Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Representasi Perempuan di Daerah, Sulawesi Paling Tinggi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Desember 2022
A A
representasi perempuan mojok.co

Ilustrasi anggota parlemen (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Representasi perempuan di parlemen pusat tercatat sebanyak 20,52 persen dari total 575 kursi di DPR RI. Angka ini naik dari periode sebelumnya, meski masih di bawah target yang ditentukan, yakni 30 persen keterwakilan. Bagaimana kondisinya di parlemen daerah?

Tingkat keterwakilan di parlemen daerah pun juga cukup beragam. Ada yang sudah memenuhi target, bahkan melebihi, tapi tidak sedkit juga yang masih jauh dari harapan. Beberapa daerah malah ditemukan tidak ada perwakilan perempuan alias nol representasi. Lalu, bagaimana persebarannya?

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), per bulan November 2022 tercatat ada 30 kabupaten/kota yang telah mencapai target 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen daerah. Bahkan, di antaranya ada yang mencapai hampir 50 persen.

Pulau Sulawesi, menjadi wilayah dengan persebaran representasi perempuan terbesar. Tercatat ada enam kabupaten/kota di Sulawesi yang melampaui capaian 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen daerah.

Dari wilayah-wilayah yang masuk daftar, Minahasa meraih angka tertinggi yakni 48,57 persen. Dengan capaian hampir 50 persen ini, Minahasa menjadi kabupaten/kota dengan representasi perempuan tertinggi di parlemen daerah se-Indonesia.

Selain Minahasa, ada pula Kolaka Timur, Kota Manada dan Kota Tomohon, yang ketiganya meraih 40 persen. Selanjutnya, terdapat Kota Tanjung Pinang (36,67 persen) dan Bolaang Mongondow (33,33 persen) sebagai daftar wilayah dengan representasi perempuan terbanyak dalam perlemen daerah.

Sedangkan untuk provinsi-provinsi lain, persebarannya cenderung merata dan dinamis—meski banyak yang belum mencapai angka 30 persen. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), misalnya, tingkat keterwakilan perempuan di DPRD hanya sebesar 20 persen. Sementara di tingkat kabupaten/kota, presentasenya beragam: Kota Yogyakarta sebesar 15 persen, Sleman 28 persen, Gunungkidul 24 persen, Kulonprogo 20 persen, dan Bantul Cuma 8 persen.

Sementara itu, ditemukan juga bahwa masih banyak kabupaten/kota yang suara perempuan di parlemennya masih sangat sedikit. Bahkan, tidak ada sama sekali alias nol representasi. Sejauh ini, tercatat ada 18 kabupaten/kota yang tidak memiliki perwakilan perempuan di parlemen daerah.

Adapun, kabupaten/kota ini antara lain Tambrauw, Solok Tengah, Sumba Selatan, Rote Ndao, Penukal Arab Lamatang Ilir, Padang Pariaman, Natuna, Nagekeo, Maybrat, Lembata, Kota Sungai Penuh, Kep. Sula, Kep. Mentawai, Kayong Utara, Intan Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Bengkulu Selatan.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Kursi Perempuan di DPR Alami Peningkatan di Pemilu 2019, Bagaimana Sebarannya?

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2022 oleh

Tags: parlemenparlemen daerahPemilu 2024perempuanrepresentasi perempuansuara politik perempuan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Derita punya pasangan hidup sandwich generation apalagi bonus mertua toxic MOJOK.CO

Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

5 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh” MOJOK.CO

Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”

31 Januari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.