Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
19 Februari 2026
A A
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kos di Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Harga hampir elite, fasilitas cenderung sulit

Bukan hanya itu, fasilitas dari kos ini juga tidak sepenuhnya memadai. Memang, ada kamar mandi dalam yang sepertinya menjadi syarat utama dari kos di Jogja dengan harga di atas Rp600 ribu.

Namun, sebagai kos yang harganya lebih dekat dengan kos “mahal” alih-alih murah, fasilitas yang diberikan justru condong pada kos-kosan murah di Jogja.

Iklan

Bayangkan saja, kos Rosa tidak dilengkapi ruang tamu, dapur, maupun ruang cuci. Biaya sewanya disetorkan penuh seakan-akan hanya untuk yang tersedia di dalam kamar, yang juga tidak begitu menakjubkan.

Di kamar berukuran 3×4-nya, Rosa hanya bisa tidur di atas kasur tanpa dipan. Baju-bajunya pun hanya ditampung dalam lemari kecil yang sering kepenuhan.

“Dari fasilitas sih, ini lebih deket ke kos murah. Karena kalau bayanganku, kos eksklusif biasanya akan ada ranjangnya, sementara kasurku napak lantai,” katanya.

Pengalaman yang sama juga dirasakan Ifroh (23). Ia harus membayarkan biaya yang terbilang lebih mahal, yaitu Rp1 juta, tetapi tidak juga merasakan yang namanya fasilitas dapur seutuhnya  di sebuah kos.

“Kosku Rp1 jua, tapi dapurnya nggak ada kompor dan peralatan dapur. Kita perlu bawa masing-masing,” katanya.

Menurut Ifroh, hal ini tidak sepadan dengan biayanya. Ia telah menggelontorkan uang agar menjadi lebih mudah, atau ibaratnya “tinggal  bawa badan”. Namun nyatanya, ia harus membeli alat masak sendiri jika ingin berhemat dengan memasak atau sekaligus saja membeli makanan di luar.

“Cuman dikasih fasilitas tempatnya doang jadi agak repot kalau nggak punya wajan atau kompor atau lain-lain. Harus beli dan nggak semuanya mau, itulah aku yang nggak mau karena ngerasa nanggung kan jarang masak, sesekali juga mending beli,” bebernya.

Sudah bayar lebih mahal dari kos murah di Jogja, tapi bahaya masih menanti

Rosa merasa tidak terlalu bermasalah dengan fasilitas nanggung kos nanggung ini. Ia bilang, sudah bisa berdamai karena sudah menjadi penghuni tetap selama lebih dari 4 tahun.

Namun yang masih mengganjal sampai hari ini, selain kenyamanan, adalah keamanan yang juga rawan. 

Kosnya terletak di dalam gang sempit yang hanya cukup dilalui oleh satu motor. Ketika dicoba dengan manusia pun, akan sulit bagi dua orang berjalan bersama sekaligus. Ini menjadi masalah karena akses jalan yang hanya bergantung pada satu jalur.

Menurutnya, hal ini berisiko apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Khususnya, di Jogja yang rawan bencana. Juga, riskan atas kejadian yang membahayakan.

“Amit-amit ada kebakaran atau sesuatu, aku cuma punya satu akses dan keluar lewat gang kecil itu,” kata Rosa.

“Tapi, depan kos bahkan bisa banjir. Lho, saluran airnya nggak ada,” protesnya lagi.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Bebas dan Nyaman, Kos Eksklusif Menjamur di Jogja, Kaum Mendang-mending Minggir Dulu dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026 oleh

Tags: anak kos jogjaHarga kos jogjakos eksklusif jogjakos murah jogjapilihan redaksirekomendasi kos jogjarekomendasi kos murahYogyakarta
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.