Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengalaman Apes di Jogja, Baju Robek Tiba-tiba hingga HP Tertinggal di Ruang Ganti Matahari Store Malioboro

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Oktober 2025
A A
Belanja jadi menyebalkan di Matahari Store, Malioboro, Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - trauma belanja di Matahari Store. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Alasannya, karena promo diskon yang menarik, promo ongkos kirim, terbiasa belanja di situs online, produk lebih lengkap, tampilan antarmuka layanan, dan lain-lain. Faktor ini pula yang menyebabkan toko offline jadi sepi, tak terkecuali Matahari Store yang saya jumpai di Jalan Malioboro.

Di sana, saya hanya melihat satu sampai tiga orang pengunjung termasuk saya. Sedangkan empat orang lainnya adalah pegawai kasir, petugas penata baju, hingga satpam. 

Pilihan baju di Matahari Store yang terbatas

Saya pun butuh waktu sekitar 30 menit untuk memilih baju karena pilihannya tidak terlalu banyak. Lebih dari itu, karena ukurannya yang jarang pas di badan saya, saya jadi harus bolak-balik mencoba baju di ruang ganti. Untungnya, ruangan itu tidak antre, tapi gelagat saya tersebut mungkin jadi perhatian petugas Matahari Store.

“Mau beli baju yang mana, Kak?” tanya salah seorang petugas, meski saya belum selesai memilih. 

“Eh, belum Kak, saya masih bingung karena saya suka model yang ini tapi ukurannya agak kekecilan di badan saya. Ada ukuran lain nggak?” tanya saya kemudian.

“Kalau model yang ini ukurannya hanya ini Kak, yang ukuran agak besar modelnya beda lagi. Yang ini Kak.” Ujar petugas Matahari Store.

Sayangnya, saya tidak terlalu suka dengan baju yang ditawarkan karena modelnya tak sesuai selera saya. Sementara, baju-baju lainnya yang dijual juga tak bisa memikat hati saya. Ingin rasanya keluar dan bilang tidak jadi beli, tapi baju yang saya kenakan harus ganti dan sudah tidak ada waktu lagi.

Alhasil, saya memilih baju yang agak kekecilan tadi. Sebetulnya tidak kekecilan juga, tapi ngepres di badan saya. Untungnya, baju itu masih nyaman untuk dipakai. Usai membayar di kasir, saya buru-buru mengganti pakaian saya di ruang ganti. Tak peduli dengan label baju yang masih terpasang. Toh, akan ketutupan jilbab, batin saya saat itu.

Bingung mencari HP

Selesai ganti, saya langsung berjalan buru-buru keluar ke Taman Parkir Parkir Abu Bakar Ali tempat saya parkir sepeda motor. Di sanalah saya baru sadar kalau HP saya tertinggal saat di ruang ganti. Saya pun berlarian menuju Matahari, Store Malioboro tapi saat saya cek sudah tidak ada.

Saya pun diarahkan ke ruang petugas keamanan yang ada di belakang toko. Ia bertanya merk dan casing HP saya. Usai saya menjawab, ia tidak langsung memberikan HP saya. Ia bertanya hal lain guna memastikan saya bukan maling (kira-kira begitu persepsi saya saat itu).

“Mbak tadi beli baju apa?” tanya dia dengan nada menginterogasi. 

“Baju ini Pak yang saya pakai.”

“Sudah bayar? Mana buktinya?”

Iklan

“Sebentar,” kata saya sambil mengorek-ngorek nota yang ada di dalam tas, lalu menyerahkan nota itu ke dia.

“Boleh sekalian saya cek tasnya?” kata dia, yang saya sambut dengan menyodorkan tas berisi kamera dan baju saya yang sudah rusak tadi.

Tak cukup sampai di situ, ia juga memanggil seorang ibu-ibu–yang sejujurnya saya tidak tahu siapa sebab tak memakai baju pegawai. Petugas itu lalu meminta ibu-ibu tadi mengecek label baju yang masih terpasang di kerah baju saya.

Setelah yakin bahwa baju itu berasal dari Matahari Store, ia pun mengembalikan HP saya. Karena diperlakukan dengan penuh curiga seperti tadi, saya langsung keluar sambil bersungut-sungut. Kesal juga dituduh maling atau peserta aksi yang dicap suka bikin rusuh, padahal saya hanya mau mengambil HP yang tertinggal. Walaupun saya juga mengakui keteledoran saya karena meninggalkan HP di ruang ganti Matahari Store.

Respon Matahari Store Malioboro

Menanggapi tulisan di atas, Store Manager Matahari Malioboro, Moko sudah meminta maaf atas perbuatan salah satu pegawainya. Menurutnya, tindakan tersebut tidak sesuai dengan SOP pelayanan Matahari Store. Kalaupun ada barang yang ketinggalan, petugas memang wajib bertanya sedikit detail tentang barang tersebut.

“Jika ada HP yang ketinggalan misalnya, memang petugas wajib bertanya. Mulai dari warnanya apa atau setidaknya apabila HP itu tidak terkunci, biasanya kami minta mereka mengecek galeri dan memastikan foto pengguna sesuai dengan yang meminta,” jelas Moko kepada Mojok, Selasa (28/10/2025).

“Namun, jika ditanya soal label harga sampai penggeledahan tas, itu memang kurang tepat. Oleh karena itu, saya mewakili pihak Manajemen Matahari Store Malioboro memohon maaf atas pelayanan yang kurang mengenakkan saat berbelanja di Matahari Malioboro,” ucapnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kala Matahari Store “Tenggelam”, Di mana Lagi Sebuah Keluarga Bisa Beli Baju Lebaran? atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2025 oleh

Tags: belanja offlinebeli bajubeli baju murahJogjamalioboroMatahari Store
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Aji sarjana hukum UGM, Jogja yang pernah ngojol. MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Bidikan

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama kali makan donat J.CO langsung nangis MOJOK.CO

Orang Berkantong Tipis Pertama Kali Makan Donat J.CO, Dari Sinis Berujung Nangis

3 Februari 2026
Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya.MOJOK.CO

Sriwijaya FC, Tim Bola “Mainan” Politisi yang Dikelola seperti Toko Kelontong, Tapi Saya Tak Malu Pernah “Dibaptis” Jadi Fansnya

5 Februari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.