Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Slogan untuk Para Kumbang di Magelang: Kaum Jomblo di Kota Sejuta Bunga

Katanya kota sejuta bunga, tapi mana bunganya? Di Alun-alun memang banyak bunga, tapi itu kan plastik semua.

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
6 September 2014
A A
magelang kota bunga agus mulyadi cerita jomblo cerita lucu

magelang kota bunga agus mulyadi cerita jomblo cerita lucu

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sudah beberapa tahun terakhir ini, Kota Magelang gencar mempromosikan slogan baru, “Magelang Kota Sejuta Bunga”. Apa artinya?

Sudah beberapa tahun terakhir ini, Kota Magelang gencar mempromosikan slogan baru, “Magelang Kota Sejuta Bunga”. Slogan Magelang sebelumnya adalah “Magelang Harapan”, yang merupakan akronim dari Hidup, Aman, Rapi, Asri dan Nyaman.

Pergantian slogan baru ini konon mengacu pada Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Magelang yang berorientasi pada terwujudnya Kota Magelang sebagai kota yang bersih, indah, tertib, dan nyaman.

Ndilalah, bunga dianggap sebagai simbol yang pas untuk merepresentasikan kebersihan, keindahan, ketertiban dan kenyamanan. Pemilihan bunga ini juga didukung oleh fakta sejarah, bahwa sejak zaman kolonial Kota Magelang telah dikenal dengan sebutan Tuin Van Java (kebun atau tamannya tanah Jawa). Maka diputuskanlah “Magelang Kota Sejuta Bunga” sebagai brand kota Magelang yang baru.

Entah bagaimana, slogan baru ini sangat cepat menyebar dan menjadi sangat populer. Sayangnya, slogan ini tak diimbangi dengan penanaman bunga yang cukup masif di beberapa taman kota dan tempat-tempat strategis lainnya. Sehingga slogannya terasa sangat rancu.

Beberapa kawan luar kota yang berkunjung ke Magelang bahkan sampai ada yang protes sama saya, “katanya kota sejuta bunga, tapi mana bunganya? Di Alun-alun memang banyak bunga, tapi itu plastik semua,” saya pun hanya bisa nyengir penuh kemakluman.

Protes orang luar kota sebenarnya cukup lumrah. Jangankan orang luar, lha wong yang orang Magelang sendiri pun banyak yang masih gagal paham dengan slogan baru tersebut, sampai-sampai dulu di awal kemunculannya, banyak yang memplesetkan “Magelang Kota Sejuta Bunga” menjadi “Magelang Kota Sejuta Kimcil”.

Slogan Magelang Kota Sejuta Bunga juga cukup membuat saya kewalahan. Karena banyak sekali kawan atau kenalan yang bertanya, tentang asal muasal serta filosofi slogan baru ini kepada saya. Mungkin tak terlepas karena nama akun twitter saya, @AgusMagelangan, sehingga banyak yang mengira saya serba tahu soal Magelang, padahal belum tentu.

Biasanya kalau ada yang tanya soal penjelasan slogan ini, saya langsung jawab dengan lugas, “aku ora ngerti, kuwi urusane Pak Walikota!” (Aku tidak tahu, itu urusannya Pak Walikota!).

Bagi saya, itu jawaban yang paling aplikatif, karena saya paling malas kalau harus menjawab pertanyaan ini. Alasannya dua.

Pertama, karena saya butuh waktu yang cukup lama dengan penjelasan yang lumayan njlimet untuk menerangkan asal-muasalnya.

Kedua, saya sejatinya bukan berasal dari kota Magelang, melainkan dari Kabupaten Magelang, sehingga secara geografis, saya tidak punya beban moral ataupun kewajiban untuk menjelaskan soal yang bagi saya sangat remeh ini (slogan Kabupaten Magelang adalah “Magelang Gemilang”).

Paling males lagi kalau sampai ada yang menanyakan sangkut paut antara slogan kota ini dengan nasib asmara saya, “katanya Magelang Kota Sejuta Bunga, kok sampai sekarang sampean masih belum punya pacar?”

Verdomme! Itu pertanyaan sengak yang selalu sukses membuat saya gregetan. Ayolah, Magelang memang kota sejuta bunga, tapi ingat, kumbangnya ada dua juta.

Iklan

BACA JUGA Pledoi Truk Boks dan Sandal Joger sebagai Jomblo Abadi dan ESAI lainnya.

Terakhir diperbarui pada 11 Oktober 2021 oleh

Tags: bungajomblomagelang
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Pamong cerita di Borobudur ikuti pelatihan hospitality. MOJOK.CO
Hiburan

Kemampuan Wajib yang Dimiliki Pamong Cerita agar Pengalaman Wisatawan Jadi Bermakna

16 Desember 2025
5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang
Pojokan

5 Hal yang Lumrah di Bekasi tapi Nggak Bisa Ditemukan di Muntilan Magelang

20 Oktober 2025
Pengunjung menikmati Borobudur Sunrise di Magelang. (Doc. InJourney)
Kilas

Pengalaman Wisatawan Menikmati Borobudur Sunrise, Datang dari Subuh untuk Melihat Rona Matahari Jingga

20 Oktober 2025
4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan
Pojokan

4 Hal Tidak Menyenangkan di Magelang buat Kapok Wisatawan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
MY Lawson, aplikasi membership yang beri ragam keuntungan ke pengguna MOJOK.CO

Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan

10 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.