Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Artefak Era Majapahit Ditemukan di Pleret, Kemungkinan Milik Bangsawan

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
7 September 2023
A A
artefak majapahit di pleret mojok.co

Artefak fragmen gerabah yang diduga berasal dari jaman Kerajaan Majapahit ditemukan di Pleret, Bantul.(dok. disbud diy)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tim Ekskavasi Situs Keputren Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kerto-Pleret berhasil menemukan artefak fragmen gerabah yang kemungkinan berasal dari jaman Kerajaan Majapahit.

Artefak gerabah ini berada di lahan milik warga bernama Parjinem di Pleret, Bantul. Dugaannya gerabah tersebut merupakan wadah air terbuka dengan motif hias.

“Iya ditemukan artefak di tanah warga yang diduga dari era majapahit,” papar Koordinator Substansi Hubungan Masyarakat, Biro Umum, Hubungan Masyarakat dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Rabu (06/09/2023).

Artefak tersebut Tim Ekskavasi Situs Keputren gali sejak 10 Agustus 2023. Perkiraannya berasal dari abad 13 saat Kerajaan Majapahit berdiri. Namun gerabah tersebut tim temukan di saluran air kuno yang berasal dari abad 17 atau era Kerajaan Mataram Islam.

“Menurut tim ekskavasi, fragmen gerabah wadah air tanpa tutup tersebut diperkirakan berasal dari abad 13. Artefak ditemukan pada salah satu kotak area ekskavasi dalam kondisi tidak utuh berbentuk kepingan,” paparnya.

Artefak milik bangsawan

Sebelumnya peneliti Pusat Riset Arkeologi, Prasejarah, dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hery Priswanto menjelaskan karakter motif hias dari artefak tersebut nampak jelas walaupun telah hancur. Bahkan artefak tersebut menonjol ukirannya.

“Wadah air terbuka kuno ini sendiri diperkirakan memiliki diameter sekitar 50 cm yang biasa digunakan kalangan bangsawan kala itu,” jelasnya.

Hery mengatakan, dia pernah menemukan artefak fragmen dengan model ukiran tempel dan hiasan yang serupa saat melakukan penelitian di area Jawa Timur.

Hal tersebut menandakan artefak yang ada di Pleret milik orang yang memiliki jabatan di Situs Keputren. Sebab artefak wadah air milik masyarakat pada umumnya biasanya polos atau tidak mempunyai ukiran.

“Ukiran pada artefak fragmen yang ada di Situs Keputren Pleret ini sama dengan ukiran dengan era Majapahit kuno,” jelasnya.

Pembebasan lahan

Hery menambahkan, area lahan di lokasi ekskavasi artefak tersebut belum Disbud DIY bebaskan. Akibatnya setelah selesai penelitian, mereka kemudian menutup atau menimbun tanah kembali.

“Kami menutup lahan untuk menjaga keamanan dan pelestarian situs tersebut,” ujarnya

Tim Ekskavasi berharap lahan situs tersebut bisa Disbud DIY beli atau bebaskan. Sehingga situs tersebut bisa tim berikan peneduh dan pagar batas pengaman untuk perlindungan.

Sebab saat ini tim peneliti saat ini hanya membuat penanda apabila situs ini akan buka kembali nantinya. Namun bila lahan tersebut sudah bebas maka bisa menambah satu klaster lagi yang ada di KCB Kerto-Pleret seperti klaster Masjid Kauman, Klaster Kerto, Klaster Kedaton dan kemungkinan bisa menambah Klaster Keputren.

Iklan

“Di Pleret ini juga dijumpai cepuri beteng dalam dan ternyata keberadaan situs Keputren ini berada di sisi utara dari cepuri,” imbuhnya.

Penulis: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Ironi Pleret, Sejarah Yogyakarta yang Terlupakan
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 September 2023 oleh

Tags: ArtefakmajapahitMataram IslamPleret
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Eko Jinawi: Menelisik Fenomena Santet dari Sebelum Majapahit Sampai Sekarang
Video

Eko Jinawi: Menelisik Fenomena Santet dari Sebelum Majapahit Sampai Sekarang

18 Desember 2024
Video

Kisah Penemuan dan Isi Naskah Kuno Negarakretagama di Era Kejayaan Majapahit, Penentu Perjalanan Bangsa Adidaya

19 Juli 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Pada Zaman Majapahit Pelaku Kekerasan Seksual Dijuluki 'Babi', Disiksa dan Dihukum Mati MOJOK.CO
Memori

Zaman Majapahit Pelaku Kekerasan Seksual Dijuluki Babi, Disiksa, dan Dihukum Mati

13 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.