanganstasiunStasiun Lempuyangan JogjaStasiun TuguStasiun Tugu JogjaStasiun Tugu Yogyakartaterowongan stasiun tugu
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

5 Kuliner Dekat Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta, Mojok.co
Pojokan

5 Kuliner Sekitar Stasiun Tugu Jogja yang Sudah Teruji Lidah Warlok, Layak Dicoba Sebelum atau Sesudah Naik Kereta

27 Maret 2026
3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co
Pojokan

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

26 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO
Catatan

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

26 Maret 2026
Stasiun Tugu Jogja lebih buruk dari Stasiun Lempuyangan. MOJOK.CO
Catatan

Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata”

25 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Calya, Mobil Toyota yang Ganggu Kewarasan Logika Saya MOJOK.CO

Derita Toyota Calya Adalah Penderitaan yang Mengobrak-abrik Kewarasan Logika Saya padahal Ia Adalah Pahlawan Finansial Keluarga Kelas Pekerja

24 Maret 2026
3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat MOJOK.CO

3 Legenda Penunggang Motor Honda Astrea dan Yamaha Aerox Melawan 3 Setan Jahat

23 Maret 2026
Kerja WFH - WFA dengan kantor di Jakarta Barat. Awalnya enak karena slow living, ternyata menjebak MOJOK.CO

Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok

27 Maret 2026
Pekerja Surabaya pindah kerja di Jogja kaget dengan kebiasaan "menghibur-hamburkan uang" pekerja Jogja MOJOK.CO

Pekerja Surabaya Pindah Kerja di Jogja: Bingung sama Kebiasaan “Buang-buang Uang”, Repot karena Budaya Traktir Teman

26 Maret 2026
Arti Sukses dan Cuan di Mata Petani Cabai Rawit MOJOK.CO

Arti Sukses di Mata Pak Karjin, Petani Cabai Rawit dengan Lahan 1 Hektare: Cuan Puluhan Juta, Modalnya Bikin Jantung Copot

26 Maret 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026

Video Terbaru

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

Tirta Aji Mulih Deso: Pemancingan Ikan Predator dengan Sistem Catch and Release (CNR)

23 Maret 2026
Tiyo Ardianto BEM UGM: Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

Tiyo Ardianto: BEM UGM dan Transformasi Gerakan Mahasiswa di Tengah Krisis Politik dan Ekonomi

23 Maret 2026
Catatan Tan Malaka tentang Perburuan Aktivis 1926 yang Terlupakan

100 Tahun Naar De Republiek: Catatan Gelap Tan Malaka

20 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.