Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
3 April 2026
A A
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Ilustrasi - Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jadi mahasiswa goblok gara-gara salah jurusan dan pergaulan

Seiring waktu, Karim juga merasa tiba-tiba menjadi mahasiswa goblok di UIN. Persoalannya adalah karena ia salah jurusan. 

Di UTBK SNBT, Karim sebenarnya mendaftar Matematika UB. Namun, di UIN, ia justru mengambil jurusan lain di Fakultas Humaniora. Saat itu, niatnya sebenarnya iseng-iseng daftar di jurusan yang punya potensi mudah tembus. Dan ternyata memang ia tembus.

Iklan

“Aku dari SMP-SMP kan memang fokusnya di Matematika dan Ilmu Alam, sehingga kalau ngomongin agama-agama, kayak kepontal-pontal ngikutinya,” kata Karim. 

Alhasil, saat teman-temannya sibuk diskusi di kelas, Karim hanya bisa diam sambil ngang-ngong-ngang-ngong. Tugas-tugas kuliah pun ia kerap mengandalkan teman sekelompok. 

Tidak hanya merasa jadi mahasiswa goblok karena salah jurusan di UIN, Karim lama-lama juga mendapat cap sebagai mahasiswa yang tidak diharapkan oleh sebuah kelompok. Pokoknya kalau ada kelompok yang ada namanya, mahasiswa di kelompok tersebut—terutama cewek-cewek—pasti langsung menggerutu. 

“Aku merasa nggak bisa ngikuti mata kuliah. Itu bikin males. Jadi aku jarang masuk. Kalau ada tugas juga nggak kukerjakan saking malesnya. Jadi ya ngulang-ngulang mata kuliah akhirnya,” kata Karim. 

Apalagi didukung dengan lingkaran pertemanan Karim yang isinya mahasiswa-mahasiswa pemalas. Itu membuat Karim merasa ada teman untuk kuliah sekadarnya. 

Nyaris DO dan lulus tak laku kerja

Habit malas itu membuat Karim menjadi satu dari sedikit mahasiswa UIN yang nyaris terancam DO. Sebab, hingga menjelang semester 12, ia tidak kunjung merampungkan skripsi. 

Orang tua Karim pada akhirnya pun mempertanyakan: apa yang terjadi pada Karim? Menimbang, selama ini Karim dikenal sebagai siswa terpintar di SMA. Selain itu, tiap kali ditanya orang tua, Karim juga selalu bilang kuliahnya beres. 

“Orang tua ngiranya, karena aku pinter, aku bisa adaptasi di bidang ilmu apapun. Padahal, bidang ilmu di jurusan yang kuambil di UIN ini beda sama sekali dengan Sains. Ya namanya juga hasil iseng,” tutur Karim. 

Orang tua Karim lantas memberi tenggat ke Karim: pokoknya harus selesai skripsi semester 13. Kalau semester 13 tidak kunjung ada progres, maka orang tua Karim menegaskan akan memutus aliran uang saku ke Karim. 

Karim sempat berpikir untuk mencari joki skripsi. Namun, ada gengsi sebagai siswa terpintar yang menahannya: masa mantan siswa terpintar skripsinya pakai jasa joki? 

Alhasil, dengan susah payah dan lewat bantuan teman, Karim bisa menuntaskan skripsinya di semester 13. Hanya saja, masalah berikutnya: sebagai mantan siswa terpintar, ia malu karena kariernya berakhir sebagai guru honorer bergaji Rp500 ribu. Karena ijazah UIN yang ia punya, apalagi dengan catatan lulus molor, ia kesulitan mencari pekerjaan di sektor formal. Ya untung saja ia masih punya bekingan orang tua. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Iklan

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 April 2026 oleh

Tags: kuliah uinmahasiswa ubmahasiswa UINpilihan redaksisalah jurusanSNBTUBuinUniversitas BrawijayaUTBKutbk snbt
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO
Sehari-hari

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO
Sekolahan

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO
Sehari-hari

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Punya rumah dengan gazebo di halaman: tempat terbaik untuk me time hingga deep talk MOJOK.CO

Punya Gazebo di Halaman: Meski Rumah Tak Megah tapi Bikin Betah karena Jadi Spot Terbaik Relaksasi dan Macam-macam Fungsi

18 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.