Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Pertemuan Gibran-Prabowo Tak Menyiratkan Jokowi Bermain Dua Kaki, Ini Penjelasan Pakar

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Mei 2023
A A
gibran prabowo mojok.co

ilustrasi Presiden Jokowi (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Banyak yang menilai pertemuan Gibran dan Prabowo di Solo pekan lalu menyiratkan dukungan Presiden Jokowi dan Wali Kota Solo tersebut pada pencapresan Prabowo. Namun, pakar politik berkata lain, seperti apa?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjamu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Angkringan Omah Semar, Solo, pada Jumat (19/5/2023) pekan lalu.

Iklan

Tak sekadar pertemuan, putra pertama Jokowi ini diketahui juga mengumpulkan para relawannya di lokasi tersebut. Bahkan, relawan Gibran menyatakan dukungan kepada Prabowo untuk menjadi capres di Pemilu 2024 mendatang.

Banyak media nasional dan sejumlah pakar membaca pertemuan ini sebagai manuver Jokowi yang bermain dua kaki dalam Pilpres kali ini. Dalam hal ini, memberikan dukungan pada Prabowo Subianto maupun Ganjar Pranowo.

Kendati demikian, peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati menyebut bahwa sangat riskan jika Jokowi bermain dua kaki.

Perlu diketahui, hingga saat ini status Jokowi adalah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sementara partai berlogo banteng itu telah mendeklarasikan Ganjar sebagai calon presiden mereka.

“Artinya, akan ada konsekuensi yang didapat oleh Jokowi jika ia mendukung calon presiden dari partai lain,” ujar Wasisto, saat dihubungi Mojok, Selasa (23/5/2023).

Ini bahkan sudah terlihat dengan pemanggilan Gibran oleh DPP PDIP sehari setelah pertemuan tersebut. Kendati akhirnya Gibran tak disanksi, tapi ini telah mengindikasikan bahwa PDIP bisa bertindak tegas kepada kader yang menyalahi aturan partai, sekalipun itu Jokowi.

“Partai punya aturan tegas, apalagi soal pencapresan. Jadi, risiko besar jika Jokowi mendukung capres selain dari PDIP,” sambungnya.

Bisa mencederai banyak hal

Senada dengan Wasisto, peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan menegaskan bahwa seandainya Jokowi memberikan dukungan pada salah satu capres, maka ini akan mencederai banyak hal.

Hal tersebut terkait posisi Jokowi yang hingga saat Pilpres berlangsung masih berstatus sebagai presiden Indonesia.

“Seandainya Jokowi mendukung salah satu capres, baik itu Ganjar maupun Prabowo, ini justru akan rawan kecurigaan terkait independensi pemilu maupun indikasi kecurangan dan sebagainya,” tutur Rafif, Selasa (23/5/2023).

“Artinya, sulit untuk melihat Jokowi bermain dua kaki,” ia menyambung.

Lebih lanjut, Rafif juga menambahkan bahwa tanpa pertemuan Gibran- Prabowo sekalipun, sebenarnya suara simpatisan Jokowi memang telah terbelah. Ada yang mendukung Ganjar, dan tak sedikit yang memilih Prabowo.

Artinya, tanpa bermain dua kaki sekalipun, banyak pendukung Jokowi yang akan nyoblos Prabowo.

Kata Rafif, hal ini dipengaruhi dua hal. Pertama, citra Prabowo sudah berubah sejak masuk kabinet Jokowi. Dulu sebagai kompetitor, kini sebagai rekan politik.

Sementara faktor kedua adalah ciri khas Jokowi yang memang menarik. Di satu sisi, Jokowi merupakan sosok nasionalis yang mewakili PDIP. Tapi di sisi lain, ia juga mewakili gagasan pembangunan Golkar maupun ide-ide islamis ala PPP.

“Jadi, Jokowi terkesan lebih cair untuk dipilih oleh kelompok manapun. Tanpa pertemuan itu, suara pendukungnya pun telah terpecah,” pungkasnya.

Iklan

Gibran tak mewakili posisi Jokowi

Sementara itu, dosen Departemen Politik dan Pemerintahan UGM, Arga Pribadi Imawan, juga merasa sangsi Jokowi bermain dua kaki.

Menurutnya, argumen yang menyebut pertemuan Gibran-Prabowo menyiratkan indikasi permainan dua kaki Jokowi tidaklah kuat. Sebab, meski punya hubungan kekeluargaan, Gibran tak serta merta mewakili pandangan Jokowi.

“Meski satu keluarga, masing-masing tokoh pasti punya rasionalitas sendiri-sendiri,” kata Arga kepada Mojok.

Hal tersebut bisa dilihat, salah satunya, mengingat saat ini Gibran sudah masuk dalam jajaran elite nasional. Perlu diketahui, baru beberapa tahun terakhir Gibran masuk dunia politik dan langsung terpilih sebagai Walikota Solo.

Artinya, sebagai politisi muda, ia begitu menjanjikan.

Bahkan, selain mewakili anak muda, ia juga digadang-gadang bakal menjadi pemimpin di masa depan bagi Indonesia. Alhasil, aspek dan citra inilah yang harus dirawat serta dijaga oleh Gibran.

“Maka kemudian seandainya secara keputusan Gibran masih berada di bawah bayang-bayang Jokowi, ini akan memengaruhi elektabilitasnya nanti,” tambah Arga.

“Dengan demikian, apa yang dilakukan Gibran ini murni atas dasar rasionalitasnya sendiri, dan tidak mewakili pandangan Jokowi,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Blak-blakan Gus Muhaimin Iskandar Terkait Keretakan Hubungan dengan PBNU: Gus Yahya Sudah Benar

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2023 oleh

Tags: Gibran RakabumingjokowipdipPrabowo Subianto
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
UMKM, UKM.MOJOK.CO

Pemkot Jogja Buru “DNA” 18.000 Usaha Kecil untuk Basis Data Tunggal 2026 demi Kebijakan Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.