Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengalaman Apes di Jogja, Baju Robek Tiba-tiba hingga HP Tertinggal di Ruang Ganti Matahari Store Malioboro

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Oktober 2025
A A
Belanja jadi menyebalkan di Matahari Store, Malioboro, Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - trauma belanja di Matahari Store. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya pernah terpaksa belanja di Matahari Store yang berada di Jalan Malioboro, Jogja, meski suasananya sepi pembeli. Sial bagi saya, karena kunjungan pertama saya itu jadi pengalaman yang kurang mengenakkan di hati.

***

Kamis (20/2/2025) siang itu, suasana Jalan Malioboro, Jogja sebetulnya sedang memanas. Segerombolan orang dari berbagai aliansi mahasiswa berkumpul di Taman Parkir Parkir Abu Bakar Ali yang berada di sisi utara kawasan Malioboro, Jogja sejak pukul 12.00 WIB.

Seluruhnya mengenakan baju berwarna hitam meski terdiri dari berbagai universitas dan aliansi. Tak lama kemudian, usai massa aksi tiba di Jalan Malioboro, segerombolan dari aliansi buruh, wibu, hingga emak-emak ikut membaur bersama aksi. 

Mereka menggaungkan orasi bertema ‘Jogja Memanggil’ atas munculnya tagar Indonesia gelap hingga kabur aja dulu. Lalu diikuti dengan nyanyi-nyanyian aksi. Kalau sudah begitu, ruko-ruko di sepanjang Jalan Malioboro bakal mematikan langsung musiknya.

Tak hanya itu, beberapa pegawai ruko tampak keluar untuk melihat aksi dari depan pintu. Ada yang ikut bernyanyi, ada yang ikut menyimak orasi, ada yang memang bersiap jaga seperti di Matahari Store.

Aksi yang berjalan damai itu pun selesai sekitar pukul 16.30 WIB. Saya pun mencari tempat ibadah di Mall Malioboro untuk salat sekaligus menyelonjorkan kaki sejenak. Tanpa saya sadar, saat saya melepas ransel saya dari punggung, baju saya sudah bolong besar. Benar-benar sobek dari bahu hingga ketiak.

Saya pun terpaku beberapa detik saat melihat langsung di kamar mandi, bagaimana bisa ini terjadi dan tanpa saya sadari?

Menghindari kaos “I Love Jogja”

Alih-alih sibuk memikirkan penyebabnya, saya pun langsung ke toko baju terdekat. Saya tidak langsung mencari baju di Mall Malioboro karena saya pikir harganya akan lebih mahal. Toh, dari awal saya tidak berniat belanja baju untuk gaya-gayaan tapi karena keadaan genting. 

Kalau di Mall Malioboro, pilihan saya jadi lebih banyak dan bakal sibuk memilih, sementara saya harus menyelesaikan tulisan massa aksi hari itu juga. Jadi tidak sempat untuk belanja dan bersenang-senang.

Meski buru-buru memilih baju, saya juga tidak ingin membeli sembarang baju. Eman-eman duitnya. Maka saya punya prinsip, beli baju yang nyaman untuk kerja di lapangan dan tidak bertuliskan “I Love Jogja” atau baju semacamnya yang banyak dijual di ruko-ruko sekitar Malioboro.

Nah, pada saat saya berjalan-jalan di Malioboro itulah saya menemukan Matahari Store, sembari memegangi baju samping saya yang makin sobek. Jujur saja, mulanya saya ragu untuk masuk karena bangunan Matahari Store di Jalan Malioboro tampak lawas. 

Lebih baik berkunjung di ruko yang ada di mall saja to sekalian? Tapi karena saya sudah malas berjalan kembali, saya akhirnya memutuskan untuk masuk di Matahari Store, Malioboro. 

Matahari Store yang sepi pengunjung

Masuk ke Matahari Store, Malioboro menciptakan perasaan nostalgia bagi saya. Dulu, saat saya kecil, ayah dan ibu di Surabaya sering mengajak saya berbelanja di sana. Seiring berjalannya waktu, kami lebih suka belanja online. 

Tak hanya saya, temuan riset dari Populix kepada 6.285 responden menyatakan, kelompok usia 18-21 tahun menjadi kalangan teratas yang suka belanja online melalui aplikasi e-commerce, yakni sebesar 35 persen. Sementara, 33 persen lainnya adalah kelompok usia 22-28 tahun. Dan 18 persen lainnya adalah kelompok usia 29-38 tahun. 

Baca Halaman Selanjutnya

Lebih suka beli online, tapi terpaksa beli offline

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2025 oleh

Tags: belanja offlinebeli bajubeli baju murahJogjamalioboroMatahari Store
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.