Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Sepanjang 2022, Porsi Perempuan Muncul di Media Hanya 14 Persen

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
26 Januari 2023
A A
survei Indonesia Indicator tentang perempuan muncul di media mojok.co

Ilustrasi survei pemberitaan perempuan di media (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK- Sepanjang 2022, porsi pemberitaan mengenai perempuan, baik dari segi figur maupun isu, hanya sebesar 14 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa media belum bisa merepresentasikan kesetaraan gender dalam pemberitaan mereka.

Temuan tersebut dipaparkan oleh Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang. Berdasarkan riset yang dilakukan lembaga surveinya sepanjang tahun 2022, porsi kemunculan perempuan dalam pemberitaan media hanya berkisar antara 11-14 persen.

Indikator yang digunakan adalah seberapa banyak perempuan dimunculkan. Baik dari segi figur, isu, maupun kutipan-kutipan yang dimasukkan dalam berita.

“Saat kita membicarakan kesetaraan gender, bahwa perempuan harus punya ruang yang sama, ternyata di media belum tergambarkan,” papar Rustika, dalam podcast politik Nagara Institute yang tayang di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Rabu (25/1/2023).

Bahkan, dari sekian minimnya sorotan, perempuan yang berasal dari latar belakang elite politik masih menjadi figur yang paling banyak dimunculkan.

Perempuan yang muncul di media

Dari 20 daftar nama teratas, 10 di antaranya punya relasi politik: 5 orang dari kementerian, 2 orang politisi legislatif, 1 orang kepala daerah, dan dua orang istri pejabat. Sementara sisanya adalah artis, atlet, hingga tersangka kejahatan.

Sebagai contoh, kata Rustika, sepanjang 2022 Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi figur perempuan yang paling banyak dimunculkan media. Tindak-tanduk hingga pernyataan-pernyataan anggota dewan ini menjadi yang paling sering dikutip.

Menurutnya, sosok Puan yang merupakan anak Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri menjadi alasan mengapa ia jadi figur perempuan yang paling sering muncul di media.

“Framing media yang menempatkannya sebagai Capres 2024, harus diakui juga menjadi faktor lain, mengapa banyak media memunculkannya,” sambungnya.

Sementara Putri Candrawathi dan penyanyi Lesti Kejora, juga mendominasi pemberitaan media sepanjang 2022. Indonesia Indicator mencatat, nama istri Ferdy Sambo itu muncul dalam 83 ribu pemberitaan, sementara 53 pemberitaan menyorot isu KDRT yang dialami Lesti Kejora.

“Artinya apa? Pemberitaan mengenai perempuan lebih banyak disorot dari segi dramanya. Media kita dan masyarakat kita masih menyukai sesuatu yang sensasional,” tandasnya.

Politisi muda

Selain itu, Rustika juga memaparkan bahwa Indonesia Indicator juga telah memetakan daftar politisi muda terpegah (atau terpopuler) yang paling sering dikulik media. Kategori muda, sebagaimana diidentifikasi lembaga ini, adalah politisi yang berumur di bawah 40 tahun.

Dari 20 nama politisi muda yang dipetakan Indonesia Indicator, tidak ada satupun perempuan yang muncul. Rata-rata daftar nama yang dimunculkan, mayoritas merupakan kepala daerah, baik itu gubernur, bupati, maupun wali kota.

Adapun, lima daftar teratas politisi muda yang paling sering dimunculkan media, antara lain Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dan Gubernur Sumbar Audy Joinaldy.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Ruang Digital dan Partisipasi Politik Perempuan

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2023 oleh

Tags: Indonesia IndicatorLembaga Surveipemberitaan perempuanPemilu 2024politisi perempuan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Cerminan pemberdayaan dan kontribusi nyata perempuan di Kota Semarang MOJOK.CO

Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.