Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Unilever Dukung LGBT, Banyak Netizen Indonesia Serukan Boikot Produk Unilever

Redaksi oleh Redaksi
26 Juni 2020
A A
boikot unilever
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Terang-terangan dukung gerakan LGBT, Unilever kebanjiran boikot dari netizen Indonesia

Beberapa waktu yang lalu, melalui akun sosial media resminya, perusahaan multinasional Unilever secara terang-terangan menyatakan mendukung gerakan LGBTQI. Akun @unilever mengunggah keterangan dukungannya disertai gambar logo Unilever dengan warna pelangi.

Iklan

“We’re committed to making our LGBTQI+ colleagues as proud of us as we are of them,” begitu tulis akun Unilever.

Sebagai salah satu negara yang dibanjiri oleh produk-produk Unilever, tentu saja masyarakat Indonesia (atau setidaknya masyarakat netizen Indonesia) bergejolak. Cukup banyak yang mendukung langkah berani Unilever dalam mengusahakan kultur lingkungan kerja yang inklusif di perusahannya, namun tak sedikit pula yang mengkritik kebijakan Unilever yang terang-terangan mendukung gerakan LGBT yang di Indonesia memang masih minim simpati.

Lebih lanjut, ajakan untuk memboikot produk-produk Unilever pun kemudian menggema.

Di kolom komentar postingan Unilever, banyak sekali komentar dari netizen Indonesia yang menyatakan akan mulai berhenti memakai produk-produk Unilever.

“Saya cinta banget sama produk unilever tapi gara-gara lihat postingan ini saya tidak akan lagi memakai produk unilever karena saya benci LGBT tapi Unilever malah mendukung, auto cari produk lain, good bye unilever.” Tulis pemilik akun @nurindahpermana.

“Innalillahi wa inna ilayhi raaji’uun…?  pdhl hampir serumah produknya Unilever. time to say ??.” Tulis akun @fauzarestu.

“Auto Ganti ke produk lain .. berhenti pakai produk unilever.” Tulis pemilik akun @akhwat_1092.

Unilever Indonesia sendiri melalui perwakilan resminya menyatakan bahwa pihaknya mendukung lingkungan yang inklusif dengan tetap menghormati budaya Indonesia.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda. Secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif,” terang Governance and Corporate Affairs Director Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso. “Kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma, dan nilai-nilai setempat. Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma, dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia.”

Ah, urusan boikot ini memang selalu rumit, apalagi kalau yang diboikot adalah Unilever. Lha gimana, perusahaan ini punya banyak sekali produk rumah tangga dari berbagai lini, Dari mulai Rinso, Sunsilk, Clear, Pepsodent, Molto, Royco, Citra, Axe, SariWangi, Blue Band, Wall’s, Sunlight, sampai Kecap Bango yang kedelai hitamnya dibesarkan seperti anak sendiri itu.

Kalau beneran mau boikot, yang susah bukan Unilevernya, bisa jadi malah yang memboikot.

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2020 oleh

Tags: boikotunilever
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Saipul Jamil Sudah Seharusnya Diboikot!
Video

Saipul Jamil Sudah Seharusnya Diboikot!

8 September 2021
Esai

Teruntuk Sobat Muslim yang Senantiasa Merasa Teraniaya

27 Desember 2018
boikot blackpink MOJOK.CO
Pojokan

Selamatkan Blackpink dari Boikot-Boikot Lucu Club

10 Desember 2018
MOJOK-Boikot-TopSkor
Esai

#BoikotTopskor, Boikot Paling Membingungkan yang Pernah Ada

28 Desember 2017
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

6 Juli 2026
spmb 2025, zonasi.MOJOK.CO

Ketika SPMB Berubah Jadi Pasar Gelap Kursi Sekolah

6 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.