Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Tak Hanya Anak-anak, Gagal Ginjal Akut juga Ancam Orang Dewasa

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
31 Oktober 2022
A A
Daxu, Air Minum Andalan PNS Sleman yang Tak Populer di Masyarakat: Selamatkan Nasib Anak Kos Miskin Karena Harganya Murah.MOJOK.CO

Ilustrasi Daxu, Air Minum Andalan PNS Sleman yang Tak Populer di Masyarakat: Selamatkan Nasib Anak Kos Miskin Karena Harganya Murah (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penyakit gagal ginjal akut masih jadi masalah serius di Indonesia. Kasusnya terus saja meningkat dari hari ke hari di berbagai daerah. Bahkan wacana penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus gagal ginjal akut pun mengemuka.

Ahli kesehatan asal Yogyakarta, Dyah Firstya mengemukakan, kasus gagal ginjal akut tidak hanya terjadi pada anak-anak usia 18 tahun ke bawah. Penyakit ini juga bisa mengancam orang dewasa bila tak tak hati-hati dalam menjaga pola hidup.

Iklan

“Memang kasus gagal ginjal akut marak pada anak-anak saat ini, tapi tidak menutup kemungkinan kasus pada orang dewasa juga terjadi. Selama ini gagal ginjal kronis paling besar itu disebabkan bad lifestyle (pola hidup yang buruk-red),” papar Dyah usai bertemu Komunitas Penyintas Gagal Ginjal, Kanker dan Lupus, I Can Enterprise di Yogyakarta, Sabtu (29/10/2022) malam.

Kalau dalam kasus gagal ginjal akut pada anak-anak dimungkinkan terjadi akibat konsumsi tiga zat kimia berbahaya yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) pada obat sirop, kasus pada orang dewasa diakibatkan habit pola makan yang buruk. Misalnya saja terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi protein ataupun minuman penambah tenaga secara berlebihan.

Konsumsi menu tinggi protein tersebut seringkali tidak dibarengi dengan olahraga yang cukup. Akibatnya terjadi penumpukan di tubuh sehingga merusak fungsi ginjal.

“Selain itu riwayat penyakit hipertensi dan DM (diabetes melitus-red) juga meningkatkan resiko gagal ginjal akut,” ujarnya.

Sama halnya dengan anak-anak, keluhan gejala gagal ginjal juga dialami orang dewasa. Diantaranya mual, diare, demam dan warna urin yang keruh atau pekat. Gejala bisa semakin parah dengan sesak nafas atau anggota tubuh, terutama kaki yang mulai bengkak.

Bila sudah mengalami gagal ginjal, mereka pun akhirnya harus melakukan hemodialisa atau cuci darah seumur hidup. Kalau bisa melakukan transplantasi ginjal, hal itu bukan perkara mudah. Selain biaya yang cukup mahal, pendonor darah juga tak banyak ditemukan.

“Biasanya saat sudah bengkak baru diperiksakan dan diketahui sudah mengalami gagal ginjal kronis yang terminal, ini yang harus diwaspadai,” jelasnya.

Perawatan penyintas Gagal Ginjal

Bagi pasien gagal ginjal, lanjut Dyah, perubahan fisik seringkali membuat mereka tidak percaya diri. Meski cuci daerah sudah dapat ditanggung BPJS, banyak pasien atau penyintas gagal ginjal mengalami kerusakan kulit akibat cuci darah.

Sebab efek samping dari cuci darah membuat kulit menjadi kering, mengelupas, gelap dan menghitam. Selain itu muncul jerawat yang banyak yang membuat para penyintas kehilangan kepercayaan diri dan kualitas hidup.

Karenanya Dyah yang memiliki klinik LaJolie Aesthetic mencoba mengambil peran meningkatkan kualitas hidup para penyintas gagal ginjal. Diantaranya melalui edukasi perawatan kulit bagi pasien-pasien gagal ginjal.

Perawatan kulit untuk penyintas gagal ginjal tidak bisa sembarangan. Menurut Dyah, perawatan khusus dengan bahan-bahan yang aman sangat dibutuhkan agar mereka tidak mengalami sekresi ginjal, termasuk pada anak-anak.

“Kami disini untuk membantu para penyintas ginjal biar dia juga memiliki semangat positif untuk melanjutkan hidup dan memperbaiki kualitas hidup dengan merawat kulit,” paparnya.

Iklan

Sementara salah seorang pendiri I Can Enteprise, Listi Budiharjo mengungkapkan, dukungan banyak pihak sangat dibutuhkan penyintas gagal ginjal. Hal ini dirasakan Listi yang juga merupakan penyintas gagal ginjal yang menjalani hemodialisa seminggu dua kali.

“Dan tahun ini adalah tahun keenam saya menjalani cuci darah,” ujarnya.

Menurut Listi, dukungan banyak pihak, termasuk dari komunitas dan stakeholder lain memang sangat penting. Di komunitas, Listi mencoba menyemangati diri sendiri dan penyintas lainnya untuk tetap semangat hidup.

Melalui komunitas penyintas gagal ginjal, kanker dan lupus yang didirikannya, dia menggandeng para penyintas dan difabel untuk tetap berdaya apapun kondisi mereka. Diantaranya dengan memberikan keterampilan yang memiliki nilai jual dan bisa memberdayakan serta memberikan tambahan penghasilan.

“Syukur-syukur jadi ladang untuk mencari nafkah, kalaupun tidak ya bisa dijadikan sarana meditasi, terapi, relaksasi dengan melakukan aktivitas atau ketrampilan tersebut,” paparnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 5 Fakta Soal Tragedi Itaewon, Salah Satunya Dipicu Pengguna Narkoba

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2022 oleh

Tags: gagal ginjalgagl ginjal akutKesehatan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

penyakit, cuci darah.MOJOK.CO
Sehari-hari

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
tindihan.MOJOK.CO
Ragam

Menemui Orang yang Pernah Tindihan: Kehadiran Sosok Hitam hingga Penjelasan Ilmiahnya

26 Desember 2023
obat gusi bengkak.mojok.co
Kesehatan

5 Obat Gusi Bengkak yang Cepat Meredakan Ngilu

21 Oktober 2023
Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan
Video

Butet Kartaredjasa X Dokter Oei Hong Djien: Tembakau, Lukisan, dan Jerohan

12 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Cerita siswa di Timor Tengah Selatan, NTT yang mencari air bersih saja susah. MOJOK.CO

Cerita Siswa di NTT yang Sering Ditegur Guru karena Terlambat Sekolah, padahal Harus Cari Air Bersih Selama 2 Jam untuk Mandi

18 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.