Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengendara Plat K Tak Paham Fungsi Zebra Cross-Spion, Cuma Jadi Pajangan dan Abaikan Keselamatan Orang saat Bawa Kendaraan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 Maret 2026
A A
Pengendara motor plat K ngga ngerti fungsi zebra cross, lampu, sein, hingga spion MOJOK.CO

Ilustrasi - Pengendara motor plat K ngga ngerti fungsi zebra cross, lampu, sein, hingga spion. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Fungsi spion cuma pajangan

Jika kasus di atas adalah pengendara motor plat K abai dengan pengendara di depannya, ada juga model pengendara yang tidak peduli dengan pengendara di belakangnya. Kalau ini diresahkan oleh istri saya sendiri. 

Istri saya orang Jombang, Jawa Timur. Tiap saya ajak ke kampung halaman saya di Rembang, pasti ada kekagetan baru. Salah satu yang membuatnya kaget adalah cara berkendara orang-orang di pantura. 

Tidak hanya grasak-grusuk. Tapi juga seperti tidak mengerti fungsi spion secara semestinya. Spion tidak lebih dari pajangan belaka. 

Kasusnya begini: sering ketika kami berkendara motor di jalan raya pantura, tiba-tiba ada yang belok atau pindah jalur dadakan. Sementara kami di belakangnya melaju sangat dekat di belakangnya. Itu jelas membuat saya gedandapan. Kalau tidak terbiasa melaju di pantura pasti laka juga akhirnya. 

Dan itu tidak hanya dilakukan pengendara motor. Pengendara mobil plat K pun sama saja. Saya pernah: posisi saya sudah ada di jalur motor. Lalu tiba-tiba pengendara mobil di depan saya berbelok ekstrem mendadak. Demi menghindari tabrakan, saya sampai banting setir hingga nyebal-nyebal ke tepian jalan penuh kerikil dan lumpur. 

Ada dua persoalan di situ. Satu, sering kali pengendara yang berada di depan menyalakan lampu sein secara mendadak: lampu sein menyala, terus langsung belok. 

Padahal, fungsi lampu sein adalah untuk memberi isyarat/ancang-ancang. Maka harus dinyalakan di jarak aman dari tempat belokan, sehingga pengendara di belakang bisa menangkap sinyal: oh pengendara di depan hendak berbelok. 

Dua, kan ada spion. Harusnya sebelum mengambil tindakan (entah belok atau apapun itu di jalan raya), perhatikan spion. Lihat situasi di belakang. Jangan asal belok saja karena itu mengancam pengendara di belakang. 

Lampu apill merah, kuning, hijau: cuma slogan

Kalau ini sebenarnya menjadi problem di banyak daerah. Tidak hanya menyasar pengendara plat K: melanggar lampu apill. 

Hanya saja, dengan tabiat berkendara orang plat K yang cenderung grasak-grusuk dan mengabaikan keselamatan diri maupun orang lain, situasi melanggar lampu apill bisa menjadi agak serius. Terutama di perempatan atau pertigaan. 

Di Rembang, memang ada banyak pertigaan dan perempatan. Setidaknya dari kecamatan saya (Sluke) ke pusat kota Rembang. 

Sudah tidak terhitung saya menyaksikan, berapa kali pengendara motor plat K tetap menerabas kencang walaupun lampu apill menunjukkan warna merah (tanda berhenti). Alhasil, yang terjadi di pertigaan atau perempatan itu adalah: nyaris tabrakan yang berujung pada saling keras-kerasan memencet klakson.

Itu semakin menegaskan stereotip yang sudah lama tersemat ke pengendara motor plat K: cara berkendaranya memang berorientasi pada bahaya, sebagaimana merujuk stereotip lain yang sudah kadung disematkan: 

  1. Sering berhenti sedekat mungkin dengan kendaraan di depan. Benar-benar mepet sekali, sekaligus suka ngerem mendadak.
  2. Menyalip dari jalur kiri.
  3. Nyebal-nyebal di tengah kemacetan panjang.
  4. Menyelinap di tengah-tengah mobil.
  5. Menyalip lawan arah bahkan saat kondisi dari arah berlawanan sangat ramai.
  6. Suka tiba-tiba membuat putaran U (putar balik dadakan).
  7. Terkesan ugal-ugalan di jalan raya.

Penulis: Muchamad Aly Reza

Iklan

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: cara nyeberang di zebra crossfungsi lampu seinfungsi spionfungsi zebra crossmotor plat kmotor ugal-ugalanpanturapengendara plat kpengendara ugal-ugalanplat Kplat ugal-ugalan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO
Mendalam

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO
Catatan

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Rembang amat butuh kereta api karena perjalanan pakai bus di pantura amat menyiksa MOJOK.CO
Ragam

Rembang Sangat Butuh Kereta Api karena Perjalanan di Jalan Pantura Amat Menyiksa

19 November 2025
sejarah kopi pangku.MOJOK.CO
Ragam

Kopi Pangku, Jejak Kolonial yang Menyala Remang di Pantura

6 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

anak kos ketakutan pasang gas di jogja. MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.