Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

PMII Organisasi Tempat Cak Imin Berpolitik Mula-mula

Kenia Intan oleh Kenia Intan
29 Agustus 2023
A A
PMII atau Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia punya peran besar dalam karir politik Cak Imin.

PMII atau Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia punya peran besar dalam karir politik Cak Imin (PMII.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PMII atau Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia punya peran besar dalam karir politik Cak Imin. Di PMII, Cak Imin belajar berorganisasi dan berpolitik mula-mula.

Abdul Muhaimin Iskandar atau lebih terkenal sebagai Cak Imin bukan sosok yang baru di dunia politik. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi-posisi penting seperti Wakil Ketua MPR RI (2018-2019) dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2009-2014).

Karir cemerlang Cak Imin tidak terlepas dari pengalamannya menggeluti dunia politik. Sejak duduk di perguruan tinggi, Cak Imin sudah mengasah pengalamannya berpolitik di berbagai organisasi.

Tempat Berpolitik Mula-mula

Bibit-bibit politik Cak Imin terlihat sejak ia berkuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Cak Imin muda aktif di berbagai organisasi seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta, dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Di organisasi yang terakhir, PMII, Cak Imin masih menjadi Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Cak Imin memang dekat dengan organisasi-organisasi bernapas Islam. Mungkin latar belakangnya yang lekat dengan pondok pesantren menjadi salah satu sebabnya. Asal tahu saja, ayah Cak Imin yang bernama Muhammad Iskandar adalah dzurriyah Pondok Pesantren Manbaul Ma’arif, Jombang, Jawa Timur.

PMII merupakan salah satu organisasi yang berpengaruh banyak dalam kehidupan Cak Imin muda. Bagaimana tidak, sebagian besar waktu saat kuliah ia habiskan di organisasi itu. Perjalanannya dimulai dari menjadi Ketua Korps FISIPOL PMII UGM pada 1988. Kemudian ia menjadi Ketua Umum PMII Cabang Yogyakarta (1991-1997). Di saat yang hampir bersamaan ia menjadi Ketua Umum Pengurus Besar PMII (1994-1997).

Organisasi itu yang membuka jalan Cak Imin ke kontestasi politik nasional. Bersama senior NU lain mendirikan PKB. Ia pun langsung dipercaya menjadi Sekretaris jendral pada 1998.

PMII dan NU

PMII adalah organisasi gerakan dan kaderisasi yang berlandaskan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Organisasi ini sudah berdiri di Surabaya pada 17 April 1960 di Surabaya Dengan kata lain, sudah lebih dari setengah abad PMII eksis di Indonesia.

PMII bermula dari adanya hasrat kuat mahasiswa Nahdliyin untuk membentuk suatu wadah (organisasi) mahasiswa yang berideologi Aswaja. Sebelum ada PMII sebenarnya sudah ada organisasi mahasiswa Nahdliyin, tapi masih bersifat lokal. Beberapa di antaranya, Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU), Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU), Persatuan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PMNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Walau sudah ada wadah-wadah itu, keinginan untuk memiliki organisasi mahasiswa Nahdliyin secara nasional tetap tidak terbendung.

Saat berdiri di 1960, PMII merupakan Badan Otonom (Banom) NU sebagai induk organisasi. Struktur itu bertahan hingga 1972. Selepas itu, PMII menyatakan sebagai organisasi independen atau tidak berafiliasi dengan organisasi manapun. Pernyataan tersebut termuat dalam Deklarasi Murnajati pada tanggal 14 Juli 1972 di Murnajati Lawang Malang Jawa Timur.

Akan tetapi, menyadari kultur dan historis PMII tidak bisa dipisahkan dengan NU, pada Kongres X tanggal 27 Oktober 1991 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta dideklarasikan posisi Interdependensi PMII-NU. Artinya, PMII dan NU tidak saling mengintervensi secara struktural dan kelembagaan, tetapi memiliki visi dan tujuan yang sama. Mempertegas struktur hubungan ini, muncul Implementasi Interdependensi PMII-NU saat Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PB PMII di 24 Desember 1991 di Cimacan, Jawa Barat.

Melansir dari laman resminya, PMII sudah memiliki 25 Pengurus Koordinator Cabang (PKC), 231 Pengurus Cabang (PC) dan 1.664 Pengurus Komisariat (PK). Di tingkat Pengurus Rayon atau PR, jumlahnya mencapai 5.115.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Mengenal GMNI dan HMI, Organisasi Ekstra Kampus yang Diikuti Ganjar dan Anies Saat Mahasiswa 
Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2023 oleh

Tags: Cak IminPemilu 2024PMII
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO
Kampus

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Hal-hal menyebalkan yang melekat pada mahasiswa UIN MOJOK.CO
Kampus

Jadi Mahasiswa UIN Merasa Rendah Diri karena Kena Banyak Label Menyebalkan

13 Mei 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.