Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

BNPT Endus Parpol Terafiliasi Terorisme Jelang Pemilu 2024, Partai yang Mana?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 Maret 2023
A A
parpol terafiliasi jaringan terorisme

Ilustrasi teroris yang menyusup dalam partai politik jelang Pemilu 2024 (Mojok.co).

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada pihak yang terafiliasi kelompok terorisme masuk menjadi anggota partai politik (parpol) jelang Pemilu 2024.

Pernyataan ini disampaikan Kepala BNPT Boy Rafli Amar, dalam Dialog Kebangsaan antara BNPT, KPU, dan Bawaslu bersama Partai Politik di Jakarta, Senin (13/3/2023) kemarin.

“Benar terafiliasi,” ujar Boy mengonfirmasi, seperti dikutip CNN Indonesia.

“Tapi [parpolnya] tidak lolos verifikasi, karena memang kita sudah dapat masukan-masukan dari awal, dan Insya Allah yang lolos sifatnya clear. Jadi yang beberapa tidak lolos itu yang hari ini kami katakan ada indikasi terafiliasi,” jelasnya.

Boy tidak memberikan penjelasan secara lebih rinci mengenai identitas parpol tersebut. Ia hanya meyakinkan bahwa parpol itu tak masuk dalam jajaran peserta Pemilu 2024 mendatang.

“Kita harus jaga ke depan, jangan sampai nanti membentuk partai baru, tetapi ternyata pengurusnya itu latar belakangnya adalah kelompok intoleran, radikal, terorisme,” tegasnya.

“Belum lagi platform-nya, jadi platform azas partai tentu tidak boleh lepas dari ideologi negara Pancasila. Itu aja yang harus kita jaga,” sambung Boy.

From bullets to ballots

Saat ditanya mengenai strategi radikalisme dalam menyusupi negara, Boy menjelaskan bahwa saat ini kelompok intoleran menjalankan siasat from bullets to ballots atau dari peluru ke kotak suara.

“Sudah ada perubahan strategi dari peluru ke kotak suara. Perubahan strategi ini adalah satu siasat jaringan-jaringan yang terafiliasi termasuk kelompok intoleran untuk bisa menjadi bagian dari pesta demokrasi, masuk dalam sistem demokrasi kita,” jelasnya.

Boy juga mengklaim, pihaknya dilibatkan dalam proses verifikasi parpol sehingga ia bisa memantau pergerakan radikalisme.

Selain itu, BNPT juga diminta klarifikasi mengenai adanya partai-partai baru tertentu yang diindikasikan calon pengurusnya terafiliasi ke kelompok-kelompok jaringan teroris.

Alhasil, karena temuan BNPT itu, ia pun mengajak pemangku kebijakan, penyelenggara pemilu, dan masyarakat secara umum untuk lebih mewaspadai gerakan-gerakan kelompok intoleran.

“Kondisi-kondisi ini menjadi kewaspadaan bagi kita. Di mata jaringan teroris lokal maupun global, hukum negara kita dianggap mereka hukum kafir,” ujarnya.

KPU belum mendengar

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kompas, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Betty Epsilon Idroos, mengaku tidak pernah mendengar terkait pengurus partai yang berafiliasi dengan jaringan teroris.

Iklan

”Tidak pernah dengar,” ujarnya singkat, Selasa (14/3/2023).

Saat ditemui kembali, Boy menyebut KPU belum mendengar itu karena informasinya memang sengaja tidak dibuka ke publik. BNPT hanya memantau dan mendalami untuk meningkatkan kewaspadaan atas pergerakan jaringan teroris.

Seperti diketahui, tahun lalu BNPT bahkan mengklaim ada jaringan terorisme yang mulai menyusup ke parpol-parpol, ormas, bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Klaim ini muncul setelah penangkapan tiga tersangka terorisme yang terafiliasi dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Bekasi, akhir 2021 lalu. Menurut Densus 88 Antiteror Polri, dua dari tiga tersangka merupakan pengurus Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI).

Sebagai informasi, PDRI tercatat tidak mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024.

Laporan Kompas menyebut, pendirian PDRI merupakan bagian dari strategi kelompok teror untuk mempertahankan eksistensinya pasca-penangkapan pemimpin tertinggi JI pada 2019. Melalui institusi ini, JI bermaksud mengubah identitas dan menyamarkan aktivitasnya di tengah masyarakat.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA ‘Narcopolitics’: Demi Modal Nyaleg, Politisi Jualan Narkoba Jelang Pemilu

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2023 oleh

Tags: BNPTkpuparpolPemilu 2024terorisme
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.