Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tarik Ulur Reklamasi Teluk Benoa dalam Babak Susi Pudjiastuti VS Luhut Panjaitan

Redaksi oleh Redaksi
14 Oktober 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Apa kabar reklamasi Teluk Benoa? Jawabannya cuma satu: masih menunggu kepastian dari Pemerintah.

Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, dikutip dari CNN Indonesia, telah membatalkan reklamasi Teluk Benoa, menyusul statusnya yang ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Maritim dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 46/KEPMEN-KP/2019. Penetapan ini merupakan tindak lanjut usulan Gubernur Bali, Wayan Koster, melalui surat Nomor 523.32/1687/KL/Dislautkan tertanggal 11 September 2019.

Iklan

Untuk sesaat, kabar dibatalkannya reklamasi Teluk Benoa ini menjadi angin segar. Pasalnya, polemik reklamasi Teluk Benoa telah menempuh jalan panjang penolakan dari masyarakat di Bali.

Tapi, tunggu dulu. Bahkan setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan KepMen, masih ada saja batu kerikil yang mengganjal. Kali ini, bentuknya adalah…

…pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan soal Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

“Begini. Itu tuh presiden nggak pernah mau membatalkan pendahulunya. Jadi, jangan orang menyudutkan presiden untuk mengubah perpres pendahulunya. Karena nggak elok itu,” kata Luhut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini sedang membicarakan soal keyakinannya bahwa Presiden Jokowi tak bakal mungkin mencabut Perpres Nomor 51 Tahun 2014 tadi. Padahal, asal tahu saja, isinya justru bertentangan dengan KepMen dari Susi Pudjiastuti.

Perpres Nomor 51 Tahun 2019, dengan kata lain, tak bakal membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa, meskipun ia telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Maritim. Melalui Perpres ini, status konservasi Teluk Benoa dihapuskan, disertai pula dengan aturan pengurangan luasan kawasan konservasi perairan.

Dikutip dari Tirto, For Bali (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi) menyadari betul bahwa keputusan Susi masih rapuh. Melalui KepMen yang dikeluarkannya, 1.200 hektare area teluk memang tidak bisa disentuh oleh kepentingan lain di luar konservasi, tapi pada sisa area pelabuhan tetap bisa saja dilakukan reklamasi yang dimaksud.

Jadi, apa kabar reklamasi Teluk Benoa? Jawabannya cuma satu: masih menunggu kepastian dari Pemerintah.

Setelah dilema ini berjalan cukup lama hingga lebih dari 5 tahun, rasa-rasanya wajar saja jika masyarakat kembali berharap pada Pemerintah, khususnya pada Jokowi. Baik mencabut atau merevisi Perpres, atau bahkan menerbitkan Perpres lainnya, seluruhnya bisa menjadi pilihan bagi sang Presiden.

Yah, gimana ya, ditarik ulur selama 5 tahun itu, kan, capek banget. Masa sampai hari ini pun masyarakat Bali masih harus harap-harap cemas nunggu kepastian, sih? (A/K)

 

Iklan

BACA JUGA Menyimak Reklamasi Teluk Jakarta, Menilai Sikap (Teman) Ahok atau artikel rubrik KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2019 oleh

Tags: Kawasan Konservasi MaritimKepmenLuhut Binsar Pandjaitanreklamasi Teluk BenoaSusi Pudjiastuti
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?
Video

Cek Ombak Anies Baswedan-Susi Pudjiastuti, Hingga Sejauh Mana Kapal Mereka Berlayar?

8 Agustus 2023
surya paloh luhut mojok.co
Kotak Suara

Surya Paloh Temui Luhut, Pertanda Hubungannya dengan Jokowi Kian Renggang?

8 Mei 2023
5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024
Kilas

5 Tokoh Perempuan yang Bisa Mengubah Peta Politik 2024

20 Oktober 2022
susi air mojok.co
Kilas

Susi Air Kecelakaan di Papua, Susi Pudjiastuti Minta Doa Warganet

23 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa tapi malah laris MOJOK.CO

Berdasarkan pengamatan saya, Vario 160 adalah motor Honda paling buruk rupa, tapi malah laris kebangetan dasar aneh

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.