Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Cerita Mbah Mardi, Penjual Bunga Tabur dari Klaten 40 Tahun Bertahan di Pasar Beringharjo

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
18 Mei 2023
A A
penjual bunga pasar beringharjo mojok.co

Sosok Mbah Mardi, penjual bunga di Pasar Beringharjo (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Di tepi jalan selatan gedung Pasar Beringharjo terdapat deretan penjual bunga tabur. Salah satu yang paling legendaris adalah sosok bernama Mbah Mardi (84). Ia sudah 40 tahun bertahan berjualan di tepi jalan.

Di usia senjanya, kini Mbah Mardi lebih banyak beristirahat di dalam lapak belakang tempat berjualan bunga sembari menunggu pembeli. Badannya kini sudah tidak bisa lincah bergerak lagi sehingga untuk berjualan ia dibantu oleh anak dan kerabatnya.

Iklan

“Saya sudah 40 tahun berjualan di sini,” ujarnya lirih saat Mojok temui Senin (15/5/2023) siang.

Sosok asal Tegalmas, Jononalan, Klaten ini bercerita saat pertama kali datang ke Pasar Beringharjo menjual makanan. Sebelum menempati lapak di pasar ini, Mardi memang menghidupi dirinya dan keluarga dengan menjual beragam makanan di rumahnya.

“Dulu karena rumah saya dekat sekolah jadi menjual makanan,” kenangnya.

Tak lama menjual makanan, ia pun beralih menjual bunga tabur. Mardi menuturkan bahwa apa yang ia jual menyesuaikan dari potensi pasar.

“Saya orang kecil jadi ya apa saja di jual. Saya jalani semuanya,” ujarnya.

Di hari biasa seperti sekarang, dagangannya memang tak terlalu ramai. Namun saat musim banyak orang ziarah dalam sehari lebih dari 30 keranjang bunga terjual.

Para pelanggan setia

Musim ramai pembeli biasanya saat bulan Ruwah, Idulfitri, hingga Imlek. Harga bunga yang umumnya Rp10-20 ribu per keranjang bisa naik menjadi Rp30 ribu pada masa-masa itu. Mardi adalah satu dari sekitar empat penjual bunga yang tersisa di tepi jalan raya selatan Pasar Beringharjo.

Bunga-bunga tersebut ia dapat dari berbagai tempat. Kebanyakan berasal dari Ambarawa dan Boyolali.

40 tahun berjualan, Mardi mengaku sudah memiliki sejumlah pelanggan tetap. Salah satunya adalah Hamzah Sulaeman, pemilik outlet Hamzah Batik di Jalan Malioboro.

Hamzah Batik sudah berlangganan bunga tabur sejak awal Mbah Mardi berjualan. Sampai saat ini, setiap hari tempat itu berlangganan sekitar enam keranjang kecil bunga tabur Mardi untuk diletakkan di sudut-sudut outlet.

Mbah Mardi mengaku jika ia sudah tiada nanti, anak keduanya, Biniantoro (58) akan meneruskan usaha ini. Selain menjual bunga Mardi juga menjual sejumlah pernak-pernik kerajinan untuk wisatawan.

Separuh usia Mardi telah ia habiskan di Pasar Beringharjo. Ia mengaku hanya pulang ke rumah satu hingga dua bulan sekali. Di rumah ia biasanya menghabiskan waktu seminggu sebelum kembali ke Jogja.

Iklan

Selama berjualan di Jogja, Mardi juga tidur di lapaknya. Di tepi jalan menggunakan bantal dan alas sederhana.

Pasar Beringharjo menyimpan banyak kisah pedagang kecil yang berjuang untuk menghidupi diri dan keluarganya. Konon area ini dulunya hutan beringin yang kemudian resmi menjadi pasar sejak 1925.

Penulis: Hammam Izzudin
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Atasi Mafia Tanah di Jogja, Mahfud MD Sebut Pemerintah Bentuk Pengadilan Khusus

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2023 oleh

Tags: bungapasar beringharhopenjual bunga
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Esai

Rentenir Fintech, Cara Cari Untung dari Orang Susah yang Menyebalkan

24 Februari 2019
BUNGA WISUDA gelar akademik MOJOK.CO
Nabati

Bunga Wisuda dan Filosofinya

3 September 2017
Mengapa Jogja Seharusnya Bersyukur Para Alay Merusak Taman Bunga?
Esai

Mengapa Jogja Seharusnya Bersyukur Para Alay Merusak Taman Bunga?

1 Desember 2015
magelang kota bunga agus mulyadi cerita jomblo cerita lucu
Esai

Slogan untuk Para Kumbang di Magelang: Kaum Jomblo di Kota Sejuta Bunga

6 September 2014
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.