Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Surya Paloh Temui Luhut, Pertanda Hubungannya dengan Jokowi Kian Renggang?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
8 Mei 2023
A A
surya paloh luhut mojok.co

Ilustrasi Surya Paloh (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Surya Paloh kembali bertemu Luhut. Pengamat politik UGM mengindikasikan bahwa pertemuan itu semakin menegaskan kerenggangan hubungan Ketum NasDem tersebut dengan Jokowi. 

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menemui Menko Marinves Luhut Binsar Panjdaitan (LBP) di sebuah restoran di Wisma Nusantara, Thamrin, Jakarta, Jumat (5/5/2023) kemarin.

Sejumlah rumor pun mencuat terkait isi pertemuan tersebut. Termasuk yang mengarah ke isu hubungan Surya Paloh dan Jokowi, hingga bursa pencapresan Anies Baswedan yang diusung Partai NasDem.

Pengamat komunikasi politik UGM Nyarwi Ahmad pun menduga, pertemuan tersebut bisa jadi menandakan bahwa kerenggangan hubungan antara Presiden Jokowi dan Surya Paloh kian nyata menjelang Pilpres 2024 mendatang.

Seperti yang sudah kita ketahui, sejak mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada awal Oktober 2022 lalu, kehangatan hubungan Paloh dan Jokowi mulai memudar.

Bahkan, kata Nyarwi, sejak saat itu pula pintu komunikasi politik Surya Paloh secara langsung kepada presiden juga kian sempit.

Pun, keberadaan Luhut dalam pertemuan tersebut pun bisa kita baca sebagai representasi dari orang dekat Presiden Jokowi. Mengingat, sudah sejak lama Luhut menjadi menjadi orang dekat—bahkan tangan kanan—Presiden Jokowi

“Agenda yang dibawa LBP [Luhut] ketika bertemu Surya Paloh, saya kira juga tidak lepas dari agenda besar presiden Jokowi,” kata Nyarwi kepada Mojok, Minggu (7/5/2023).

“Bahkan bukan tidak mungkin LBP mengemban misi atau mendapatkan penugasan dari Presiden Jokowi, ketika menemui Surya Paloh. Paling tidak menyampaikan pesan-pesan dari Presiden Jokowi kepada Surya Paloh,” imbuhnya.

Bisakah mengubah bursa pencapresan?

Banyak rumor beredar, bahwa salah satu pembahasan dari pertemuan Surya Paloh-Luhut tersebut adalah terkait cawapres Anies, yang hingga saat ini belum ketahuan hilal-nya.

Bahkan, Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto sampai mencak-mencak dan meminta kepada Luhut untuk berhenti meng-endorse nama cawapres ke partainya.

Terkait hal tersebut, Nyarwi pun mengamininya. Direktur Eksekutif Indonesian Presidential Studies (IPS) ini mengatakan, meski pertemuan Surya Paloh-Luhut tidak akan menggoyang peta bursa tiga capres hari ini (Ganjar, Prabowo, Anies), pembicaraan ini mungkin mengarah ke sosok pendamping ketiga capres tersebut.

“Apakah pertemuan keduanya dapat mewarnai bursa cawapres yang potensial mendampingi masing-masing tokoh tersebut? Kalau itu, menurut saya masih memungkinkan terjadi,” ujar Nyarwi.

Nyarwi menduga, pertemuan dua sahabat lama elite pentolan Partai Golkar itu berisi negoisasi dan tawaran-tawaran tertentu. Baik itu menyangkut politik, kebangsaan, maupun politik elektoral.

Iklan

Terkait dengan pembahasan politik elektoral, kata Nyarwi, misalnya terkait siapa saja yang potensial menjadi sosok capres dan cawapres dan siapa saja yang layak dapat dukungan dalam perspektif masing-masing.

“Tentu secara detail, yang lebih tahu siapa dan seperti apa agenda mereka, ya mereka berdua ini atau orang-orang yang ada di lingkaran dekatnya,” tukasnya.

Bursa capres belum akan mengerucut

Kendati ada pembahasan intens terkait nama-nama capres dan cawapres, Nyarwi menilai bahwa pertemuan itu belum akan bikin bursa pasangan koalisi parpol—ataupun pasangan capres-cawapresnya—mengerucut.

Untuk saat ini, tiga nama capres yang siap bertarung: Anies, Ganjar, Prabowo, belum memiliki pasangan, meskipun parpol sudah mulai cawe-cawe ke sejumlah tokoh untuk dipinang menjadi cawapres.

Namun, tetap saja, bursa pencapresan belum akan mengerucut. Sebab, untuk saat ini dan beberapa bulan kedepan, dinamika elite dan elektoral masih akan terus terjadi, sehingga opsi-opsi lain masih mungkin tercipta.

“Saya kira variabel ketua-ketua umum parpol lainnya, khususnya yang tergabung dalam KIB dan KIR menjadi faktor penting yang menentukan, baik format pasangan koalisi parpol maupun pasangan capres-cawapres yang akan didaftarkan ke KPU pada bulan oktober-november mendatang,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Prabowo, Airlangga, hingga Cak Imin Kunjung JK, Ada Apa? tulisan menarik lainnya di Kanal Pemilu.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2023 oleh

Tags: Luhut Binsar PandjaitanPartai NasdemSurya Paloh
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

anies cak imin mojok.co
Kotak Suara

Anies-Cak Imin: Demokrat Terkhianati hingga Dugaan Intervensi Jokowi

1 September 2023
yenny wahid cawapres anies mojok.co
Kotak Suara

Ada Kejutan di Apel Siaga Perubahan, Yenny Wahid Cawapres Anies?

6 Juli 2023
mahfud md cawapres mojok.co
Kotak Suara

NasDem Kasih Lampu Hijau Pasangkan Anies-Mahfud MD, Bagaimana Sikap Koalisi?

13 April 2023
reshuffle kabinet mojok.co
Kotak Suara

Wacana Reshuffle Kabinet Memanas, Bikin PDIP-NasDem Adu Mulut

27 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.