Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Walhi Ajak Pilih Pemimpin yang Sadar Isu Lingkungan

Kenia Intan oleh Kenia Intan
3 Februari 2023
A A
walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Ilustrasi kerusakan hutan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO –  Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengajak pemilih untuk mendukung pemimpin yang sadar lingkungan. Rakyat punya pengaruh yang besar untuk menciptakan perubahan di pemerintahan.

Direktur Eksekutif Nasional Walhi Zenzi Suhadi mengajak pemilih mencoblos pemimpin yang peduli dengan isu lingkungan, baik di tingkat legislatif maupun eksekutif. 

“Saya tidak akan merekomendasikan memilih siapa, tapi saya rekomendasikan jangan pilih para pelaku penjahat lingkungan,” kata dia seperti dikutip dari Indopos.co.id, Selasa (31/1/2023). 

Kesadaran ini perlu ditanamkan. Berkaca dari pengalaman selama ini, mereka yang duduk di kursi-kursi pemerintahan masih kurang peka terhadap isu lingkungan. Ambil contoh, siapapun presiden yang terpilih masih mendukung sektor tambang, sawit, dan kayu. Sepengamatannya, selama ini pemerintah justru menjadi instrumen bisnis, bukannya bisnis yang menjadi instrumen negara dalam pembangunan. 

Pokja Politik Walhi M Islah menambahkan, 2023 adalah tahun krusial sebelum pesta demokrasi benar-benar digelar tahun depan. Pemimpin yang peduli dengan lingkungan sangat dibutuhkan. Apalagi, perubahan iklim di Indonesia bukan isu lagi, tetapi sudah nyata terjadi dan sedang dihadapi.

Ia pun berharap partai politik (parpol) sudah mempersiapkan calon yang memiliki visi misi terhadap lingkungan. Keberlanjutan lingkungan lebih penting dibanding mencari keuntungan. Sementara, masyarakat jangan sampai terpecah belah. Masyarakat perlu perkuat solidaritas. 

“Kuncinya tetap ada di rakyat Indonesia, pilih parpol yang berbobot. Jalankan Pemilu dengan baik, jujur, dan adil.” kata Islah dikutip dari Tempo.co, Selasa (31/1/2023). 

Senada, Antropolog Suraya A. Afiff berpendapat, masyarakat sebenarnya tidak sekadar memilih saat pesta demokrasi. Rakyat perlu terlibat lebih dari itu karena pemerintahan tidak akan berubah kecuali ada desakan. 

“Semua harus memahami bahwa aktivisme tak hanya Non-Government Organization (NGO), tetapi juga semua elemen masyarakat dapat menjadi aktivis. Siapapun bisa menjadi aktivis.” kata akademisi UI tersebut. 

Menawarkan resolusi

Walhi juga menawarkan beberapa resolusi yang akan menjadi agenda bersama menjelang pesta demokrasi 2024: 

Pertama, perbaikan sistem legislasi yang berpihak pada pemulihan lingkungan hidup, penegakan HAM dan demokrasi. RUU Perubahan Iklim perlu menjadi perhatian serius negara dalam memastikan keselamatan rakyat dari bencana iklim.

Kedua, penegakan hukum sektor lingkungan dan sumber daya alam (SDA). Berkaca dari kejadian selama ini, banyaknya kejahatan lingkungan dan perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh korporasi adalah dampak dari lemahnya penegakan hukum sektor lingkungan dan SDA. 

Ketiga, Ekonomi Nusantara sebagai jalan pemulihan lingkungan, pemulihan hak rakyat, dan memperkecil ketimpangan akses kesejahteraan.

Keempat, menciptakan ekosistem Ekonomi Nusantara. Harapannya, ada kesatuan sistem yang pada akhirnya mendukung rantai nilai Ekonomi Nusantara mulai dari produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. Semuanya itu dilakukan dengan model corak produksi Wilayah Kelola Rakyat.

Iklan

Kelima, Akademi Ekologi secara filosofis dibangun meneruskan tradisi dan kekayaan pengetahuan lokal yang ada di nusantara. Akademi Ekologi tidak ditempatkan sebagai alat komersialisasi pengetahuan.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Perubahan Iklim: Ancamannya Nyata, tapi Kita Masih Tutup Mata

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2023 oleh

Tags: lingkunganPemilu 2024pemimpinperubahan iklimwahana lingkungan hidupwalhi
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10
Video

7 Ciri Pimpinan yang Menjengkelkan dan Tidak Profesional | Semenjana Eps. 10

3 April 2025
Pabrik Semen, Pracimantoro, Wonogiri.MOJOK.CO
Ragam

Pabrik Semen Mengancam Wonogiri, Bisa Hancurkan Sumber Air dan Bentang Karst

23 Januari 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Katanya Beragama dan Pecinta Alam, Tapi Kok Buang Sampah Sembarangan?
Video

Katanya Beragama dan Pecinta Alam, Tapi Kok Buang Sampah Sembarangan?

4 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.