Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Kesialan Bertubi yang Bikin Saya Merenung dan Nyaris Menyesal Pindah ke Jogja yang Penuh dengan Kebohongan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 Januari 2026
A A
Menyesal pindah ke Jogja, sama saja dengan Jakarta. MOJOK.CO

Ilustrasi - Kesialan Bertubi yang Bikin Saya Merenung dan Nyaris Menyesal Pindah ke Jogja yang Penuh dengan Kebohongan (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

 “Ke mana, Mbak e? Mau tak bantu dorong? (Mau ke mana Mbak? Mau saya bantu dorong),” kata dia di Jalan Kaliurang, Jogja.

“Boleh Pak, mau ke bengkel. Nggak jauh dari sini,” jawab saya.

Sampai kemudian, motor saya akhirnya “dirawat”. Perawatan membutuhkan waktu sekitar satu jam, sementara saya harus tiba di tempat liputan pukul 14.00 WIB.

Awalnya, saya ingin meninggalkan motor tersebut dan mengambilnya esok hari. Lalu memesan ojol untuk melanjutkan perjalanan. Sialnya, sinyal internet saya ilang-ilangan sejak pagi dan tak ada WiFi.

Akhirnya saya memilih menunggu, sembari getir melihat motor butut saya yang tak menyala meski di-starter berkali-kali. Saya pun terus menatap jam di gawai, berharap acara yang akan saya hadiri tak selesai terlalu cepat hingga saya tiba.

Listrik padam dan sinyal internet yang hilang

Saat motor saya menunjukkan tanda-tanda menyala, barulah saya sadar harus menyiapkan uang untuk membayar. Sialnya, saya tak bawa uang tunai yang cukup, sementara internet di gawai saya masih mati sehingga tak bisa mengakses e-money. Saya pun pamit ke tukang bengkel sebentar untuk pergi ke Alfamart terdekat sebelum motor saya benar-benar “sembuh”.

Saya jalan kaki menuju Alfamart yang ternyata tak menyediakan mesin ATM. Dari situ sebenarnya saya agak ragu pergi ke toko retail berikutnya, karena kondisi di sana gelap. Tanpa memikirkannya lebih lanjut, saya pergi ke Indomaret dari arah yang berlawanan. 

Dan ternyata keraguan saya benar. Sebab, meski toko tersebut menyediakan mesin ATM tapi kondisinya sedang mati lampu di beberapa tempat. Pantas saja, kondisi Alfamart yang saya kunjungi sebelumnya juga gelap dan tak ada sinyal.

Sebenarnya, kondisi listrik padam ini sudah sering saya alami. Bahkan saya sering pindah ke daerah kota untuk mencari sinyal. Namun, tetap saja kondisi ini menyebalkan, apalagi di saat kondisi cuaca sedang buruk.

Alhasil, saya kembali ke bengkel tanpa membawa apa-apa. Dengan nada memelas, saya bilang ke tukang bengkel tentang kondisi saya. Untungnya, ia memperbolehkan saya berutang sampai listrik menyala sehingga saya bisa mentransfer uang.

Inikah yang disebut “Jogja Istimewa”?

Saya pun pamit dan melanjutkan perjalanan ke tempat liputan. Ternyata di daerah Kota Jogja sudah ada sinyal sehingga saya mengirim utang ke tukang bengkel. Beruntungnya lagi, acara masih belum selesai saat saya tiba di sana. Acara itu selesai sekitar pukul 16.30 WIB. 

Setelahnya, saya tak langsung pulang ke Kaliurang karena takut listrik masih padam dan tak ada sinyal. Akhirnya saya benar-benar pulang pukul 23.00 WIB untuk mengetik di coffee shop. Dalam perjalanan, saya mampir ke Indomaret untuk sekadar menenangkan pikiran dari banyaknya kejadian yang saya alami sejak pagi tadi.

Namun, alih-alih tenang, hati saya justru perih. Saya melihat beberapa orang yang juga istirahat di sana. Mulai dari tukang ojol yang terlihat basah kuyup, pengamen dengan kostum boneka Doraemon yang memejamkan matanya sembari bersandar di tiang dekat pintu masuk, dan pedagang kerupuk yang terlihat duduk di lantai sembari menjaga plastik dagangannya yang masih penuh.

Pemandangan itu, dan kejadian yang saya alami sejak tadi pagi membuat saya pikir, ah beginikah kehidupan slow living yang diidamkan orang-orang Jakarta itu? Betapa bertolak belakangnya dengan slogan “Jogja Istimewa”.

Iklan

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Drama Merantau di Jogja: Dulu Enggan Cabut, Seiring Waktu Malah Tak Betah karena Realita atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2026 oleh

Tags: jakartaJogjaJogja Istimewajogja slow lovingkerja di jogjamerantauslow living
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

gojek instant.MOJOK.CO
Transportasi

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co
Pojokan

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja
Catatan

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)
Pojokan

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Nelangsa pemuda desa saat teman sepantaran yang kerja di perantauan mudik ke desa (pulang kampung): tertekan dan tersisihkan MOJOK.CO

Nelangsa Pemuda Desa saat Teman Pulang dari Perantauan, Tertekan dan Tersisihkan karena Kesan Tertinggal tapi Tak Punya Banyak Pilihan

9 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Ogah mudik apalagi kumpul keluarga saat Lebaran. MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

9 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.