Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

4 Tradisi dan Budaya Bengkulu yang Masuk Warisan Budaya Tak Benda

Tsaniatuz Zulfa oleh Tsaniatuz Zulfa
6 Oktober 2023
A A
tradisi bengkulu dan budaya bengkulu.MOJOK.CO

Ilustrasi tradisi dan budaya di Bengkulu (Wikimedia commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Terdapat sejumlah tradisi Bengkulu dan budaya Bengkulu yang jadi warisan budaya tak benda di Indonesia. Ini menunjukkan, wilayah di Pulau Sumatera ini memiki nilai sejarah yang cukup kuat.

Bengkulu memang tergolong sebagai provinsi kecil. Buat banyak orang, wilayah ini terkenal dengan bunga bangkai atau rafflesia arnoldi yang tumbuh di hutan daerah sana.

Iklan

Namun, ternyata Bengkulu merupakan wilayah strategis tempat banyak kerajaan pernah berdiri. Selain itu, British East India Company (EIC) juga pernah membuat pusat perdagangan di wilayah tersebut. Ini semakin menunjukkan bahwa wilayah ini terbilang strategis.

Sejarah panjang itu membuat ada banyak tradisi dan budaya Bengkulu yang cukup unik dan menarik. Bahkan akhirnya menjadi warisan budaya tak benda di Indonesia. Bukan tidak mungkin, suatu saat nanti naik kelasnya menjadi warisan dunia.

4 tradisi dan budaya Bengkulu yang jadi warisan budaya tak benda

  1. Kain besurek

Kain besurek merupakan salah satu pakaian yang biasa digunakan di upacara adat tradisi Bengkulu. Namun, saat ini sudah lebih populer dan penggunaannya lebih masif.

Warisan budaya Bengkulu ini mempunyai corak kebudayaan Islam. Tampak dari unsur kaligrafi Arab pada motifnya. Ada pula motif bunga raflesia dalam kain ini. Kain besurek sudah jadi warisan budaya tak benda sejak 2015 silam.

  1. Dendang Bengkulu

Selanjutnya, ada dendang Bengkulu yang baru jadi warisan budaya tak benda sejak 2021 lalu. Dendang jadi warisan tradisi Bengkulu yang khas. Mulanya berasal dari cerita Dang Kumbang dan Ding Kumbang, sepasang kakak beradik yang sedang berlatih silat dan hentakkan kakinya menimbulkan bunyi dang…dung…dung.

  1. Dhol

Ada budaya dan tradisi Bengkulu lain yang menjadi warisan budaya tak benda. Budaya itu yakni alat musik dhol. Uniknya, dhol merupakan campuran budaya wilayah itu dengan India. Sejaranya, dhol dibawa oleh sosok Syekh Burhanudin dari Pakistan.

Dhol menjadi salah satu instrument yang mengiringi beberapa upacara adat di Bengkulu. Bahannya berasal dari kayu atau bonggol kelapa yang sudah tua.

  1. Marhaban Buai Anak

Selanjutnya, ada tradisi lain yang merupakan warisan budaya tak benda yakni marhaban buai anak. Ini merupakan upacara tradisional yang terinspirasi dair proses kelahiran dan pascakelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bayi berusia satu minggu hingga tiga bulan akan dibuai dalam upacara ini. Sambil diiringi bacaan-bacaan doa untuk anak. Tradisi ini tak bisa lepas dari budaya Melayu yang kuat di Bengkulu.

Selain 4 hal tadi, masih ada banyak tradisi Bengkulu dan budayanya yang menjadi warisan tak benda penting di Indonesia.

Penulis: Tsaniatuz Zulfa

Editor: Hammam Izzuddin

Iklan

BACA JUGA Ada Warisan Freemason di Jalan Magelang Yogyakarta

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2023 oleh

Tags: Bengkulubudaya bengkuluklstradisi bengkulu
Tsaniatuz Zulfa

Tsaniatuz Zulfa

Lulusan filsafat yang tidak hobi memikirkan hal-hal rumit

Artikel Terkait

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025 MOJOK.CO
Kilas

625 Relawan Siap Sambut 10 Ribu Jemaah di Lir Ilir Fest 2025

15 Agustus 2025
Pelabuhan Kendal bakal jadi pintu peningkatan ekspor di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Pelabuhan Kendal bakal Jadi Pintu Peningkatan Perdagangan Luar Negeri di Jateng, Pembangunannya Harus Dipercepat

25 Juli 2025
Tahun Baru Islam (Muharram) 1447 Hijriah jadi momen refleksi dan berbagi Pemrov Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Tahun Baru Islam 1447 H Jadi Refleksi dan Momen Berbagi Pemprov Jawa Tengah

27 Juni 2025
bca.MOJOK.CO
Ekonomi

BCA Fasilitasi Penerbitan 2.000 Sertifikat Halal bagi UMKM di Berbagai Daerah, Naik Dua Kali Lipat

25 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita memelihara dan menyayangi kucing sepenuh hati di desa. Anabul dianggap hewan goblok MOJOK.CO

Sulitnya Memelihara dan Menyayangi Kucing di Desa: Dianggap Aneh dan Nggak Guna, Anabul Hadapi Hinaan dan Racun Tetangga

24 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah MOJOK.CO

MTQ Nasional XXXI Jateng: Warna Baru Festival Al-Qur’an Terbesar dan Adem Ayem di Semarang

25 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.