Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Januari 2026
A A
flu.mojok.co

Ilustrasi penyebaran flu (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemberitaan seputar super flu yang mulai menyebar di Jogja memunculkan kegelisahan tersendiri di bagi masyarakat. Istilah tersebut terdengar asing, bahkan mengingatkan sebagian orang pada pengalaman kolektif menghadapi pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.

Kendati demikian, otoritas kesehatan menegaskan, kondisi yang kini dipantau di Jogja tidak berada pada situasi darurat dan belum menunjukkan lonjakan kasus yang mengkhawatirkan.

Dinas Kesehatan Kota Jogja menyebutkan, hingga awal Januari 2026, belum ditemukan peningkatan signifikan kasus super flu di wilayah kota. Pemantauan yang dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan pola penyakit pernapasan yang masih dalam batas wajar, sejalan dengan tren musiman yang biasa terjadi pada periode peralihan cuaca.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa istilah super flu merujuk pada varian virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K. Varian ini sebenarnya bukan virus baru, melainkan hasil mutasi alami dari virus influenza yang telah lama beredar secara global.

Di DIY sendiri, kasus serupa pernah terdeteksi pada September 2025 di Kabupaten Sleman dan hanya melibatkan satu pasien anak yang kemudian pulih tanpa komplikasi serius.

Sama seperti flu biasa, hanya saja lebih berat

Penjelasan serupa disampaikan otoritas kesehatan Kota Jogja. Menurut Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah, gejala yang ditimbulkan memang dapat terasa lebih berat dibanding flu musiman biasa, seperti demam tinggi yang lebih lama, nyeri otot hebat, kelelahan ekstrem, sakit kepala, serta batuk berkepanjangan. 

Meski demikian, hingga kini tidak ditemukan indikasi peningkatan keparahan atau kematian akibat varian ini di wilayah Jogja.

“Super flu ini hampir sama dengan flu pada umumnya, hanya saja durasinya lebih panjang,” ujarnya dalam jumpa pers, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, bila flu biasa butuh 2-3 hari untuk sembuh, super flu butuh 8 hingga 10 hari, atau lebih lama. Penularannya lewat droplet atau udara pernapasan, seperti flu pada umumnya.

“Flu ini bisa ditularkan saat bicara, saat kita bersin,” imbuhnya.

Super flu beda dengan Covid-19

Kekhawatiran publik memang tidak lepas dari maraknya pemberitaan global mengenai super flu yang melanda sejumlah negara sejak paruh kedua 2025. Varian H3N2 subclade K pertama kali menjadi perhatian komunitas ilmiah internasional setelah terdeteksi dominan dalam musim flu yang tidak biasa di Australia dan Selandia Baru. 

Negara-negara tersebut mengalami musim influenza yang lebih panjang, dengan jumlah kasus lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya .

Dari kawasan Pasifik Selatan, varian ini kemudian teridentifikasi di Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara Asia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat bahkan mencatat, penyebaran subclade K berlangsung relatif cepat, terutama karena mutasi pada protein hemagglutinin yang memungkinkan virus lebih mudah menginfeksi individu dengan imunitas parsial dari infeksi atau vaksin sebelumnya.

Namun, para ahli menegaskan bahwa mutasi tersebut merupakan antigenic drift, proses evolusi kecil yang lazim terjadi pada virus influenza, bukan antigenic shift besar seperti yang memicu pandemi flu global di masa lalu. 

Iklan

Dengan kata lain, subclade K masih berada dalam kategori influenza musiman yang telah lama dipantau dan dipelajari oleh sistem surveilans global .

Penegasan ini menjadi penting di tengah kecenderungan publik menyamakan super flu dengan Covid-19. Secara biologis dan epidemiologis, keduanya merupakan penyakit yang berbeda. 

Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sebelumnya belum dikenal manusia, memiliki tingkat penularan tinggi, dan pada awal pandemi belum tersedia kekebalan populasi maupun vaksin. Sementara influenza, termasuk H3N2 subclade K, adalah virus musiman yang telah beredar puluhan tahun dan memiliki pola epidemi yang relatif dapat diprediksi.

“Super flu tidak berpotensi menimbulkan kematian secara cepat seperti COVID,” tegas Lana.

Tetap waspada, tapi jangan panik

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti bahwa super flu lebih mematikan atau menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan influenza pada umumnya. Sistem kewaspadaan nasional tetap berjalan melalui surveilans influenza-like illness (ILI) dan severe acute respiratory infection (SARI) untuk mendeteksi perubahan tren sejak dini .

Di tingkat nasional, kasus H3N2 subclade K telah teridentifikasi di beberapa provinsi sejak Agustus 2025. Namun, jumlahnya masih relatif kecil dan tidak menunjukkan lonjakan epidemi besar. 

Otoritas kesehatan menyebutkan bahwa justru kewaspadaan berlebihan dan informasi yang tidak proporsional berpotensi menimbulkan kepanikan publik yang tidak perlu .

Meski demikian, imbauan kewaspadaan terhadap penyebaran super flu tetap disampaikan kepada masyarakat. Dinas Kesehatan Jogja, misalnya, mengingatkan pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker saat mengalami gejala pernapasan, menjaga ventilasi ruang, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami demam tinggi atau batuk berkepanjangan.

Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis diminta lebih berhati-hati.

Lana juga menambahkan, vaksinasi influenza musiman juga tetap direkomendasikan, meskipun efektivitasnya dapat bervariasi dari tahun ke tahun akibat mutasi virus. Para ahli menilai vaksin tetap berperan penting dalam menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi, sekaligus membantu mengurangi beban layanan kesehatan saat musim flu .

Di Jogja, otoritas kesehatan menegaskan bahwa situasi masih terkendali. Pengalaman menghadapi pandemi Covid-19 disebut menjadi pelajaran berharga dalam membangun kesiapsiagaan sistem kesehatan dan literasi publik. 

“Warga diimbau tetap waspada, tapi jangan tidak panik,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kala Puskesmas Hadir di Gang-Gang Sempit, Anak Muda dan Lansia Jogja Tak Punya Alasan Untuk Sakit atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2026 oleh

Tags: dinas kesehatan kota jogjafluflu musimaninfluenzaJogjakota jogjasuper flu
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO
Urban

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.