Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengalaman Pertama Orang Surabaya Mencicipi Soto Bening di Pasar Gede Bu Harini Solo yang Sudah Berdiri Sejak Empat Generasi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
21 April 2025
A A
Soto Pasar Gede Bu Harini di Solo. MOJOK.CO

ilustrasi - Soto bening Bu Harini di Pasar Gede, Solo. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

 “How do you think?” kata salah satu perempuan di samping saya yang sudah mencoba Soto Pasar Gede Bu Harini duluan. Dan tampaknya pengalaman itu juga yang pertama baginya.

Soto ayam buatan Bu Harini. MOJOK.CO
Soto bening buatan Bu Harini di Solo. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Enak kok, masih kerasa soto,” jawab temannya yang sudah duluan mencoba.

Obrolan singkat itu meyakinkan saya untuk menyantap hidangan soto tersebut. 15 menit kemudian, makanan kami bertiga ludes dan hanya menyisakan kuah. Rasanya gurih dan nikmat. Tak mengecewakan seperti bayangan saya di awal tadi.

Soto Pasar Gede Bu Harini dari empat generasi

Saat antre membayar, saya sempat meminta izin ke petugas kasir untuk memfoto warung tersebut. Ia menyambutnya dengan riang bahkan mengucapkan terima kasih kepada saya. Barangkali ia berpikir tindakan saya bisa membuat warungnya ramai.

Saat tiba giliran membayar, saya baru ngeh kalau petugas kasir itu adalah Harini (72), si pemilik warung Soto Pasar Gede. Saya pun sempat bertanya soal asal-usul warung tersebut.

“Warung ini sudah lama berdiri. Kira-kira empat generasi, dari buyut, nenek, ibu suami saya, sampai saya menantunya,” kata Harini di Pasar Gede, Jumat (18/4/2025).

Soto Pasar Gede Bu Harini di Solo. MOJOK.CO
Harini (72) sedang menjaga kasir di warungnya. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Ya bisa dibilang bisnis keluarga. Karyawannya juga anak-anak saya sendiri,” lanjutnya.

Saya jadi merasa bersalah karena sempat meragukan resep soto tersebut, sebab Harini mengaku tak pernah mengubah resep bisnis keluarga mereka. Dari proses memasaknya saja masih memakai cara tradisional untuk mempertahankan cita rasa dan aromanya.

Soto Pasar Gede Bu Harini selalu ramai

Sayangnya, saya tak bisa bertanya lebih dalam karena Harini tampak masih sibuk melayani pembelinya.Di belakang saya saja sudah ada tiga orang yang mengantre membayar. Harini bilang tokonya memang selalu ramai dari pagi sampai sore sekitar pukul 16.00 WIB.

“Kalau hari libur, tanggal merah, dan hari Minggu itu ramai sekali. Sampai antre-antre. Kalau bangkunya sudah penuh, ada yang menunggu. Ada juga yang pilih dibungkus terus bawa pulang,” tutur perempuan asli Solo tersebut. 

Tak ingin menggangu dan membuat pembeli di belakang saya menunggu terlalu lama, saya pun membayar Soto Pasar Gede Bu Harini seharga Rp14 ribu. Sangat recomended dengan porsi dan potongan ayam yang berlebih-lebih. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Cerita Penjual Duwet Tentang Hal-hal yang Hilang di Pasar Legi Kotagede atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 April 2025 oleh

Tags: kuliner sotoPasar Gederekomendasi kulinersoloSoto Pasar Gede Bu Harini
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO
Kilas

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026
Pemuda Solo bergaya meniru Jaksel bikin resah MOJOK.CO
Ragam

Saat Pemuda Solo Sok Meniru Jaksel biar Kalcer, Terlalu Memaksakan dan Mengganggu Solo yang Khas

28 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.