Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sowan Keluarga Gus Dur dan Jokowi, Kendurkan Ketegangan SBY-Mega, AHY Belum Juga Kunjungi Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
7 Juni 2019
A A
AHY kunjungi Jokowi MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lebaran pertama, AHY mengunjungi Jokowi dan Megawati. Lebaran kedua, sowan ke kediaman Gus Dur. Lebaran ketiga, mampir ke Pak Prabowo dong?

Lebaran hari pertama, rombongan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas/EBY), ditemani istri masing-masing, bertandang ke tempat Jokowi. Banyak yang memandang pertemuan itu sebagai sebuah “langkah politik”. Namun, Partai Gerindra menepis anggapan itu.

Partai Demokrat sendiri menegaskan kalau kunjungan AHY dan Ibas ini tidak berkaitan dengan agenda politik. Ini murni kunjungan, di mana Ferdiand Hutahaean, Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat, menyebutnya sebagai “silaturahmi balasan”.

“Kunjungan Lebaran itu adalah kunjungan silaturahmi balasan dan kunjungan silaturahmi ucapan terima kasih atas apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi sebagai presiden saat pemulangan jenazah Ibu Ani dari Singapura hingga pemakaman yang cukup baik dan terima kasih atas kehadiran Ibu Mega saat pemakaman Ibu Ani,” kata Ferdinand.

“Tentu ini adalah pertanda baik bagi silaturahmi politik elite bangsa. Ke depan tentu akan semakin baik lagi, karena DNA politik Partai Demokrat adalah tidak ada musuh dalam politik, tapi hanya ada kontestasi demokrasi dan setelah itu kita membangun bangsa bersama-sama,” tutur Ferdinand seperti dikutip oleh Detik.

Masih Lebaran hari pertama, setelah “silaturahmi balasan” dengan Jokowi, rombongan AHY dan Ibas berlebaran di rumah Megawati. Pertemuan ini dianggap bisa memutus ingatan ketegangan politik antara Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “AHY ingin memutus dendam atau ketegangan politik sejarah SBY dengan Mega,” ujar pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito.

Menurut Arie Sujito, ada dua makna dari kunjungan AHY dan Ibas ke Jokowi dan Megawati ketika Lebaran. Pertama, sebagai proses rekonsiliasi politik. Politik SBY dan Partai Demokrat bukan politik oposisi dan konfrontasi. Oleh sebab itu, wajar jika AHY menempuh jalur rekonsiliasi dengan menemui Jokowi dan Megawati.

Kedua, ucapan Prabowo yang menyebut pilihan politik Ibu Ani dirasakan sebagai sebuah pukulan kepada SBY dan keluarga. “Itu kemarin pukulan yang cukup telak pada keluarganya SBY. Nah, itu menjadi alasan mengapa dua hal itu dijadikan sebagai alasan oleh AHY untuk silaturahmi ke Presiden Jokowi sama Ibu Mega,” Kata Arie.

Arie Sujito memandang kunjungan AHY ke Jokowi dan Megawati membuat ketegangan politik Mega dengan SBY hanya menjadi sebuah “fakta historis politik” yang tidak berlanjut. Megawati dan SBY pastinya merasa ketegangan politik keduanya menjadi kontraproduktif bagi karier politik anak-anaknya.

Lebaran hari kedua, rombongan AHY dan Ibas sowan ke kediamain Gus Dur. Rombongan dari Cikeas itu diterima oleh putri kedua Gus Dur, Yenni Wahid. Yenni Wahid memuji kunjungan AHY dan rombongan. Beliau menyebut mereka sebagai pemimpin muda yang tetap menyempatkan waktu sowan ke yang lebih tua, meskipun masih berduka.

“Hari ini kami kedatangan tamu-tamu istimewa, tamu-tamu Soleh dan Solehah, putra putri Bapak Presiden ke-6 RI, Bpk SBY dan Almarhumah Ibu @aniyudhoyono, Bpk-Ibu Aulia Pohan dan Bpk-Ibu Hatta Rajasa: mas @agusyudhoyono dan mbak @annisayudhoyono, mas @ibasyudhoyono dan mbak @ruby_26 beserta putra putri mereka. Walaupun masih dalam suasana berduka, para pemimpin muda ini tetap menyempatkan diri untuk sowan dan bersilaturahmi lebaran ketokoh-tokoh yang dituakan. Semoga kita semua dapat mencontoh akhlak yang baik ini. Salam kami untuk Pepo, semoga Beliau diberi ketabahan dalam menjalani hari-hari kedepan tanpa didampingi istri tercinta. Kontribusi Beliau tetap ditunggu oleh bangsa ini. ????❤️,” tulis Yenny di akun IG pribadinya.

Lebaran pertama, AHY mengunjungi Jokowi dan Megawati. Lebaran kedua, sowan ke kediaman Gus Dur. Lebaran ketiga, apakah AHY dan rombongan akan mampir ke Hambalang atau Kertanegara? Pak Prabowo tentu menunggu dengan sabar. Sebagai rekan koalisi di Pemilu 2019, sudah selayaknya Pak Prabowo juga dianggap sebagai “yang lebih tua” dan layak disowani.

Bukan begitu, Mas AHY?

(yms)

Iklan

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2019 oleh

Tags: ahyGus DurjokowiMegawatiprabowosby
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.