Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Komen Versus

Cara Mengakali Hape yang Diduga Disadap untuk Kepentingan Iklan

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
27 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Daripada repot-repot mikirin cara biar nggak disadap, kenapa nggak coba cara paling mudah, sederhana, dan (sepertinya) bakal manjur ini?

Beberapa hari lalu, lini masa media sosial digemparkan dengan pengakuan Facebook yang mengaku mencuri dengar pembicaraan para pemilik akun di lamannya. Seperti yang telah ditulis oleh redaktur kami, Yamadipati Seno, di sini, Facebook menyebutkan bahwa mereka menguping dan menyalin klip audio dalam percakapan Messenger, seperti dikabarkan oleh CNNindonesia.

Sejak 2015, Facebook Messenger menawarkan fitur menyalin klip audio menjadi teks. Fitur ini bakal tetap bisa mencuri dengar pembicaraan meskipun kita sudah menonaktifkannya.

Selain Facebook, raksasa teknologi seperti Google, Apple, Microsoft, dan Amazon dikabarkan juga membayar kontraktor untuk mencuri dengar pengguna lewat perangkat speaker dan layanan asisten berbasis suara mereka secara eksplisit.

Dengan kata lain, ini menerangkan kenapa kita kerap melihat iklan-iklan produk tertentu, tepat setelah kita membicarakannya sembari meletakkan hape di sekitar kita. Ngeri abis nggak, sih, kalau beneran disadap? Berasa lagi diikutin secret admirer yang clingy dan pengin berusaha mengikuti semua kemauan kita, kan?

Bukan cuma dari audio dan Facebook, hal serupa terjadi pula pada aplikasi sister group satu-atap mereka, yaitu WhatsApp. Bukan satu-dua kali pengguna WhatsApp mengeluhkan keanehan yang membuat mereka merasa disadap, seperti yang misalnya ditulis seorang pengguna pada status Facebook-nya:

https://www.facebook.com/diana.nurwidiastuti/posts/10220915777590992

Wow, sudah mengeluhkan sesuatu yang terjadi di WhatsApp, ditulis di Facebook pula. Kombo betul. Tapi, kalau dipikir-pikir, ini memang mencurigakan dan sering terjadi. Coba, deh, diingat-ingat—kamu pasti juga pernah, kan, lagi ngomongin sesuatu di chat bareng temanmu, eh tahu-tahu iklannya muncul di Facebook???

Hampir semua orang merasa ngeri dan tak nyaman dengan “penyadapan” ini. Beberapa merasa ini sudah terlampau tak aman dan seharusnya tidak terjadi. Tak sedikit pula yang memutuskan mengobrol dengan orang lain sambil mematikan hape demi menghindari kemungkinan disadap.

Tapi, bagaimana cara paling efektif yang benar-benar dapat mengakali hape yang diduga disadap hanya demi kepentingan konten dan iklan???

Kalau kamu jeli, sesungguhnya Mojok telah memberikan solusi paling sederhana dan mudah dilakukan. Bahkan, kamu bisa mulai menerapkannya sekarang agar obrolanmu sama selingkuhanmu teman-temanmu di WhatsApp lebih aman dan terjamin, yaitu dengan…

…menggunakan gaya bahasa alay!!!!!11!!1!!!

Kalau ada orang-orang yang menerapkan penulisan judul dalam berita tertentu menggunakan campuran huruf dan angka sehingga terkesan alay demi lolos sensor, kenapa kita nggak melakukan hal yang sama pada pesan pribadi di kolom chat pada WhatsApp, coba? Gaya bahasa alay ini, kan, lebih unpredictable. Artinya, bakal jadi lebih susah bagi pembaca data yang menyadap hape kita untuk memahami apa yang sedang kita bicarakan.

Maksud saya, mereka mungkin bisa dengan mudah memahami kalimat kita “Aku pengin beli sepatu Nike, nih!” dalam pesan yang kita kirim ke pacar, tapi coba pikir—mana mungkin mereka paham kalimat “Aq0e p3n6eN 83Li 5eP47oE N1K3, n1cH!”???

Iklan

Pokoknya, gaya bahasa alay ini nyatanya memang bisa jadi P3K (Pertolongan Pertama Pada Kemungkinan-Disadap) yang paling mudah dilakukan. Ya, meski terkesan menjijikkan dan tidak intelek, justru di situlah sesungguhnya keindahan menjadi alay: selamat dari kemungkinan disadap. Selain robot pencuri datanya bakalan keburu bingung dan nggak ngerti, otak kita sendiri pun bakal jadi lebih sehat karena bakal berpikir maksimal selama 24 jam penuh.

Ya gimana nggak maksimal, orang mau nulis “Kamu lagi mau makan apa?” aja harus ngabisin waktu 15 menit demi bisa nulis “K4m0o L@91 m4u m@KaN @p$?”, kok!

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2019 oleh

Tags: disadaphape disadappenyadapansensortulisan alaywhatsapp
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga. MOJOK.CO
Tekno

Bahayanya Jika Menggunakan WhatsApp Pihak Ketiga

13 Mei 2023
Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic. MOJOK.Co
Tekno

Tips Edit Gambar untuk Jadikan PP WhatsApp yang Aesthetic

10 April 2023
social spy whatsapp mojok.co
Kilas

Hati-hati Social Spy WhatsApp, Aplikasi Penipuan Berkedok Sadap!

9 Februari 2023
cara kirim pesan file besar di WA lewat Google Drive - MOJOK.CO
Kilas

Cara Kirim File Berukuran Besar di WhatsApp Pakai Google Drive

23 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
bencana.MOJOK.CO

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.