Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Luar Negeri

Zimbabwe Jadi Negara Afrika Pertama yang Gunakan Obat Pencegah HIV

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Oktober 2022
A A
hiv aids mojok.co

Ilustrasi HIV AIDS. (Pixabay/Geralt)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Zimbabwe resmi menjadi negara pertama di Afrika dan ketiga di dunia, yang telah menyetujui penggunaan obat pencegahan HIV.

Pemerintah Zimbabwe, melalui Otoritas Kontrol Obat (MCAZ), pada Senin (17/10/2022) lalu mengumumkan bahwa negaranya sepakat menggunakan long-acting cabotegravir (CAB-LA) sebagai profilaksis prapajanan (PrEP) untuk mencegah HIV di negaranya.

CAB-LA sendiri merupakan obat yang baru-baru ini direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah HIV.

“CAB-LA dapat ditawarkan kepada orang-orang yang berisiko besar tertular HIV sebagai bagian dari pendekatan pencegahan HIV yang komprehensif,” tulis WHO, dalam siaran persnya di laman resmi who.int.

“Obat tersebut telah memperbarui harapan untuk lebih mengurangi kematian di Afrika bagian selatan, dan sangat efektif dalam mengurangi penularan di antara orang yang paling berisiko tertular HIV.” imbuhnya.

WHO menambahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan pihaknya, ditemukan bahwa suntikan CAB-LA setiap dua bulan, dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Selain itu, ia juga sangat efektif dalam mengurangi risiko penularan HIV di antara para laki-laki dan perempuan cisgender, transgender, dan LGBTQ+.

“WHO menyambut baik berita bahwa Zimbabwe telah menyetujui penggunaan CAB-LA, yang akan membuka jalan untuk penggunaannya, memberikan pilihan yang lebih aman dan efektif untuk pencegahan HIV,” kata WHO.

Sebagaimana dilaporkan African News Agency, langkah yang diambil Zimbabwe ini sekaligus menjadi bagian dari perjuangan mereka dalam melawan HIV/AIDS. Sudah jadi rahasia umum jika negara ini memang dikenal sebagai tempat yang mengkhawatirkan dalam urusan persebaran HIV/AIDS.

Data United Nations Population Fund (UNFPA)—organisasi yang terlibat dalam pertempuran HIV/AIDS di Zimbabwe—mencatat, pada awal 1990-an kasus HIV/AIDS di Zimbabwe cukup tinggi.  Namun, prevalensi HIV telah menurun dari 26,5 persen pada tahun 1997 menjadi 14,3 persen pada saat ini—meski masih merupakan tingkat prevalensi HIV tertinggi kelima di dunia.

Akan tetapi, ada kekhawatiran bahwa tingkat prevalensi HIV/AIDS di Zimbabwe kembali naik setelah negara itu mendorong target sektor pertambangan sebesar 12 miliar dolar, yang dimulai sejak tahun 2021 lalu.

Menurut laporan Swiss Tropical and Public Health Institute, ketika sebuah tambang industri dibuka di Afrika sub-Sahara, populasi lokal menjadi dua kali lebih mungkin tertular HIV daripada sebelum tambang dibuka.

“Kami menemukan bahwa rata-rata operasi penambangan meningkatkan prevalensi HIV sekitar 20% (dari 5,8 menjadi 7,3%). Ini sesuai dengan peningkatan hampir dua kali lipat dalam kemungkinan menjadi HIV-positif setelah pembukaan tambang” tulis laporan Swiss Tropical and Public Health Institute.

Maka, dalam upaya penanggulangan, Zimbabwe akhirnya memutuskan untuk menggunakan CAB-LA untuk mencegah penularan HIV. Agenda ini sekaligus masuk dalam rencana strategis nasional yang ingin “menghapus total” HIV/AIDS pada tahun 2030.

Zimbabwe sendiri juga akan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional tentang AIDS dan Infeksi Menular Seksual di Afrika (ICASA) Desember tahun depan. Ini akan menjadi kali kedua Zimbabwe menjadi tuan rumah ICASA sejak 2015.

Iklan

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Makna Sarung dan Peci di Upacara Hari Santri

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2022 oleh

Tags: HIV HIV/AIDSZimbabwe
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.