Karena itulah, penting untuk tetap terhubung dalam segala waktu. Juga, untuk tetap memanfaatkan kesempatan berkumpul keluarga dalam satu momen Lebaran, meskipun hanya sebentar dan harus membayar berkali-kali lipat dengan materiil.
Tanggung jawab orang tua kepada anak saat Lebaran
Sebagai ibu yang memiliki anak, Debbie sendiri harus bisa menghadirkan suasana “rumah” di mana pun mereka berada.
“Jujur, sebagai ibu, pasti ingin dia tetap pulang atau mudik saat Lebaran. Rasanya nggak tega aja kalau dia sendirian di tanah rantau,” katanya.
Namun, Debbie mencoba realistis. Alih-alih memaksa sang anak mudik, ia tentu melihat kondisi sang anak. Pertama, bisa atau tidak dia mudik. Kedua, ingin atau tidak dia mudik.
Guna menciptakan suasana rumah yang pas pada anak, Debbie berusaha “hadir” di momen Lebaran. Misal, mengirimkan kue atau aktivitas lain yang biasanya mereka lakukan saat di rumah. Tujuannya sederhana, agar peluk hangat keluarga dari rumah juga sampai ke tempat anaknya berada.
“Kalau ternyata nggak memungkinkan dia mudik dan kami juga nggak bisa nyamperin karena kondisi ekonomi lagi nggak ideal, ya aku akan wujudkan suasana Lebaran ke dia,” ucap Debbie.
Namun bagaimanapun, Debbie tetap memprioritaskan kepulangan anaknya, berapapun biaya yang harus dibayarkan. Mengembalikan uang bukan lagi kendala baginya, sebab ia sadar momen kebersamaan lebih penting dari sekadar materiil.
“Tapi selama aku dan suami mampu, dan anaknya mau pulang, aku pasti biayain. Atau kami yang datang,” katanya.
Lebih dari itu, ini bukan hanya perkara mudik saat Lebaran. Menurutnya, anak akan selalu menjadi tanggung jawab orang tua sampai pada waktu tertentu. Oleh karena itu, selama anaknya masih menjadi tanggung jawabnya, memastikan anak tidak merasakan “sendirian” di hari kumpul keluarga juga menjadi tanggungannya.
“Karena selama dia masih tanggung jawab orang tua, apalagi anak perempuan, aku merasa kami memang harus siap secara finansial. Kuncinya ya itu, aku dan suami harus disiplin saving dari sekarang,” jelasnya.
“Intinya bukan soal tiketnya, tapi soal memastikan dia nggak pernah merasa sendirian,” pungkas Debbie.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Aisyah Amira Wakang
BACA JUGA: Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














