Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

M3ng4kali Sens0r d3ng4n Judul 4l4y

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
11 Januari 2018
A A
Viral-Acakadut-MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “­­­­Bukan tanpa sebab judul alay bisa muncul di YouTube atau berita viral. Ini analisis kami.”

Ada satu aspek penting dalam viralnya sebuah berita di laman-laman ter-update, yaitu perkara judul. Tidak hanya terbatas pada berita, para bloger pun kadang-kadang perlu waktu berpikir cukup lama untuk menentukan jodoh, eh, judul yang tepat.

Iklan

Menariknya soal judul ini, kalau kamu cukup jeli, kamu bisa menemukan beberapa headline yang ditulis dengan tatanan bahasa yang “ajaib”. Isi artikelnya, sih, oke—bahkan kadang ‘daging’ semua, tapi judulnya? Sekilas terlihat seperti gaya SMS kita kira-kira waktu kelas 7 SMP.

Iy4, y4nG b3gin1 ini g4yanya.

Barusan saya searching dulu supaya bisa lihat judul-judul ini sebagai contoh: “Terungkap! Inilah Alasan Ahok Gug4t C3rai Istrinya”, “Demian dan Keluarga Edison Ungkap Kec3laka4an Death Drop Murni Musib@h”, dan “Sebarkan! Begini Cara M3mbunuh Infeksi Sinus dalam Sehari”.

Kalau kita perhatikan, kata-kata yang dikenai metode penulisan acakadut ini adalah kata-kata yang memang bermakna kurang positif, seperti “Gug4t C3rai” (Gugat Cerai), “Kec3laka4an” (Kecelakaan), “Musib@h” (Musibah), dan “M3mbunuh” (Membunuh). Hal ini diyakini pula sebagai bentuk upaya si pembuat berita dalam menghindari fitur sensor kata pada laman tertentu, termasuk laman video terbesar, YouTube.

Fenomena pemberian judul dengan campuran huruf dan angka ini sesungguhnya melelahkan. Ya melelahkan mata, ya melelahkan upaya sensor-sensor tadi itu.

Kenapa melelahkan mata? Ha mbok pikir?! Meskipun banyak artikel menyebutkan bahwa otak kita secara otomatis bisa membuat mata membaca kata-kata yang ditulis dengan huruf bercampur angka, hal ini tetep bikin lelah, my lov. Jangankan mata, hati juga jadi lesu. Jiwa rasanya tersedot. Perut mual, kepala pusing. Maksud hati ingin baca berita, malah jadi munta-munta~

Ha trus apa maksudnya “melelahkan upaya sensor”? Dalam beberapa laman, ada fitur yang memang disediakan untuk membatasi konten-konten yang muncul ke hadapan pengguna. Misalnya, nih, saya ngga suka banget sama Mojok, jadi saya memasukkan kata “Mojok” sebagai kata yang tidak saya inginkan muncul di hadapan saya. Tapi, saking pintarnya pembuat konten, mereka bisa saja menerbitkan konten yang mengganti kata “Mojok” sebagai “M0j0k” (huruf O diganti angka 0). Alhasil, berita dengan judul itu pun bisa muncul di hadapan saya.

Huft. Kan kaget. Rasanya kayak didatengin mantan tiba-tiba.

Menjamurnya penggunaan huruf bercampur angka dalam judul ini ibaratnya seperti pembawa berita bahagia sekaligus kesedihan. Saya pribadi sebenernya cukup ngakak dan takjub membaca judul-judul tadi. Ternyata, orang Indonesia toh sekreatif itu. Lagi pula, orang-orang ini memang sepertinya punya insting untuk memviralkan sesuatu. Selain itu, saya yakin mereka pun mengerti betul bahwa penambahan angka memang berpengaruh signifikan pada sebuah judul. Buktinya, sinetron Tersanjung dulu bisa sampai jadi Tersanjung 7—dengan angka.

Di sisi lain, fenomena ini juga merupakan kesedihan. Wong huruf abjad saja sudah cukup banyak (sampai 26 huruf), kok ternyata masih kurang juga. Singkatnya, demi mengangkat berita yang berpotensi viral, tulisan acakadut pun dilahap.

Diam-diam, saya jadi penasaran setengah mati: seperti apa perasaan editor berita tadi, ya? 🙁

Terakhir diperbarui pada 1 Mei 2018 oleh

Tags: acakadutAlayangkabahasa indonesiaheadlinehurufjudulKataviral
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Kerja Jakarta, Tinggal Bekasi Pulang Jogja Disambut UMR Sialan (Unsplash)
Pojokan

Kerja di Jakarta, Tinggal di Bekasi Rasanya Mau Mati di Jalan: Memutuskan Pulang ke Jogja Disambut Derita Baru Bernama UMR Jogja yang Menyedihkan Itu

16 Maret 2026
pramoedya ananta toer.MOJOK.CO
Ragam

Ini yang Terjadi Seandainya Pramoedya Ananta Toer Menjadi Guru Sastra Indonesia

3 Februari 2025
Kosakata Bahasa Indonesia Tidak Miskin, Bahasa Inggris Perampok MOJOK.CO
Esai

Bahasa Indonesia Miskin Kosakata Adalah Pandangan yang Terlalu Jauh di Tengah Pemujaan Bahasa Inggris yang “Merampok” Bahasa Lain

7 April 2024
M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan
Video

M. Tabrani: Cerita di Balik Pengukuhan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan

6 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.