Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Politik Meja Makan dalam Pertemuan Prabowo-Gibran

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
25 Mei 2023
A A
prabowo gibran mojok.co

Ilustrasi Gibran (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dosen Ilmu Politik UGM Arga Pribadi Imawan menyebut ada politik meja makan dalam pertemuan Prabowo-Gibran. Konsep ini memang lazim digunakan dalam lobi-lobi politik di Indonesia.

Jumat (19/5/2023) lalu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjamu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Solo.

Meski belum jelas apa yang menjadi pembahasan, kata Arga, pertemuan ini makin memperlihatkan kecenderungan elite politik Indonesia dalam melakukan lobi-lobi politik. Yakni melalui “politik meja makan”.

Politik meja makan buat posisi elite setara

Kepada Mojok, Arga menjelaskan bahwa dalam konteks politik Indonesia, sebenarnya ada banyak hasil keputusan politik yang bermula “dari atas meja makan”. Istilah ini merujuk pada soft diplomacy, yang mana negosisasi politik dilakukan secara informal melalui obrolan-obrolan dalam jamuan makan.

Kata dia, keputusan-keputusan penting banyak yang tidak bermula dari pertemuan-pertemuan formal, misalnya melalui rapat atau penandatanganan MoU. Negosiasi politik, banyak yang dilakukan secara informal di atas meja makan.

“Jika kita perhatikan, ada banyak hasil keputusan politik yang bermula dari meja makan,” kata Arga, Selasa (23/5/2023).

Menurutnya, konsep ini menjadi paling sering elite gunakan karena secara psikologis, meja makan menempatkan mereka dalam posisi setara. Artinya, tidak ada elite yang lebih powerful, ataupun lebih lemah.

Dalam konteks pertemuan Prabowo dan Gibran, keduanya punya posisi setara. Meski kita tahu Prabowo adalah capres usungan Partai Gerindra, dan Gibran merupakan politisi muda dari PDIP.

Pada akhirnya, sambung Arga, posisi setara inilah yang bikin para elite lebih leluasa dalam menyampaikan kepentingannya dalam pertemuan itu. Dibanding jika mereka membahasnya dalam pertemuan formal.

“Alhasil, negosiasi pun lebih cair, dan keputusan politik hadir setelahnya,” ujarnya.

Pertemuan Prabowo dan Gibran juga mengindikasikan adanya office-seeking. Konsep ini merujuk pada pendekatan koalisi, partai politik, maupun elite politik, antara satu dengan yang lain, yang tujuan akhirnya adalah untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Hal ini terlihat dengan Prabowo, yang menjadi mantan kompetitor Jokowi, melakukan konsolidasi dengan Gibran—putra Jokowi sekaligus kader PDIP.

“Apa yang dilakukan Prabowo dan Gibran sudah sangat jelas merujuk pada konsep tersebut. Meskipun, tujuan akhirnya masih belum jelas, apakah ini terkait dengan cawapres atau sekadar konsolidasi dukungan terhadap pencapresan Prabowo,” pungkasnya.

Gibran dan Jokowi terkenal dengan politik meja makan

Gibran memang terkenal sebagai politisi muda yang kerap menggunakan cara-cara politik meja makan.

Iklan

Sebelum pertemuan terbarunya dengan Prabowo, Wali Kota Solo ini beberapa kali malah mengunggah foto saat sedang makan bersama para tokoh politik maupun pejabat pemerintahan Indonesia. Seperti, saat bersama Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, hingga Puan Maharani.

Bahkan, ayahnya, yakni Jokowi sendiri memang terkenal sebagai politisi yang andal melakukan lobi ala-ala politik meja makan. Jokowi, kerap menjadikan meja makan sebagai tempat berdiplomasi saat terjadi konflik dengan masyarakat.

Misalnya, ketika di Solo, ia sukses menertibkan pedagang kaki lima (PKL) dengan berdiplomasi di atas meja makan. Cara serupa juga ia pakai saat ingin merelokasi warga penghuni Waduk Pluit ke Rusun Marunda.

Bahkan, di level pemerintahan, Jokowi berhasil menepis ketidakharmonisan eksekutif dan legislatif melalui soft diplomacy di atas meja makan.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pertemuan Gibran-Prabowo Tak Menyiratkan Jokowi Bermain Dua Kaki, Ini Penjelasan Pakar

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2023 oleh

Tags: Gibran Rakabumingpolitik meja makanPrabowo Subianto
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.