Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Cerita Para Sarjana yang Dihajar Kerasnya Jakarta: Ijazah Tak Laku Buat Lamar Kerja Sampai Kerap Ditipu Loker Gadungan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Juli 2024
A A
Cerita Para Sarjana yang Sulit Cari Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Ilustrasi Cerita Para Sarjana yang Sulit Cari Kerja di Jakarta (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada banyak sarjana yang memutuskan merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib. Namun, harapan tak selalu sejalan dengan apa yang mereka mau. Banyak di antara mereka yang kesulitan cari kerja di Jakarta, menjadi buruh underpaid, sampai berkali-kali jadi korban lowongan kerja (loker) palsu.

***

Melansir laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2023 lalu jumlah angkatan kerja di ibu kota mencapai 5,43 juta. Jumlah lapangan pekerjaan pun juga bertambah dari tahun-tahun sebelumnya.

Masih dari laporan yang sama, disebutkan bahwa angka pengangguran turun 6,04 persen dari tahun sebelumnya. Namun, hal tersebut tak menutup fakta ada jutaan angkatan kerja lainnya yang menjadi pengangguran di Jakarta.

Tak sedikit dari para pengangguran ini merupakan lulusan sarjana. Kebanyakan dari mereka adalah perantau yang datang dari luar daerah, yang menyerahkan nasib mereka pada kerasnya Jakarta.

250 lamaran kerja ditolak

Baru-baru ini, Mojok menerima curhatan Rudi* (27), lulusan PTN Jogja yang menjadi pengangguran di Jakarta. Datang ke ibu kota sejak September 2023 lalu, lelaki asal Banyumas ini belum mendapatkan pekerjaan tetap.

Padahal, lamaran kerja yang ia sebar tak main-main jumlahnya. Dalam setahun terakhir, lebih dari 250 lamaran pekerjaan ia masukan ke banyak perusahaan.

Namun, belum ada satupun yang nyantol.

“Yang aku datangi langsung itu ada lebih dari 70 loker. Kalau yang di Glints, 200 lebih. Ya, kalau ditotal dalam setahun ini lebih dari 250 lamaran kerja lah. Dan semuanya zonk,” kata Rudi, bercerita kepada Mojok, Kamis (18/7/2024).

Meski belum menyerah, Rudi kerap merasa bahwa pendidikannya selama ini seperti sia-sia. Klaim orang-orang yang mengatakan, “punya ijazah sarjana bakal mudah dapat kerja” seperti omong kosong di Jakarta.

Kerja di Jakarta sudah sesuai passion, tetap tak menjamin nasib yang lebih baik

Mojok juga pernah memotret kisah Mustika (23), sarjana PTS Jogja yang harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan di Jakarta. Boleh dibilang, nasib lulusan Sastra Inggris ini sedikit lebih beruntung dari Rudi.

Di Jakarta, Mustika sudah mendapatkan pekerjaan tetap. Bidang pekerjaannya pun sesuai passionnya, yakni sebagai content writer di sebuah media online.

Namun, satu hal yang membuatnya sulit buat bersyukur: gajinya setengah UMR Jakarta. Saat pertama kali bekerja pada 2023 lalu, Mustika hanya mendapat gaji Rp2,6 juta–sementara UMR Jakarta Rp5,4 juta.

“Terasa berat banget karena 500 ribu buat bayar kos, 500 ribu lagi buat transfer ke ortu. Berarti sebulan aku hidup dengan 1,6 juta, dengan mahalnya kota Jakarta dan pengeluaran tak terduga lainnya,” kata Mustika, Jumat (26/4/2024) lalu.

Iklan

Pada lebaran kemarin, bahkan Mustika serasa dipukul secara bertubi-tubi. Gajinya yang tak seberapa itu harus ia putarkan untuk mencukupi segala kebutuhan lebaran. Termasuk membeli baju baru ke keluarga intinya, sampai memberi THR ke saudara-saudaranya.

Alhasil, pinjaman online (pinjol) pun menjadi jalan ninjanya. Kata Mustika, di balik kebanggaan dan senyum lebar orang tuanya kala lebaran kemarin, ada pedih yang dia pendam.

Baca halaman selanjutnya…

Banyak lowongan kerja palsu yang bikin perantau merana.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2024 oleh

Tags: dki jakartajakartakerja di jakartaloker jakartalowongan kerja di jakartasarjana cari kerjaUMR Jakarta
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO
Esai

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran

9 Februari 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.