Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Nekat Ikut Lomba Mirip Nicholas Saputra meski Wajah Dibilang Mirip Fufufafa

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 November 2024
A A
Nekat Ikut Lomba Mirip Nicholas Saputra meski Wajah Dibilang Mirip Fufufafa. MOJOK.CO

ilustrasi - lomba mirip Nicholas Saputra. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah penggemar Nicholas Saputra mengadakan kontes Look Alike Competition. Kontes itu mencari sosok yang mirip dengan aktor Nicsap. Salah satu kontestan, Dhamma Ringgas Syailendra (21) bercerita pengalamannya mengikuti kontes tersebut. Meski sebenarnya tidak mirip-mirip amat, tapi percaya diri saja dulu.

***

Ketika menelusuri media sosial X, saya melihat kompetisi Nicholas Saputra Look Alike Competition yang dibagikan oleh @alergikiwi pada Selasa (12/11/2024). Kontes itu serupa dengan yang dilakukan oleh penggemar Timothée Chalamet di New York, Amerika Serikat.

Nicholas Saputra Look Alike Competition diselenggarakan pada Rabu malam (14/11/2024) di dekat Lapangan Softball Gelora Bung Karno (GBK) Softball Stadium, Jakarta Pusat. 

Poster yang dibagikan cukup sederhana. Panitia menyajikan foto selfie Nicholas usai mencoblos pasangan calon Pemilu 2019. Di sana juga tertera QR code untuk mendaftar. Peserta yang menjadi pemenang akan mendapatkan hadiah Rp500 ribu.

Menirukan Nicholas Saputra dalam film

Video Dhamma yang menirukan Nicholas Saputra dalam film Janji Joni tersebar di media sosial. Salah satu kontestan dari Nicholas Saputra Look Alike Competition itu tak menyangka bakal mendapat banyak respons dari warganet.

Dhamma bercerita, ada puluhan kontestan yang mengikuti kompetisi tersebut. Dia berhasil lolos melewati tiga babak penyisihan dan terpilih sebagai tiga kontestan terbaik. Pada babak kedua, para kontestan harus mereka ulang adegan Nicholas dalam film.

Kontestan lomba mirip Nicholas Saputra di GBK. MOJOK.CO
Kontestan lomba mirip Nicholas Saputra di GBK. Dok. Dhamma

Salah satu peserta ada yang unjuk gigi dengan menirukan Nicholas dalam film terbarunya, yakni The Architecture of Love. Dia menirukan adegan ketika Nicholas menyuruh Putri Marino untuk duduk. 

“Duduk kamu, duduk!” ujar salah satu peserta dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram @hai_online pada Kamis (14/11/2024).

Peserta lainnya mencoba menirukan karakter Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC)?. Sementara, Dhamma memilih untuk menirukan Nicholas Saputra dalam film Janji Joni.

“Saya pikir, kayaknya jarang sih yang tahu film itu, soalnya nggak terlalu terkenal tapi ternyata ramai. Kami seru-seruan bareng di sana,” ucapnya kepada Mojok, Jumat (15/11/2024).

Katanya sih mirip Nicholas Saputra

Mulanya, Dhamma sekadar iseng mendapati informasi Nicholas Saputra Look Alike Competition di X. Dia turut berkomentar untuk menanyakan pendapat dari teman-temannya. 

“Guys, ikut nggak ya?” tulis Dhamma.

“Alih-alih dibilang muka saya nggak mirip, saya malah dipanas-panasin untuk ikut. ‘Ikut Dham, gas!’ kata mereka. Ada sekitar 20 orang lebih yang bilang begitu, salah satu teman saya juga ikut jadi saya ikut, iseng-iseng,” kata Dhamma.

Iklan

Pemuda asal Jakarta itu merasa sebenarnya dia tidak mirip-mirip amat dengan Nicholas Saputra. Tapi jika dilihat sekilas atau dari jauh, ya mungkin saja mirip. Beberapa temannya juga bilang kalau wajahnya mirip dengan Nicholas, aktor yang berhasil menyabet Piala Citra tahun 2018 tersebut.

“Mungkin kayak bentuk hidung atau mata, sama bentuk muka sih. Kalau orang yang lihat saya matanya agak minus lima dan dia nggak pakai kacamata, itu mungkin bisa mirip,” kata dia.

