Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Sempat “Ngangong” Saat Pertama Kali Nonton Olahraga Panahan, Ternyata Punya Teropong Sepenting Itu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Desember 2025
A A
Nonton Olahraga Panahan. MOJOK.CO

Ilustrasi - menikmati olahraga panahan dengan teropong. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam perlombaan panahan, teropong menjadi salah satu elemen penting bagi penonton atau pelatih. Sebab dari lensa teropong itu lah kita bisa memastikan: Kabar buruk atau kabar baik dari anak panah yang baru saja dilesatkan atlet-atlet jagoan. 

Bungah dan keluh kesah saat meneropong arena panahan

Suasana khidmat menyelimuti Stadion Supersoccer Arena (SSA) di Kudus, Jawa Tengah pada Selasa (16/12/2025) pagi, sebagai arena MilkLife Archery Challenge (MLARC) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Antarklub 2025. Sebuah kompetisi yang digagas Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), MilkLife, dan Djarum Foundation. 

Meski banyak penonton di tribun, tapi mereka harus berekspresi dalam diam. Karena aturannya memang begitu, tidak bola ada keriuhan atau sorak-sorai, demi menjaga fokus para atlet di arena. 

Di sela-sela kursi tribun, beberapa orang tampak tak melepaskan picingan mata dari tabung-tabung teropong di hadapan mereka. Begitu lah cara penonton memantau hasil di dalam arena panahan: Anak panah mengenai target atau justru meleset.

Lihat panah lewat teropong. MOJOK.CO
Ilyas, salah satu orang tua atlet panahan yang menikmati pertandingan MLARC dengan teropong. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Salah satu dari penonton itu adalah Ilyas, orang tua dari salah satu atlet klub Segar Archery School, Jakarta Barat. Selain menyemangati anaknya bertanding, pria yang akrab dipanggil “Paman” itu juga fokus mengamati peserta lain dengan teropongnya dari atas tribun.

Sesekali Ilyas berseru bungah saat anak panah jagoannya melesat ke zona target berwarna kuning. Tapi tak jarang pula ia mengeluh saat anak panah jagoannya menancap ke zona berwarna biru.

“Aduh, 6 poin! Padahal, tadi udah bagus dapat 9,” ucap Ilyas sembari menjauhkan matanya dari teropong. Saya menangkap setiap ekspresinya karena sedari tadi saya duduk bersampingan dengannya.

Karena penasaran, saya izin untuk meminjam teropong Ilyas. Dengan senang hati Ilyas mempersilakan saya melihat, bahkan mengatur posisi teropongnya agar saya nyaman.

“Ini jaraknya bisa sampai 2 kilometer. Sudah saya atur di target terjauh ya, yang paling ujung (nomor 54). Kakak bisa lihat,” tutur Ilyas.

Ragam cara memastikan lesatan anak panah di arena panahan

Lewat teropong yang dipinjamkan Ilyas, saya bisa melihat sebuah anak panah menancap ke papan target dari kejauhan. Anak panah yang tadinya sama sekali tak terlihat lesatannya dari atas tribun, kini bisa dengan jelas saya lihat, bahkan di detik-detik sebelum ia menancap. 

target panahan. MOJOK.CO
Seorang pelatih melihat papan target panahan dengan teropong. (Sumber: MilkLife)

Begitu juga Lila yang terbantu saat mengamati pertandingan anaknya lewat teropong. Menurut dia, menggunakan teropong atau tidak punya sensasi yang berbeda. Dengan teropong, ia jadi tahu hasil pertandingan sebelum juri atau penonton lain. Oleh karena itu, ia rela membeli teropong khusus untuk melihat panahan saja.

“Rasanya itu ‘greget’ banget, apalagi pas lihat anak panah melesat dan menancap tepat di titik kuning. Ada kepuasan tersendiri bisa melihat detail perkenaan anak panah secara real-time,” ucap ibu dari salah satu atlet panahan di klub Segar Archery School itu.

Meski begitu, Lila mengaku punya cara lain untuk memastikan lesatan anak panah tanpa memakai teropong. Sebab dulu, ia perlu mengatur uang lebih dulu untuk memprioritaskan kebutuhan membeli teropong, selain membeli peralatan busur yang harganya tak bisa dibilang murah.

Lila yang juga merupakan atlet panahan memberi contoh, misalnya dengan memperhatikan gerak-gerik dari sang anak usai melesatkan anak panah. Khususnya lewat ekspresi dan gestur.

Iklan

“Biasanya kalau tembakannya bagus di titik kuning, dia akan tersenyum atau mengangguk kecil. Tapi kalau melesat, bahunya agak turun. Selain itu, sekarang kan biasanya ada papan skor digital atau live score di HP, jadi kita bisa pantau angkanya dari situ juga,” jelas Lila.

Untungnya, lapangan SSA di Kudus memiliki videotron besar untuk membantu penonton menikmati jalannya pertandingan. Dari videotron tersebut kita bisa melihat gestur dan ekspresi peserta, lesatan anak panah, jumlah skor, hingga waktu pertandingan.

Teropong jadi item penting pelatih dan atlet

Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat "Suami" bahkan "Nyawa" Mojok.co
Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat “Suami” bahkan “Nyawa” (Dok: Milklife Archery)

Harga teropong panahan sendiri bervariasi mulai dari ratusan ribu untuk pemula hingga jutaan rupiah untuk profesional. Tergantung juga dengan merek dan fiturnya. Salah satu penjual peralatan panahan di pertandingan MLARC, Lia (30) berujar, teropong yang paling sering laku di tokonya adalah merek Avalon tipe klasik.

“Ini sudah standar. Bisa memperbesar objek jauh yang tampak 20 hingga 60 kali lebih dekat. Harganya Rp1,75 juta,” ucap Lia sembari menunjukkan teropong yang tinggal satu di lapaknya.

Teropong tersebut, kata Lia, jadi salah satu item yang paling sering dibeli. Setidaknya 20 unit teropong bakal terjual selama satu tahun di tokonya (FAST Archery Surabaya). Sebab, teropong tak hanya dipakai untuk penonton tapi juga atlet dan pelatih.

“Teropong bisa dipakai saat latihan bahkan selama pertandingan. Fungsinya untuk memperjelas sasaran dan memvisualisasikan titik sasaran sehingga bidikannya lebih akurat.” Jelas Lia.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat “Suami” bahkan “Nyawa” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2025 oleh

Tags: archeryMilkLifeMLARCOlahraga Panahanpanahanpertandingan panahanteropong
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Olahraga panahan di MLARC Kudus. MOJOK.CO
Ragam

Regenerasi Atlet Panahan Terancam Mandek di Ajang Internasional, Legenda “3 Srikandi” Yakin Masih Ada Harapan

23 Desember 2025
Slipknot hingga Metallica Menemani Latihan Memanah hingga Menyabet Medali Emas Panahan MOJOK
Ragam

Slipknot hingga Metallica Menemani Latihan Memanah hingga Menyabet Medali Emas Panahan

21 Desember 2025
Praja bertanding panahan di Kudus. MOJOK.CO
Sosok

Nyaris Menyerah karena Tremor dan Jantung Lemah, Temukan Semangat Hidup dan Jadi Inspirasi berkat Panahan

20 Desember 2025
Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat “Suami” bahkan “Nyawa” Mojok.co
Ragam

Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat “Suami” bahkan “Nyawa”

19 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.