Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Soft Saving, Jalan Pintas Gen Z Ingin Menabung Ala Kadarnya tapi Masih Prioritaskan Penuhi Gaya Hidup Usia Muda

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
25 Maret 2026
A A
Tabungan soft saving ala gen Z

Ilustrasi - Tabungan soft saving ala gen Z (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Generasi muda diikuti berbagai dilema. Ingin memiliki tabungan untuk masa depan, tapi juga dihadapkan pada kesulitan untuk mengikuti tuntutan gaya hidup (lifestyle). Generasi Z (gen Z) mengambil jalan tengah dengan melakukan soft saving di persimpangan ini.

***

Sebelumnya Mojok pernah menuliskan artikel mengenai mahasiswa Jogja yang kesulitan untuk mempunyai tabungan. Dengan status mahasiswa, mereka yang berada di rentang usia 20-an merasa belum mampu untuk menyisihkan uang untuk disimpan dalam jumlah besar. 

Jangankan itu, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan makan saja, masih harus irit. Mereka juga harus berusaha bertahan hidup dari hari ke hari dengan uang saku bulanan yang tidak seberapa.

Karena itu, generasi Z mengaku tidak muluk-muluk soal mempunyai tabungan. Asalkan sudah berusaha untuk menyisihkan, itu sudah masuk perhitungan “usaha” menabung.

Soft saving, menabung seadanya ala gen Z

Soft saving merupakan pendekatan yang digunakan terhadap proses ini. Alih-alih memastikan sebagian uang ditabung, gen Z memastikan mereka sudah menabung.

Mereka tidak secara agresif menyisihkan sebagian besar uang, melainkan berusaha sambil tetap menikmati kehidupan masa muda. 

Dalam istilah lain, soft saving dapat dikatakan sebagai pendekatan yang lebih “lembut” terhadap tabungan. Porsi tabungan boleh lebih kecil dibanding versi konvensional, sebab bagian besarnya digunakan untuk memenuhi gaya hidup.

Sifat santai dan fleksibel dari konsep ini membuat soft saving lebih realistis dan mudah untuk dilakukan, termasuk oleh gen Z. Konsep ini juga membantu untuk setidaknya membuat gen Z belajar konsisten dalam menyisihkan sebagian uangnya tanpa merasa tertekan, meski hanya dalam besaran yang tak seberapa.

Selain itu, mengingat generasi muda yang memiliki berbagai tuntutan gaya hidup, soft saving memungkinkan mereka untuk tetap hidup “seimbang” dengan mencicipi gaya hidup yang masih bisa dibiayai. Bukannya berhenti, sebab harus menyimpan uang mereka.

Inilah yang dilakukan Lisa (24) yang tidak memaksakan diri dalam menabung. Perempuan yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini memilih untuk menyisihkan sebagian kecil uang saku yang diterima setiap bulannya.

Ia tidak menentukan nominal, tetapi tetap memastikan ada uang yang ditambahkan ke dalam tabungan setiap bulannya. Maka bisa dikatakan, Lisa tidak mengikuti pakem idealnya tabungan sebesar 10-20 persen dari uang yang diterimanya.

“Nggak nentuin harus berapa, tapi harus aja ada saving,” kata Lisa kepada Mojok, Rabu (25/3/2026).

“Rp50 sampai Rp100 ribu lah, lebih dari itu belum,” kata dia menambahkan.

Iklan

Menabung dalam jumlah besar terasa beban

Alasan Lisa tidak memaksakan diri dalam menabung dengan jumlah besar, salah satunya dikarenakan dirinya mempercayai kalau hal ini tidak harus dilakukan secara masif. 

Bisa dikatakan, Lisa mempercayai peribahasa yang berbunyi, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit”.

“Dikit-dikit aja, lama-lama jadi bukit,” kata Lisa.

Menurutnya, menabung secara sedikit demi sedikit terasa lebih masuk akal. Sementara itu, mengharuskan diri untuk menabung besar-besaran justru menimbulkan perasaan terbebani.

“Aku cukup sulit saving, jadi dikit-dikit aja. Kalau langsung banyak beban rasanya,” akunya.

Baca halaman selanjutnya…

Menabung banyak itu beban, gen Z masih ingin membahagiakan diri

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2026 oleh

Tags: cara menabungGen Zgen z borosgen z hobi belanjagen z indonesiahobi gen zMenabungpedoman menabungsoft savingstigma gen ztabungantabungan anak mudatabungan gen z
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co
Pojokan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat MOJOK.CO
Urban

5 Alasan Earphone Kabel Kembali Tren dibanding TWS: Nggak Ribet Kalau Hilang Sebelah sampai Jadi Peringatan Tersirat Budak Korporat

7 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus S3 Jurusan Rekayasa Nuklir di ITB. MOJOK.CO

Pesan dari Lulusan ITB yang Raih Gelar S3 di Usia 62 Tahun: Jangan Lupa Menikmati Hidup

25 Mei 2026
Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajang Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Melihat semarak event lari Tidar Borobudur 10K yang diikuti 8000 pelari, Magelang punya potensi jadi jujukan sport tourisme MOJOK.CO

Rute Lari Sejuk dan Nyaman di Magelang, Jadi Destinasi Sport Tourism seperti Tidar Borobudur 10K yang Diminati Banyak Orang

24 Mei 2026
Pelatihan keterampilan kerja bagi orang miskin dan disabilitas di Jawa Tengah MOJOK.CO

Sebuah Lembaga Tempat Orang Miskin dan Disabilitas Jateng Dapat Pelatihan Kerja Gratis, Dilatih 10-20 Hari Langsung Jadi Kartap Perusahaan

26 Mei 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Cerita Mafatihatul Maghfirah: Mahasiswi Madura kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jualan risol hingga lulus tanpa skripsi MOJOK.CO

Mahasiswi Madura Kuliah di Jakarta: Jualan Risol demi Biaya Kuliah, Bisa Mandiri Finansial hingga Lulus Terbaik Tanpa Skripsi

24 Mei 2026

Video Terbaru

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

Antara Stabilitas Kerja dan Jalan Berkarya, Cerita Perunggu Menjadi Musisi Penuh Waktu

14 Mei 2026
Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.