Nyocokkin gaya biar mirip Nicholas Saputra

Meski merasa tidak terlalu mirip dengan Nicholas Saputra, Dhamma tetap percaya diri karena niatnya memang buat seru-seruan saja. Dia juga tidak punya persiapan khusus untuk lomba, karena pengumumannya juga mendadak.

H-2 sebelum acara, Dhamma langsung mengorek-ngorek lemarinya. Dia mencari baju yang cocok digunakan untuk memerankan adegan film Janji Joni. Baju itu sudah lama dia beli setahun yang lalu. Kebetulan juga, dia pernah iseng membeli naskah film Janji Joni di Blok M. 

Kontestan lomba mirip Nicholas Saputra di GBK. MOJOK.CO
Kontestan menirukan gaya selfie Nicholas Saputra mencoblos saat Pemilu 2019. Dok. Dhamma

Di hari H kompetisi, Dhamma baru menghafalkan beberapa kalimat di adegan film tersebut dalam perjalan dari rumahnya ke GBK. Kebetulan juga, di lokasi dia menemukan helm kontestan yang mirip dalam film tersebut. Dhamma pun meminjamnya. 

Dhamma berujar banyak kontestan yang usianya berada dikisaran dua puluh akhir sampai tiga puluh ke atas. Bahkan hanya ada dua orang yang seumuran dengannya. Namun, dia tidak goyah.

Dapat eksposure

Berkat rasa percaya dirinya, Dhamma sukses memerankan sepenggal adegan film Janji Joni. Dia berhasil membuat gelak tawa para penonton. Dhamma pun senang karena bisa beradu acting dengan kontestan lain.

Pada babak terakhir, tiga kontestan terbaik harus menirukan gaya foto selfie Nicholas Saputra usai mencoblos. Mirip seperti yang ada di poster Nicholas Saputra Look Alike Competition. Namun, Dhamma gugur pada tahap ini.

Pemenangnya adalah Dodo. Dia mendapatkan uang senilai Rp500 ribu lewat ajang mencari orang mirip Nicholas Saputra tersebut. Menurut Dhamma, Dodo memang lebih mirip dengan Nicholas Saputra.

“Kalau melihat Mas Dodo dari jauh, misalnya lagi di mal atau di mana, mungkin kita bisa mikir, itu Nicsap atau bukan karena bentukan muka dan rambutnya mirip,” kata Dhamma. 

Alih-alih kecewa, Dhamma justru senang karena mendapat kenalan baru. Dia pun akhirnya bisa tertawa di tengah kesibukannya mengerjakan skripsi.

“Sebenernya saya tuh lebih nyari kegiatan yang seru aja, entah dalam bentuk apapun. Selagi saya ada waktu luang, tidak sibuk ngapa-ngapain, dan ternyata kegiatannya ramai, fun, seru, kenapa tidak?” ucap Dhamma.

Santai menghadapi komentar netizen

Seusai acara, Dhamma tak menyangka banyak yang meminta foto bersama. Padahal dia bukan pemenang. Dia juga melihat banyak kritik soal Nicholas Saputra Look Alike Competition di kolom komentar. 

Banyak netizen yang mengatakan dia atau kontestan lainnya tidak mirip dengan Nicholas Saputra. Salah satu netizen mengatakan para kontestan seharusnya berkaca bukan di bubur. Ada pula yang bilang dirinya justru mirip dengan aktor Jefri Nichol.

“Terus ada yang bilang, terakhir saya lihat di Twitter, abangnya mirip Fufufafa. Saya ketawa aja, kok bisa mereka mikir sampai sana,” ujar Dhamma sambil tertawa.

Dhamma sendiri terhibur dengan komentar-komentar tersebut. Justru, kata dia, yang terpenting bukanlah eksposur tapi kebahagiaan.

“Hidup jangan terlalu serius, jangan terlalu kaku. Anggap saja kita cuma seru-seruan dan jangan terlalu jaim,” ucapnya.

“Pokoknya hadapi hidup dengan penuh senyum, tawa, dan candaan. Dari situ, pasti percaya diri bakal menyusul,” lanjutnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Barisan Pengagum Nicholas Saputra Tidak Akan Pindah Haluan ke Vincent Rompies. Titik

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 17 November 2024 oleh

Tags: AADClomba mirip nicholas saputraLook Alike Competitionnicholas saputrapilihan redaksi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO
Urban

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
motor matic vs honda revo tangguh.MOJOK.CO
Sehari-hari

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO
Edumojok

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO
Tajuk

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.