Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Strategi Zigzag Kerek Keterwakilan Perempuan di Parlemen, Kok Bisa? 

Kenia Intan oleh Kenia Intan
5 Februari 2023
A A
keterwakilan perempuan

Ilustrasi keterwakilan perempuan di parlemen (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO  – Strategi zigzag dalam penetapan nomor urut bisa kerek keterwakilan perempuan di parlemen. Komitmen partai politik memainkan peran penting sebab pemberian nomor urut ada di tangan mereka. 

 Mantan anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari menyarankan partai politik (parpol) menerapkan strategi zigzag dalam penetapan nomor urutnya. Ini diperlukan untuk memenuhi keterwakilan perempuan. Asal tahu saja, undang-undang menyatakan minimal ada satu calon legislatif perempuan (caleg) di antara tiga kandidat.

“Kuncinya di partai politik. Kalau partai politiknya mempunyai komitmen tinggi, maka dia akan pakai strategi zigzag,” jelas Eva seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (5/1/2023). 

Apabila strategi ini diterapkan, besar kemungkinan caleg perempuan mendapatkan nomor-nomor awal seperti 2, 4, 6, dan seterusnya. Nomor awal menjadi penting mengingat caleg yang biasa terpilih menyandang nomor 1 hingga 3.

Puskapol UI sempat melakukan penelitian terkait hal ini pada 2019. Sebanyak 48 persen caleg terpilih perempuan berada di posisi nomor satu. Sementara itu, sebanyak 68 persen caleg terpilih laki-laki juga berada di nomor satu. Adapun caleg perempuan yang terpilih itu memang memiliki latar belakang aktivis politik, jumlahnya hingga 53 persen. Sementara sisanya memiliki afiliasi dengan kekerabatan politik seperti keluarga, dinasti, atau klan.

Eva mencermati, caleg perempuan sebenarnya selama ini mengalami kekerasan simbolik dengan ditempatkan di nomor-nomor belakang. Oleh karenanya tidak mengherankan jika keterwakilan perempuan di parlemen masih belum memenuhi kuota dari tahun ke tahun.  

 “Padahal parpol punya kesempatan untuk membuat terobosan,” kata Eva. Ia sungguh menyayangkan parpol yang seolah tidak memiliki komitmen dan strategi untuk meningkatkan keterwakilan perempuan. 

“Prospek perempuan kalau tidak ada sistem pemilu yang diubah, dan kemudian ada kebijakan zigzag, ya akan terus-menerus seperti ini,” imbuh dia. 

Ia mencontohkan Amerika Latin dan Skandinavia yang berupaya meningkatkan representasi perempuan di politik dengan menerapkan strategi zigzag. Dua wilayah itu juga memberlakukan sistem pemilihan tertutup yang memberi ruang bagi pemenuhan kuota keterwakilan perempuan dalam parlemen.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Eva Kusuma Sundari Ungkap Alasan di Balik Tumpulnya Kebijakan Pro Perempuan

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2025 oleh

Tags: eva k sundarieva sundariketerwakilan perempuannomor urutparpolPemilu 2024Zig zag
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Kabar

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.