Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tidak Lagi Gratis, Teman Bus di Yogyakarta Bakal Bayar Rp3.600  

Kenia Intan oleh Kenia Intan
20 Oktober 2022
A A
teman bus mojok.co

Mesin tap Teman Bus. (Sumber: temanbus.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Teman Bus di berbagai daerah akan segera berbayar mulai 30 Oktober 2022. Di Yogyakarta, setiap penumpang akan dikenakan biaya Rp3.600 dari sebelumnya gratis.

Mengingat Teman Bus hanya menerima pembayaran secara nontunai, penumpang perlu menyiapkan kartu nontunai seperti e-money, flazz, tapcash, dan brizzi. Pastikan kartu terisi sebelum menggunakannya. 

Untuk cara pembayarannya, penumpang tinggal melakukan tap kartu nontunai tadi pada perangkat tap on bus. Secara otomatis, saldo dalam kartu nontunai akan berkurang setelahnya. 

Tidak hanya di Yogyakarta, Teman Bus di berbagai wilayah juga akan berbayar mulai akhir bulan ini. Kota-kota tersebut adalah Palembang, Surakarta, Denpasar, Medan, Bandung,  Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Kota Banyumas. Di kota-kota itu, tarif yang dikenakan antara Rp3.700 hingga Rp4.900 per orang. Tarif yang berlaku tidak dibedakan berdasar jarak. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Teman Bus (@teman_bus)

Rute dan Jadwal Teman Bus di Yogyakarta

Teman bus di Yogyakarta menjadi layanan keempat dalam program Buy the Service (BTS) yang digagas oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Bus berkapasitas 40 penumpang yang beroperasi mulai 2 Oktober 2020 itu diharapkan bisa mengurangi tingkat kemacetan di Yogyakarta.

Terdapat 44 unit bus yang melayani tiga koridor di Yogyakarta. Pertama, Koridor 1 Godean yang melayani terminal Pusat Kuliner Belut Godean hingga terminal Ngabean. Koridor 2 Ngaglik yang beroperasi dari terminal Pakem hingga Terminal Condong Catur, dan Koridor 3 Ngemplak yang melayani Pasar Pakem hingga Halte TJ Bandara Adi Sucipto. Waktu operasional Teman Bus di berbagai koridor dimulai pada pukul 05.00 WIB. Waktu terakhirnya, pukul 19.11 WIB untuk Koridor 1 Godean, pukul 18.29 WIB untuk Koridor 2 Ngaglik, dan pukul17.45 WIB untuk Koridor 3 Ngemplak. 

Agar memudahkan, penumpang bisa menggunakan aplikasi Teman Bus yang bisa diunggah.  Dalam aplikasi itu, penumpang bisa melihat informasi mengenai halte terdekat hingga jadwal keberangkatan. Dijelaskan dalam laman resmi Teman Bus, pengemudi dan staf sudah diberi pelatihan khusus untuk menjaga fasilitas dan pelayanan, serta mengatur headway atau jarak antar bus sesuai dengan waktu yang ditentukan yaitu 10 menit. 

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T kepada Mojok mengatakan bahwa awalnya, layanan Teman Bus akan dihilangkan di Yogyakarta karena tingkat penggunanya yang masih rendah. Pihaknya kemudian melobi Kementerian Perhubungan untuk tidak menghilangkannya. Ia minta waktu satu Minggu untuk meningkatkan layanan.

“Rencananya, mulai 1 November, saya pindahkan jalur Ngemplak dan Godean. Godean itu sedikit sekali penumpangnya, saya pindahkan ke jalur 1A  dan 2A . Saya akan tambahkan layanan ke Palbapang Bantul,” kata Made. Jalur ke Palbapang, Bantul, terintegrasi ke Bandara NYIA, karena ada bus DAMRI yang menuju bandara dari Palbapang.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Trans Jogja dan Asa di Kota Wisata

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: bustarifteman busYogyakarta
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
Lewat Setu Sinau, Jalan Malioboro Kota Yogyakarta tidak hanya jadi tempat wisata. Tapi juga ruang edukasi untuk belajar budaya Jawa, termasuk aksara Jawa MOJOK.CO
Kilas

“Setu Sinau” bikin Jalan Malioboro Tak Hanya Jadi Tempat Wisata, Tapi Juga Ruang Edukasi Aksara Jawa

29 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat
Urban

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah.MOJOK.CO

Pembangunan Masif Rusak Hutan Papua, Belasan Spesies Satwa Terancam Punah

3 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.