Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Surat Berisi Skenario Pelengseran Gus Dur Ditemukan Jurnalis

Redaksi oleh Redaksi
1 Januari 2020
A A
gus dur pelengseran dokumen hmi akbar tandjung fuad bawazier nama-nama si mpr amien rais pan mengganjal gus dur buku nu onlinemojok.co

gus dur pelengseran dokumen hmi akbar tandjung fuad bawazier nama-nama si mpr amien rais pan mengganjal gus dur buku nu onlinemojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jurnalis lepas Virdika Rizky Utama menemukan surat berisi laporan perkembangan rencana penurunan Gus Dur sebagai presiden yang dibuat pada 29 Januari 2001.

Surat itu dibuat oleh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) saat itu, Fuad Bawazier, ditujukan kepada Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI, Akbar Tandjung, yang juga alumni HMI.

Surat tersebut dilampirkan dalam buku yang ditulis Virdika dan diterbitkan Numedia Digital Indonesia berjudul Menjerat Gus Dur, terbit Desember 2019. Virdika menemukan dokumen ini di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Jakarta dalam kondisi hendak diloakkan sampai ia menyelamatkannya.

Dalam surat tersebut, Fuad melaporkan perkembangan pelaksanaan tugasnya dalam operasi Sekenario Semut Merah (SEMER) skenario pertama. Fuad menyebut dirinya bertugas menggalang opini dan dukungan “masyarakat luas, mahasiswa, media, ormas, pengusaha, cendekiawan, preman, kelompok kanan, dan masyarakat lainnya di seluruh Indonesia dalam rangka penjatuhan kredibilitas Presiden Wahid melalui kasus Buloggate dan Brunaigate”.

Dengan surat tiga halaman itu, Fuad mengklaim tugasnya tersebut “telah berjalan sesuai rencana”. Ia memaparkan pihak-pihak mana saja yang sudah dikoordinir dalam rangka operasi ini, dengan detail sebagai berikut.

1/ Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia yang dikoordinir via sekretariat Badan Koordinasi HMI Jakarta di Jalan Cilosari 17 Cikini dan Sekretariat Pengurus Besar (PB) HMI Jalan Diponegoro 16 Menteng, keduanya di Jakarta Pusat.

Kemudian ormas Islam di Masjid Sunda Kelapa, Masjid Istiqlal (keduanya Jakarta Pusat), dan Masjid Al-Azhar (Jakarta Selatan). Massa ini diorganisir oleh Ketua PB HMI 1999-2001 M. Fakhrudin.

2/ Massa Pemuda Partai Keadilan yang diorganisir Hidayat Nur Wahid.

3/ Massa Gerakan Pemuda Ka’bah yang diorganisir Ali Marwan Hanan.

4/ Massa Partai Bulan Bintang yang diorganisir Hamdan Zoelva.

5/ Massa Partai Amanat Nasional yang diorganisir Patrialis Akbar.

6/ Massa rakyat dan preman yang diorganisir Japto Soerjosoemarno, Ketua Pemuda Pancasila.

7/ Massa KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), AHPI, BM PAN (Barisan Muda Partai Amanat Nasional), HAMMAS, dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang dikoordinir ketua umum masing-masing.

8/ Zoelvan Lindan dan Julius Usman.

Iklan

9/ Bendahara Umum Golkar, didukung oleh Bambang Tri Atmojo (Bambang Trihatmodjo?), Lim Sioe Liong (Sudono Salim), dan Arifin Panigoro yang memborong dolar untuk menjatuhkan nilai tukar rupiah.

10/ Parni Hadi dan Surya Paloh yang mengoordinir media massa cetak dan elektronik untuk “mem-blow up secara kolosal dan provokatif semua pemberitaan berkaitan dengan tuntutan mundur terhadap Abdurrahman Wahid”.

11/ Azyumardi Azra, Dr. Syahrir (Sjahrir), dan rekan-rekan KAHMI (Korps Alumni HMI) sebagai kalangan cendekiawan yang menggiring opini publik bahwa Gus Dur gagal mengemban amanat Reformasi.

