Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Bawaslu Sultra Bikin Desa Anti Politik Uang: Komitmen Ciptakan Demokrasi yang Bersih

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Januari 2023
A A
bawaslu sultra politik uang mojok.co

Ilustrasi politik uang (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Sulawesi Tenggara (Sultra) membentuk desa dan kelurahan anti politik uang di seluruh kabupaten dan kota. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu langkah menciptakan Pemilu yang bersih dan sehat di provinsi tersebut.

Sebagai proyek percontohan, Bawaslu Sultra akan mencanangkan program ini di dua desa. Antara lain Desa Alosi di Kabupaten Konawe Selatan dan Desa Watu Kalangkari di Kabupaten Bombana. Lebih lanjut, dalam waktu dekat rencananya program ini juga akan dibentuk di Desa Abeli, Kota Kendari, yang saat ini tengah dalam tahap persiapan.

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengatakan, seluruh masyarakat desa yang menjalankan program ini dapat ikut mengkampanyekan anti politik uang. Tujuannya, agar menciptakan ruang demokrasi yang bersih dan sehat, khususnya di Sulawesi Tenggara.

“Kita membentuk desa anti politik uang, bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk kemudian kita launching sebagai pilot [program percontohan],” ujarnya, dikutip dari laman sultra.antaranews, Kamis (12/1/2023).

“Kami berharap desa-desa ini dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam komitmen berkampanye terkait politik uang,” sambung Hamiruddin.

Menurut Hamiruddin, politik uang menjadi pelanggaran yang paling sering terjadi dan berulang saat pemilu. Maka dari itu, adanya program ini diharapkan dapat mengantisipasi atau setidaknya meminimalisir pelanggaran serupa terjadi di Pemilu 2024.

Sebagaimana diketahui, Bawaslu RI sendiri telah merilis lima provinsi dengan tingkat kerawanan tertinggi dalam penyelenggaraan pemilu. Angka tersebut, didasarkan pada Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang mengacu pada pendekatan hasil input Bawaslu provinsi. Adapun, Sulawesi Tenggara masuk dalam “kategori sedang”.

“Jika mengacu pendekatan pertama, yakni hasil input Bawaslu provinsi, IKP Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, mencatatkan ada lima provinsi atau 15 persen yang masuk kategori kerawanan tinggi,” ujar anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, saat menyampaikan paparan dalam acara Launching Indeks Kerawanan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, Desember 2022 lalu.

Lolly mengatakan, Bawaslu mengukur indeks kerawanan Pemilu 2024 di tingkat provinsi ini berdasarkan 61 indikator dari empat dimensi, yakni (1) sosial dan politik, (2) penyelenggaraan pemilu, (3) kontestasi, dan (4) dimensi partisipasi. Menurutnya, penyelenggaraan pemilu merupakan dimensi yang paling berkontribusi terhadap potensi lahirnya kerawanan pemilu jika dibandingkan dengan tiga dimensi lainnya.

Merujuk indeks tersebut, lima provinsi dengan tingkat paling rawan antara lain DKI Jakarta yang memperoleh skor kerawanan sebesar 88,95, Sulawesi Utara  dengan skor 87,48, Maluku Utara (84,86), Jawa Barat (77,04), serta Kalimantan Timur (77,04).

Sementara provinsi-provinsi yang berada dalam tingkat kerawanan sedang di antaranya termasuk Banten (66,53), Lampung (64,61), Riau (62,59), Papua (57,27), Nusa Tenggara Timur (56,75), Sumatera Utara (55,43), Maluku (53,69), Papua Barat (53,48), Kalimantan Selatan (53,35), dan Sulawesi Tengah (52,90).

Adapun Kalimantan Utara (20,36), Kalimantan Tengah (18,77), Jawa Timur (14,74), Kalimantan Barat (12,69), Jambi (12,03), Nusa Tenggara Barat (11,09), Sulawesi Selatan (10,20), dan Bengkulu (3,79) termasuk dalam delapan provinsi dengan tingkat kerawanan rendah.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Bawaslu Dapat Jatah Rp13 triliun di 2023, untuk Apa Saja? 

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2023 oleh

Tags: bawasluPemilu 2024politik uang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Video

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan Langgar Aturan Kampanye, Cuma Kena Sanksi Teguran?

7 Maret 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.