Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Survei Indikator: Lebih dari Separuh Rakyat Indonesia Kesulitan Mencari Makan Akibat Pandemi

Redaksi oleh Redaksi
19 Oktober 2020
A A
makan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pandemi membikin masyarakat mengalami penurunan pendapatan rumah tangga, imbasnya, kemampuan memenuhi kebutuhan makan pun ikut mengalami penurunan. 

Pandemi Covid-19 yang sudah menyerang berbulan-bulan lamanya tak bisa dimungkiri memang betul-betul membikin lumpuh perekonomian nasional.

Dampak kelumpuhan ekonomi tersebut, tak bisa tidak, bukan hanya menghantam, tapi juga membacok masyarakat. Setidaknya, begitulah gambaran kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang memang sangat terganggu sejak kehadiran si virus corona yang terbaca dari hasil survei yang dirilis oleh Lembaga survei Indikator pada Minggu, 18 Oktober 2020 kemarin.

Hasil survei tersebut sekaligus disertai dengan riset yang menunjukkan adanya penurunan pendapatan rumah tangga yang terjadi selama kurun waktu pandemi.

Menurut Indikator, terdapat penurunan pendapatan rumah tangga secara bertahap, yakni 86,1% pada periode Mei lalu, kemudian berangsur turun menjadi 75,7% pada Juli dan turun 66,6% pada September 2020.

Survei yang dilakukan pada 24-30 September 2020 yang melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak secara nasional dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95% tersebut menunjukkan bahwa penurunan pendapatan rumah tangga tersebut membuat masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.

Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 55 persen masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari ini.

Kebutuhan lain yang juga susah dipenuhi oleh masyarakat akibat penurunan pendapatan tersebut antara lain biaya sekolah, kuota internet, juga cicilan rumah.

“Efek Covid ini yang paling terpukul adalah kelas menengah bawah. Mereka masyarakat yang paling vulnerable [rentan] dalam situasi Covid-19,” terang kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, pada Minggu, 18 Oktober 2020 lalu. “Jangankan untuk internet, untuk makan saja susah.”

Kendati demikian, geliat ekonomi domestik ini secara bertahap mulai membaik. Hal ini dibuktikan dengan daya beli konsumen yang terus naik. Selain itu, orang-orang juga sudah mulai banyak yang bekerja kembali seiring dengan dibukanya kembali banyak kantong-kantong bisnis dan produksi. Rasio pekerja yang aktif bekerja juga perlahan terus naik.

Walau geliat ekonomi domestik tercatat terus membaik, namun tidak demikian dengan kasus Covid-19. Di Indonesia, sampai saat ini, jumlah penambahan kasus positif harian masih terus stabil di atas tiga ribu sejak pertengahan September dan belum juga menunjukkan penurunan kurva. Tanggal 18 Oktober lalu, misalnya, penambahan harian kasus positif terbaru mencapai 4.105 kasus.

sulit cari makan

BACA JUGA Setelah Pandemi Ini, Masihkah Kita Merusak Alam Lagi? dan artikel KILAS lainnya

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2020 oleh

Tags: indikatorkebutuhan makanpandemi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Subvarian XBB Sudah Terdeteksi di Indonesia Mojok.co
Kesehatan

Subvarian Omicron XBB yang Bikin Singapura Kewalahan Sudah Ditemukan di Indonesia

25 Oktober 2022
bakteri superbug mojok.co
Kesehatan

Superbug, Penyakit Kebal Antibiotik yang Menyerang India

17 Oktober 2022
endemi mojok.co
Kesehatan

Siap-siap, DIY Bakal Terapkan Endemi

20 September 2022
who mojok.co
Kesehatan

WHO: Anggapan Bahwa Pandemi Usai Salah dan Bisa Picu Risiko Baru

20 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Nasib WNI kerja di Arab Saudi pakai visa umrah. MOJOK.CO

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa

9 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.