Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Elektabilitas Ganjar Kembali Menanjak, tapi Prabowo Bakal Menang jika Head to Head

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
21 Agustus 2023
A A
elektabilitas ganjar mojok.co

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hasil survei terbaru Litbang Kompas menunjukkan bahwa elektabilitas capres usungan PDIP, Ganjar Pranowo, kembali menanjak. Tingkat keterpilihan Ganjar berada di angka 24,9 persen; sementara  Prabowo Subianto 24,6 persen dan Anies Baswedan 12,7 persen.

Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu berhasil rebound setelah pada Mei 2023 lalu turun ke angka 22,8 persen. Hasil ini pun sekaligus mendekati elektabilitasnya pada Januari 2023 lalu yang berada di angka 25,3 persen.

“Meskipun tidak terlalu signifikan, tren kenaikan ini dapat berpengaruh terhadap pergerakan politik ke depan. Terlebih, selama tiga bulan terakhir nyaris tidak ada pergerakan suara yang signifikan pada Prabowo. Elektabilitas Prabowo tercatat hanya berubah naik 0,1 persen dari Mei 2023,” tulis hasil survei tersebut, Senin (21/8/2023).

Bahkan, dalam simulasi 10 capres, lima capres, dan tiga capres, posisi Ganjar juga masih di atas. Dalam skema 10 capres, Ganjar mendapatkan 29,6 persen. Sementara Prabowo 27,1 persen dan Anies 15,2 persen.

Adapun dalam simulasi lima capres, Ganjar memperoleh 31,8 persen. Di atas Prabowo yang mendapat 27,8 persen dan Anies 15,6 persen. Sementara dalam skema tiga nama, Ganjar memperoleh 34,1 persen, sedangkan 31,3 persen untuk Ketua Umum Gerindra dan 19,2 persen untuk Anies

“Hasil tersebut menunjukkan bahwa hanya suara Ganjar yang tampak menanjak,” kata Litbang Kompas.

Tapi Prabowo menang head to head

Meskipun Ganjar unggul elektabilitas, ini belum bisa jadi jaminan untuk bersantai. Sebab, jika menggunakan sistem head to head, akumulasi suara Prabowo menanjak dan menjadikannya memenangkan pertarungan.

Seperti ditulis Litbang Kompas, jika pemilihan presiden digelar saat survei dilakukan dan Ganjar hanya head to head dengan Prabowo, sang Menhan unggul atas Ganjar. Ia berhasil memperoleh 52,9 persen, sedangkan capres PDIP itu hanya 47,1 persen.

“Perolehan itu semakin memperlebar jarak keterpilihan [head to head] Prabowo dengan Ganjar yang pada Mei 2023 sebesar 2,2 persen menjadi 5,8 persen saat ini,” tulis laporan itu.

Sementara jika berhadapan dengan Anies, Prabowo unggul dengan selisih angka yang besar. Prabowo mendapatkan 65,2 persen, sedangkan eks Gubernur DKI Jakarta itu 34,8 persen. Jarak keduanya yang saat ini 30,4 persen lebih lebar dari sebelumnya, yakni 24 persen.

Dari skema head to head, Ganjar pun hanya unggul atas Anies. Survei menunjukkan Ganjar memperoleh 60,1 persen dan Anies 39,9 persen. Selisihnya hanya berubah tipis dari survei pada Mei 2023 yang mendapat angka 19,8 persen.

Halaman selanjutnya…

Alasan Prabowo unggul jika head to head

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2023 oleh

Tags: Elektabiltas Ganjarganjar pranowoPemilu 2024Prabowo SubiantoSurvei Litbang Kompas
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Aktual

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Aktual

MBG Jadi “Skandal Besar”, tapi Pemerintah Seolah Lepas Tangan: Kudu Dihentikan Sementara dan Dievaluasi Total

17 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Gagal seleksi CPNS dan tidak tembus beasiswa LPDP untuk kuliah S2 di luar negeri pilih mancing, dicap tidak punya masa depan oleh keluarga MOJOK.CO

Gagal LPDP dan Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Nemu Rasa Tenang meski Dicap Tak Punya Masa Depan

22 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.