Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Hari-hari Putus Asa Pedagang Es Teh Jumbo: Melamun Berjam-jam untuk Tunggu 1 Pembeli, Sudah Harga Murah Dituntut Tanpa Cela

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Juli 2025
A A
Hari-hari putus asa pedagang es teh jumbo MOJOK.CO

Ilustrasi - Hari-hari putus asa pedagang es teh jumbo. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Jogja, teramat mudah menemukan pedagang es teh jumbo. Dalam perjalanan ke kantor saya—dari Plosokuning ke Besi Jangkang—nyaris di setiap titik saya menemui pedagang es teh jumbo. Ada yang ramai. Tapi ada pula yang, sejauh pengamatan saya selama ini, tampak selalu sepi pembeli.

Jika mengetik “es teh jumbo” di mesin pencari, rata-rata sepakat menyebut kalau es teh jumbo menjadi minuman yang memiliki banyak peminat. Namun, di sisi lain, banyak pakar yang sama-sama sepakat juga kalau minuman tersebut memiliki risiko kesehatan tinggi.

Pasalnya, jika dikaji dari aspek kesehatan, es teh jumbo mengandung kadar gula dan campuran pemanis buatan yang bisa memicu beragam penyakit. Lantas, bagaimana pedagang es teh jumbo merespons berita-berita tersebut?

***

Selasa (9/7/2025) siang WIB, hp saya bergetar karena ada direct massage Instagram yang masuk. Si pengirim pesan memperkenalkan diri dengan nama Kurnia (22), seorang pemuda asal Bantul, Jogja.

Dalam pesannya, dia memberi pengantar bahwa dia tidak bisa menulis. Tapi dia ingin merespons opini di Terminal Mojok berjudul, “3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo yang Menguntungkan Mereka tetapi Sangat Merugikan Pembeli”.

“Bolehkah saya bercerita untuk memberi jawaban itu?” Katanya.

“Saya hanya lulusan SMK yang belakangan sedang merintis usaha es teh jumbo. Saya lihat Mas banyak menulis berita di Mojok,” sambungnya. Tentu saya persilakan Kurnia memberi semacam “hak jawab” atas keresahannya.

Hari-hari tak tentu pedagang es teh jumbo

Kurnia mengaku memang belum lama merintis usaha es teh jumbo. Baru pada Ramadan 2025 lalu.

“Milih buka di bulan puasa karena hitungan pasti yang beli banyak untuk buka puasa,” katanya.

Awalnya dia tergiur untuk membuka es teh jumbo karena bayangan modal tak seberapa besar tapi bisa memberi pemasukan besar. Toh kalau jualan es teh rasa-rasanya memang tidak pakai musiman. Mau musim panas atau hujan sekalipun, orang akan tetap beli.

Namun, bayangan sekadar bayangan. Untung yang dia dapat selama Ramadan tidak sebesar yang dia prediksi. Setelahnya situasinya malah makin tidak pasti: pesaing bisnis ini sudah terlalu banyak.

“Sampai sekarang ya nggak pasti. Kita buka seharian dari pagi sampai malam, hanya hitungan jari yang mampir untuk beli,” ungkap Kurnia.

Di lingkungan Kurnia, banyak juga pedagang es teh jumbo. Selain dengan perhitungan seperti Kurnia (modal kecil, hasil besar), rata-rata menilai bahwa jualan minuman tersebut menjadi solusi di tengah situasi ekonomi yang serba sulit. Karena bisnisnya cenderung mudah untuk dieksekusi oleh orang-orang kecil.

Iklan

Kurnia hanya ingin menggambarkan kepada saya, di balik label “es teh jumbo”, ada banyak orang yang menggantungkan hidup.

Baca halaman selanjutnya…

Harga murah sampai kebanting, masih dituntut tanpa cela

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2025 oleh

Tags: es teh jubokeuntungan bisnis es teh jumbomodal bisnis es teh jumbopedagang es teh jumbo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

4 Dosa Pembeli Es Teh Jumbo yang Bikin Penjual Jadi Korban
Pojokan

4 Dosa Pembeli Es Teh Jumbo yang Bikin Penjual Jadi Korban

21 Agustus 2025
4 Tips Aman Minum Es Teh Jumbo yang (Katanya) Penuh Dosa
Pojokan

4 Tips Aman Minum Es Teh Jumbo yang (Katanya) Penuh Dosa

8 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Sesal suka menolong orang lain usai ketemu lima jenis orang yang tidak layak ditolong meski kesusahan. Dari tukang judi slot hingga orang susah bayar utang MOJOK.CO

Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

12 Maret 2026
SPBU Diserbu Jadi Bukti Buruknya Komunikasi Pemerintah MOJOK.CO

SPBU Diserbu: Isu Stok BBM 20 Hari Bikin Panik Menjadi Wujud Buruknya Komunikasi Pemerintah dan Publik Sulit untuk Percaya

9 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026
Bus patas Haryanto rute Jogja - Kudus beri suasana batin muram dan sendu gara-gara lagu-lagu 2000-an yang ingatkan masa lalu MOJOK.CO

Naik Bus Haryanto Jogja – Kudus Campur Aduk, Batin Seketika Muram dan Sendu karena Suasana dalam Bus Sepanjang Jalan

9 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.