Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
5 Maret 2026
A A
Potret kasih sayang keluarga (ayah, ibu, dan anak) dalam momen mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Potret kasih sayang keluarga (ayah, ibu, dan anak) dalam momen mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ibu adalah sosok paling luar biasa. Meski kadang-kadang, sebagai anak perempuan, saya memilih untuk tidak akur dengannya. Selalu ada saat yang berlawanan, yaitu ketika hati paling dalam saya mengatakan bahwa sebaiknya tidak melakukan itu. Khususnya, ketika ibu mengatakan dirinya tidak keberatan dengan biaya mudik anaknya demi berkumpul lengkap bersama keluarga saat Lebaran.

Uang untuk mudik, bukan masalah bagi ibu

Tiga malam yang lalu, Senin, (2/3/2026), saya menghubungi ibu seperti biasanya. Ibu selalu membuat saya setidaknya meneleponnya satu kali dalam sehari, konon ia merasa harus memastikan anaknya baik-baik saja dengan mata kepalanya sendiri, meski hanya melalui layar ponsel.

Iklan

“Ma, Lebaran bisa pulang,” kata saya memberi tahu.

“Alhamdulillah,” awalnya hanya itu balasannya.

Sampai di situ, saya tidak merasakan apa pun. Akan tetapi, tuturannya berlanjut sampai setidaknya dua tiga kalimat yang diutarakannya membuat saya terenyuh.

“Namanya orang tua, pasti senang anaknya bisa pulang.”

“Senang lah bisa kumpul keluarganya lengkap.”

“Jadi nanti, sahur, buka puasa, ada anak juga di rumah.”

Pesan itu pun mengingatkan saya pada percakapan kami dua bulan lalu. Saat saya masih di rumah alias belum kembali ke Jogja. Saya bertanya ke ibu sebagai pertimbangan, “nanti, Lebaran pulang juga nggak?”

Saya harus berpikir keras untuk mudik, karena Lebaran hanya berlangsung singkat. Kemungkinan hanya satu minggu, sementara saya lebih suka berdiam di rumah. Masa iya, mengeluarkan uang untuk membeli tiket pesawat mahal-mahal hanya untuk itu?

Rupanya, jawaban ibu dari dua bulan yang lalu dan tiga hari yang lalu masihlah sama. Tidak berubah dan lebih mengutamakan kepulangan anaknya, dibandingkan saya sendiri yang risau soal biaya. Bagaimana tidak, biaya tiket pesawat dari Jogja ke Kalimantan untuk mudik sudah menghabiskan total Rp3 juta. Tapi, ibu justru menyuruh saya pulang.

“Pulang lah, kalau bisa,” ujarnya.

Mudik artinya menambah momen kebersamaan 

Debbie (31), seorang ibu rumah tangga, juga menceritakan hal yang sama kepada saya. Membayangkan anaknya akan tumbuh dewasa dan pergi berkuliah di suatu tempat yang jauh dari rumah pada suatu hari nanti. Katanya, sebagai seorang ibu, uang untuk mudik tidak akan pernah menjadi masalah. Yang terpenting adalah momen kebersamaannya.

“Kalau orang tua itu lebih berat ke momennya,” katanya, Selasa (3/3/2026).

Iklan

“Kalau udah ngomong momen, udah nggak mikir apa pun, termasuk uang. Uang bisa dicari, momen nggak bisa dicari apa diulang,” tambah Debbie.

Sebagai anak, ini membuat saya bertanya-tanya. Bukankah Lebaran adalah momen berulang?

Tanpa saya sadar, momen itu sebetulnya adalah privilege bagi saya yang belum mempunyai tanggungan secara penuh. Terlebih, mudik adalah privilege waktu bagi sebagian banyak orang yang sudah kehilangan orang terkasih.

Pada akhirnya saya sadar, bagi ibu, berkumpul bersama anak adalah momen berharga. Membayangkan anak kecilnya tumbuh dewasa di perantauan barangkali terasa sulit baginya. Sebab sedewasa apa pun usia kita, kita hanyalah anak kecil di matanya. Ia pasti merasa haru, sekaligus asing dalam satu waktu.

Saya pikir, bisa jadi, mereka punya pertanyaan, “Kapan anaknya menjadi sebesar ini?”

Baca halaman selanjutnya

Berbeda dengan anak, orang tua punya tanggung jawab saat Lebaran

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2026 oleh

Tags: alasan tidak mudik lebaranhari raya idul fitriIdul Fitrikumpul keluargaLebaranlebaran bersama ibulebaran bersama orang tuaMudikmudik 2026mudik lebaranpilihan redaksitiket mudiktiket pesawat
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan MOJOK.CO

Ketika Video Korban Kecelakaan Mengubah Kematian Menjadi Tontonan

24 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.