Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
13 Maret 2026
A A
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Ilustrasi - Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selalu ada kisah lucu pada pengalaman pertama. Kalimat itu direplikasi dari selalu ada yang pertama untuk segala hal. Yakinlah, dalam kali pertama itu, bisa jadi ada sensasi menghibur yang tidak pernah terpikirkan akan terjadi. Tak terkecuali, yang dialami perantau Minang saat tengah menaiki kereta api (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran pertama.

Perantau Minang gabut di kereta ekonomi dalam perjalanan mudik

Salah satu kisah itu datang dari Ratu Tifani (Tifani) melalui akun TikToknya dengan nama pengguna ratutfni. Perempuan berdarah Minang itu sedang dalam perjalanan menggunakan KAI untuk pulang kampung dari Malang ke Jakarta untuk transit naik bus ke Padang ketika membuat konten hiburannya.

Iklan

“Saya dalam perjalanan pulang kampung dari Malang ke Jakarta untuk transit naik bus ke Padang,” kata Tifani saat dihubungi Mojok, Kamis (13/3/2026).

Tifani duduk di salah satu kursi Kereta Api (KA) Majapahit kelas ekonomi. Namun, bukan di kursi KA Majapahit yang sudah berganti menggunakan rangkaian ekonomi stainles steel new generation konten tersebut dibuat, melainkan di kereta makan (restorasi) yang menjadi tempat pelarian sebagian penumpang.

Begitu juga kiranya pikir Tifani yang merasa jenuh karena harus menempuh perjalanan selama 13 jam untuk sampai di Jakarta, belum lagi harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus. Tak heran, ia menempati salah satu kursi di restorasi dan mencari kegiatan yang dapat menghibur diri.

Meskipun, perempuan yang satu ini mengaku suasana kereta nyaman dan syahdu mengingat perjalanan ini adalah mudik pertamanya. Namun tetap saja, nyaman bukan berarti tidak bosan. 

“Suasana di dalam kereta sangat nyaman dan syahdu apalagi dalam momen mudik pertama kali saya,” akunya.

@ratutfni anak rantau pulang kampung dalam keadaan minang bersama #KAI #mahasiswa #mudik #kereta ♬ suara asli – saan suardi 1075

Tiba-tiba terpikir membuat topi minang

Karena merasa bosan, Tifani akhirnya terpikir untuk membuat topi minang atau tikuluak tanduak. Ini adalah salah satu jenis penutup kepala wanita atau tingkuluak dalam budaya masyarakat Minangkabau yang bentuknya menyerupai tanduk. 

Jenis penutup kepala ini terbuat dari kain yang dibentuk menjadi selendang panjang. Kemudian, dikreasikan menyerupai tanduk dengan dua sisi kiri dan kanan berbentuk lancip seperti tanduk kerbau.

Biasanya, tikuluak tanduk ini terbuat dari kain songket tenunan yang tebal, berwarna emas atau merah sebagaimana warna khas pakaian adat Minangkabau. 

Tidak biasanya, ada yang membuat topi ini dari selimut yang tersedia di kereta api. Itulah yang dilakukan Tifani. “Saya membuat topi Minang atau di Minang sendiri disebut tikuluak tanduak yang terinspirasi dari tanduk kerbau,” ujarnya.

Ia mengaku, pernah melihat beberapa konten tutorial membuat topi Minang tersebut. Karena itulah, tiba-tiba ia terpikirkan untuk mencoba membuatnya sendiri di kereta api karena mengingat selimut yang tersedia. 

“Sebelumnya saya banyak melihat konten tenttikuluak tanduak tersebut,” kata Tifani.

Iklan

“Dan saya terpikirkan untuk membuatnya di kereta karena saya mengingat di KAI terdapat selimut yang bisa saya cobakan untuk membuat konten random,” tambahnya.

Kegiatan random penumpang kereta jadi perhatian

Percobaan membuat topi Minang dilakukan Tifani saat tengah berbuka puasa di kantin kereta. Ini juga yang membuatnya sontak jadi perhatian beberapa orang yang sedang duduk di tempat yang sama.

Khususnya, mengetahui waktu dirinya beraksi. Sudah pasti, kantin kereta menjadi tempat utama yang dituju sebagian orang. Alhasil, perhatian langsung tertuju kepada pola Tifani saat itu.

Menurutnya sendiri, orang-orang di sana memperhatikan dirinya seakan-akan tengah membuat pertunjukan. Sebab, hal yang dilakukan Tifani bisa jadi dianggap random. Bagaimana tidak, ada seseorang yang bosan dan berada di restorasi, lalu tiba-tiba membuat topi berbentuk kerbau dari selimut yang disediakan KAI. Ditambah, saat berbuka puasa pula ini terjadi. 

“Saya membuat tikuluak tanduak tersebut di kereta makan saat berbuka puasa dan orang-orang di sana melihat saya seolah saya sedang membuat pertunjukan atau melakukan hal random,” ujar Tifani.

Meskipun menjadi perhatian, Tifani tidak ambil pusing. Ia mengaku, menyukai melakukan hal “receh” yang dianggap tidak penting, tetapi tidak pernah gagal menjadi perhatian, untuk membuat orang lain terhibut.

@ratutfni Replying to @DONZT ♬ suara asli – aieputih


“Karena saya suka hal-hal receh yang membuat orang terhibur,” ujarnya.

Selain itu, dirinya mengatakan, suka membuat konten yang memperkenalkan kampung halamannya, Padang, Sumatera Barat. Alasannya, baginya, budaya Minangkabau mempunyai keunikan tersendiri yang layak untuk dipopulerkan.

Melalui konten yang kemudian ramai di jagat maya ini, misi Tifani sebagai agen budaya Minang sekiranya sudah tercapai.

“Saya sebenarnya sangat suka membuat konten tentang kampung halaman saya, Sumatera Barat, karena mempunyai ciri khas yang sangat otentik,” tutupnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2026 oleh

Tags: anak perantauanArus Mudikcara pesan tiket keretakantin keretakereta apikereta api indonesiakisah perantauMudikmudik dengan KAImudik dengan kereta apiperantau malangperantau mudik
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO
Sehari-hari

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO
Urban

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran
Catatan

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pastikan pengurusan dokumen izin untuk nelayan gratis MOJOK.CO

Nelayan Kecil di Jateng Kini Bisa Urus Izin Kapal Gratis, Tinggal Lapor kalau Kena Pungli

22 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.