12/ Din Syamsuddin lewat MUI, memakai kasus Ajinomoto untuk memaksa ulama dan tokoh agama mencabut dukungan kepada Gus Dur.

13/ Dan puncaknya, “Dengan posisi Wakil Presiden, Mas Amien bisa bermain lincah untuk melakukan penggembosan dari dalam lewat isyu ketidakbecusan Megawati dalam mengatasi krisis ekonomi dan penyelesaian disintegrasi bangsa”.

Fuad Bawazier memegang komando puncak untuk pengerahan massa dan opini dari luar Gedung MPR/DPR. Di akhir surat ia menanyakan kepada Akbar Tandjung mengenai perkembangan situasi di dalam parlemen.

Oleh karena tugas itu sudah terlaksana, Fuad menyarankan agar skenario kedua segera dimulai, yakni “Memaksa Abdurrahman Wahid mundur dan mendrong Megawati Sukarnoputri menjadi presiden yang akan bisa kita kendalikan dan pada akhirnya akan kita singkirkan juga.”

Menurut penulis dalam esainya di NU Online, Gus Dur dijatuhkan oleh pengusungnya sendiri karena ia tak bisa diajak kompromi. Misalnya, Gus Dur menolak orang PAN usulan Amien Rais untuk menjadi menteri keuangan. Orang itu adalah Fuad Bawazier sendiri.

Surat ini sekilas aneh karena untuk rencana sebesar menjatuhkan presiden, korepondensi justru dilakukan secara tertulis alih-alih tatap muka. Namun, menurut penulis, Ketua PB HMI yang disebut dalam surat, M. Fakhruddin, mengaku memang terjadi sejumlah rapat penjatuhan Gus Dur di rumah Arifin Panigoro. Fakhruddin terlibat dalam sejumlah rapat tersebut.

Dalam talkshow Kick Andy yang ditayangkan pada 15 November 2007, Gus Dur menyebut pelengserannya dilakukan secara politis dan menggunakan segala cara. “Saya dilengserkan secara politis. Secara hukum belum pernah dibuktikan saya bersalah,” ujarnya. “Mereka melengserkan saya dengan segala cara, hukum nggak hukum.”

Gus Dur dilengserkan setelah 20 bulan menjabat lewat Sidang Istimewa MPR yang dipimpin Ketua MPR Amien Rais pada 23 Juli 2001. Sidang yang tidak dihadiri oleh Gus Dur tersebut kemudian melantik Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai presiden kelima Indonesia. (prm)

gus dur pelengseran dokumen hmi akbar tandjung fuad bawazier nama-nama si mpr amien rais pan mengganjal gus dur buku nu onlinemojok.co

BACA JUGA Kebenaran Gus Dur yang Serbakebetulan atau kabar terbaru lainnya di KILAS.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2020 oleh

Tags: akbar tandjungfuad bawazierGus DurHMIkudetapresiden indonesia
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Hal-hal menyebalkan yang melekat pada mahasiswa UIN MOJOK.CO
Kampus

Jadi Mahasiswa UIN Merasa Rendah Diri karena Kena Banyak Label Menyebalkan

13 Mei 2025
Soal Tanah dan Benih Pengetahuan di Tubuh NU MOJOK.CO
Esai

Soal Tanah dan Benih Pengetahuan di Tubuh NU: Masih Relevankah Isu-isu Moderasi Beragama?

7 Agustus 2024
Gus Dur di Balik Operasi Jahat Petrus dan Teror Gerhana Matahari Total
Video

Gus Dur di Balik Operasi Jahat Petrus dan Teror Gerhana Matahari Total

1 Agustus 2024
Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia
Video

Sowan Gus Yusuf: Tanpa Ada Kekuatan Politik, Maka Kebenaran Akan Menjadi Sia-Sia

28 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Mudik Lebaran dengan pesawat

Saya Tidak Peduli Keluar Duit Lebih Banyak demi Tak Mengorbankan Kenyamanan, Pilih Mudik dengan Pesawat daripada Mode Apa Pun

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.