Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
18 Mei 2026
A A
Ujian SIM C. MOJOK.CO

ilustrasi - pelajaran hidup dari gagal ujian SIM C. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah jadi rahasia umum kalau ujian Surat Izin Mengemudi (SIM) hanyalah formalitas di negara Konoha. Untuk mendapatkan kartu SIM C (motor) dengan mudah, sebagian orang memilih ujian “tembak” yakni praktik ilegal tanpa mengikuti prosedur resmi nan sah. 

Bagaimana tidak, ujian SIM baik tes teori maupun praktik memang terbilang sulit untuk sebagian orang. Konon, tingkat ketegangannya mengalahkan ujian seleksi CPNS. Percobaannya pun bisa dilakukan berkali-kali. Seperti yang dilakukan Aslam Huda (25). 

Setelah 11 kali gagal tes, Aslam akhirnya berhasil lulus pada percobaan ke-12.

Memegang teguh slogan ‘lawan calo ujian SIM C’

Bagi Aslam, ujian SIM memang seharusnya dilakukan berkali-kali karena itu artinya seseorang sudah siap bertarung di jalan. Alih-alih ikut ujian ‘tembak’ bersama teman-teman di sekolahnya, Aslam entah mengapa ingin membuktikan bahwa dia adalah pengendara motor yang baik.

“Karena ujian SIM sendiri menuntut pemahaman dan kemampuan kita dalam mematuhi rambu lalu lintas serta kemampuan mengemudi,” jelas Aslam saat dikonfirmasi Mojok lewat akun Threads-nya, @aslamhd_, Senin (18/5/2026).

Aslam pun meyakini bahwa polisi sudah seharusnya menerapkan slogan yang tertera di banner dan terpasang di kantor mereka: “Lawan calo dan penipuan”.

“Saat banyak oknum yang menawarkan untuk ujian tembak, saya langsung tolak,” kata Aslam.

Tawaran itu pernah didapat Aslam saat hari pertamanya datang ke lokasi ujian. Aslam yang saat itu berkunjung dengan ayahnya seolah mendapat wawasan baru bahwa dunia ini tidak hanya berwarna hitam dan putih, kadang abu-abu, bahkan warna-warni.

“Aku sempat tanya ke ayahku, ‘yah ini kan banyak dan jelas tertulis peraturannya, ada undang-undangnya juga larangan menggunakan calo. Kita bisa laporin mereka nggak sih? Ini kan kantor polisi’,” ujar Aslam dengan polosnya.

Namun, sang ayah hanya tertawa, “bermasyarakat nggak bisa gitu,” jawabnya singkat, yang baru Aslam pahami saat dewasa.

Bahkan Spongebob harus gagal puluhan kali untuk ujian SIM

Meski dunia bekerja tidak ideal, Aslam tetap memilih meyakini prinsip hidupnya. Di hari pertamanya mengikuti ujian SIM C untuk motor, ia harus gagal sebanyak 3 kali. Waktu itu, ia masih sekolah sehingga jadwalnya tidak terlalu sibuk.

Pekan selanjutnya, Aslam masih mencoba hingga kegagalannya bertambah total sebanyak 5 kali. Melihat usaha Aslam yang sudah maksimal, ayahnya pun mendorong Aslam untuk ikut ujian tembak saja tapi ia langsung menolak.

“Lelaki sejati tidak pernah menyerah,” katanya, “bahkan Spongebob saja harus melewati ujian SIM sebanyak 58 kali,” lanjutnya.

Maka dari itu, kegagalan yang baru 5 kali, belum ada apa-apanya menurut Aslam. Namun ia pun tak memungkiri bahwa ujian SIM C tergolong melelahkan, apalagi karena prosesnya yang panjang.

Iklan

“Antreannya panjang, lama sekali. Belum lagi cek kesehatan seperti tes buta warna, tensi, tinggi badan, dan berat. Untung ujian tulisnya mudah, sehingga saya selalu langsung ke praktik,” kata Aslam.

Di ujian praktik itulah, Aslam selalu gagal terutama pada bagian melewati jalur angka 8. Momok bagi peserta ujian yang kini telah dihapuskan di beberapa daerah. Sebagai gantinya, pengendara hanya perlu ujian praktik sirkuit berbentuk S.

“Akhirnya, saya berhasil di percobaan ke-12,” kata Aslam tersenyum lebar.

Setidaknya, usahalah dengan cara yang baik

Aslam mengaku tak rugi apapun dengan mencoba ujian SIM C dan gagal berkali-kali. Toh, biaya tesnya di tahun 2019 hanya Rp20 ribu untuk cek kesehatan, meski ia juga tak menampik bahwa segala tenaga, waktu, dan pikirannya ikut terkuras.

Namun, lebih dari itu, Aslam mengaku mendapatkan pengalaman hidup yang berharga. Ia tak ingin menormalisasi hal yang tak wajar, meskipun dalam prosesnya tak selalu mudah. Di luar dari konteks ujian SIM-nya, rumah Aslam pernah kedatangan kepala desa dan RT. Keluarganya seolah dipaksa untuk mencoblos calon tertentu pada pemilihan umum, tapi mereka menolak.

Pada akhirnya, keluarga Aslam malah dipersulit saat Covid-19. Ia tak terdata untuk dapat bantuan sosial. Sampai-sampai, ayahnya harus mengurus langsung di kantor desa. Bukannya kapok karena menuruti idealismenya, Aslam jadi lebih yakin berkat peristiwa tersebut.

“Aku mau hidup di dunia yang baik, dan karena aku bagian dari dunia, aku harus jalani dengan baik,” ucapnya.

Aslam pun berhasil membuktikan bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan, meskipun jalannya panjang dan rumit.

“Setidaknya kita tetap mengusahakan dengan cara yang baik dan benar,” ucapnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Cerita dari Peserta Ujian Praktik SIM yang Gagal, tapi Terus Mencoba atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2026 oleh

Tags: belajar motornembak simsimsim ctes tulis SIMujian SIMujian tembakurus SIM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO
Catatan

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Polresta Yogyakarta bekuk sindikat agen SIM palsu di Jogja yang bercuan Rp50 juta perbulan MOJOK.CO
Aktual

Pura-pura COD di Agen SIM Palsu di Jogja, Tangkap Komplotannya yang Raup Untung Rp50 Juta Perbulan

24 September 2025
Pertama kali membuat SIM C di kantor Satpas demi patuhi aturan, berujung kapok karena kegalakan petugas MOJOK.CO
Ragam

Pertama Kali Ngurus SIM di Satpas: Nanya Sopan Malah Digalaki dan Dibiarkan Ruwet Sendiri, “Praktik Kotor” Tersaji di Depan Mata

3 Juli 2025
Ujian Praktik SIM C Gunakan Sirkuit Huruf S, Pemohon di Jogja Lebih Banyak yang Lulus. MOJOK.CO
Kilas

Ujian Praktik SIM C Gunakan Sirkuit Huruf S, Pemohon di Jogja Lebih Banyak yang Lulus

8 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Prabowo kasih guru honorer insentif saat HUT RI. MOJOK.CO

JPPI Kritik SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, Sebut Pemerintah Lebih Peduli Karyawan SPPG daripada Guru Honorer

12 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.