Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Mari Kembali ke Tujuan Mulia MBG Alih-alih Memberikan Solusi yang Tak Substansi seperti Penambahan CCTV

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 September 2025
A A
Skema MBG perlu dirombak. MOJOK.CO

ilustrasi - sejumlah orang tua menolak MBG. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Badan Pangan Gizi Nasional masih getol melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski ada kejadian luar biasa (KLB) yakni ribuan siswa keracunan massal. Sejumlah aliansi meminta program tersebut dihentikan sementara dan dievaluasi menyeluruh.

Bahan MBG yang tak sesuai standar 

Vio (40) bersikeras menolak program MBG, setelah tahu menu yang diberikan oleh pemerintah itu membahayakan anaknya yang berkebutuhan khusus (ABK). Dokter mengimbau agar anak Vio yang berusia 11 tahun menjauhi makanan yang mengandung gluten maupun monosodium glutamat (MSG).

“Hampir tiga minggu menu MBG yang diberikan adalah biskuit warung, kacang koro, sama susu kotak yang isinya gluten, gula, preservative, MSG, casein,” kata Vio saat dihubungi Mojok, Minggu (28/9/2025).

“Itu racun buat anak saya, masak pagi-pagi sudah dikasih terigu, sugar spike,” lanjutnya.

Vio yang tak bisa memantau anaknya secara langsung, juga tidak bisa mempercayai guru di sana. Alih-alih melarang anaknya makan, sang guru malah membiarkan hal itu terjadi. Belum lagi, mereka sudah terlalu sibuk menghitung food tray.

Padahal selama ini Vio sudah lebih dari mampu memberikan anaknya sarapan yang sehat. Misalnya, brokoli, telur rebus dan ayam. Sayurnya pun masih segar, tidak seperti menu MBG. 

“Saya bahkan memfoto menu MBG tersebut. Yang saya lihat, sayurnya sudah layu dan hanya dikasih beberapa lembar. Ampuun!” Kata Vio.

Menu tidak lengkap program MBG. MOJOK.CO
ilustrasi paket MBG di salah satu sekolah Sleman, Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Mojok juga pernah menyambangi langsung salah satu SD di Sleman, Jogja dan melihat menu MBG di sana. Isinya sepotong tahu goreng, telur rebus, nasi, dan sekepal oseng putren. Bahkan, terdapat menu MBG yang hilang sebelum dibagikan, seperti telur rebus di salah satu tray milik siswa.

Keracunan massal tidak bisa dielak

Tak hanya Vio, kebijakan MBG juga ditolak oleh para ibu rumah tangga. Baru-baru ini, sekelompok ibu di Jogja melakukan aksi dengan membunyikan panci di bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka memprotes rentetan kasus keracunan massal akibat MBG yang terjadi di berbagai daerah.

Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mencatat ada 7.368 korban keracunan MBG per Jumat (25/9/2025). Terbanyak ada di Kabupaten Bandung Barat yang jumlahnya melebihi 500 orang.

Atas peristiwa tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, Prabowo menginstruksikan Dadan untuk meningkatkan tata kelola SPPG guna mencegah keracunan berulang. Prabowo juga meminta koki yang sudah terlatih serta melengkapi alat seperti rapid test, sterilisasi food tray, filter air, dan CCTV.

MBG seharusnya khusus kelompok menengah ke bawah

Di sisi lain, Praktisi Kesehatan Masyarakat Dokter Ngabila Salama turut menyorot kasus keracunan MBG. Ia menyebut jumlah itu terlalu banyak dan harus segera dievaluasi.

“Dua kasus orang dengan gejala keracunan makanan di suatu tempat sudah harus dikatakan kejadian luar biasa,” kata Ngabila melalui keterangan tertulis, Jumat (26/9/2025).

Ngabila sendiri tidak menolak program MBG karena memiliki tujuan yang baik. Pertama, memberi gizi atau nutrisi anak sekolah agar siap menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030 dan Indonesia Emas 2045. Kedua, menyediakan fisik dan mental calon orang tua khususnya ibu hamil.

Iklan
Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis MOJOK.CO
Cara unik ibu-ibu di Bundaran UGM Jogja memprotes program MBG dengan pukul panci. Sederhana tapi pesannya dalam dan ironis. (Khatibul Azizy Alfairuz/Mojok.co)

“Saya tidak setuju dana MBG diberikan ke orang tua, saya khawatir dibelanjakan rokok. Sebaiknya, prioritaskan betul MBG untuk kelompok paling membutuhkan,” kata Ngabila.

Ngabila menjelaskan prioritas MBG seharusnya diberikan kepada masyarakat dengan kelompok ekonomi menengah ke bawah. Tidak perlu ke sekolah elit sesuai dengan konsep isi piringku milik Kemenkes RI. 

“Isi piringku adalah setengah piring sayur dan buah, makin berwarna-warni makin bagus, setengah piring lainnya karbohidrat dan lauk tinggi protein hewani,” ujar Ngabila.

Tujuan mulia yang perlu dievaluasi menyeluruh

Kita tak bisa mengelak, jika tujuan MBG memang bagus. Bahkan membantu para siswa. Nevan (8) misalnya. Ia jarang sekali membawa bekal untuk makan siang atau sekadar sarapan di rumah. 

“Ibu sibuk kerja,” ucapnya, Selasa (21/9/2025) di SD Negeri Sinduadi Timur, Sleman, Jogja.

Bahkan, siswa di SD Negeri Sinduadi Timur itu mengaku uang sakunya lebih kecil dibanding teman-teman selainnya. Sehari-hari, ia hanya diberi uang Rp4 ribu per hari. Tidak cukup untuk membeli makanan berat di kantin.

Tak hanya Nevan, Nindi–teman sekelas Nizam juga mengaku tak pernah membawa bekal ke sekolah karena ada alasan tertentu yang melatarbelakanginya. Cerita lengkapnya bisa dibaca di sini.

Pada akhirnya, pemerintah tak perlu menghentikan program MBG secara permanen, tapi melakukan mekanisme pengawasan yang transparan. Sejumlah aliansi seperti Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) hingga Forum Komunikasi dan Informasi Gizi (FORKIZI) sepakat, agar pemerintah menghentikan sementara program MBG dan mengevaluasi program secara menyeluruh.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: MBG, Hidangan Negara yang Bikin Anak-Anak Tumbang: Gratis di Piring, Mahal di Nyawa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 29 September 2025 oleh

Tags: badan gizi nasionalbgnkasus keracunan mbgkeracunan MBGMBGprogram mbg
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO
Esai

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan
Sehari-hari

Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah

24 Februari 2026
UGM MBG Mojok.co
Kilas

Gadjah Mada Intellectual Club Kritisi Program MBG yang Menyedot Anggaran Pendidikan

28 November 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.