Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Sejarah Rujak Cingur Ditulis Ulang Media, Berakhir Salah Tafsir sebagai Favorit Firaun

Redaksi oleh Redaksi
1 April 2021
A A
ilustrasi Sejarah Rujak Cingur Ditulis Ulang Media, Berakhir Salah Tafsir sebagai Favorit Firaun mojok.co

ilustrasi Sejarah Rujak Cingur Ditulis Ulang Media, Berakhir Salah Tafsir sebagai Favorit Firaun mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejarah rujak cingur disebut berasal dari Mesir dan jadi favorit Raja Firaun adalah kesalahan logika dan hanya buntut dari tulis ulang media online.

Sejarah rujak cingur dikatakan mencengangkan dan bikin orang nggak nyangka. Sebagian besar media online memberitakan bahwa rujak cingur adalah sebuah makanan yang berasal dari Mesir dan pernah menjadi favorit Raja Firaun di masa lalu. Padahal kalau dinalar, hampir semua bahan makanannya nggak bakal ditemukan di gurun.

Bantahan ini sebenarnya berawal dari unggahan Instagram seorang komikus @aji_komik yang membreidel habis-habisan perilaku tulis ulang media online zaman sekarang. Mulai di halaman pertama pencarian Google, semua seakan cuma copy paste dan menyusun ulang sejarah rujak cingur yang aneh itu. Anda bisa mencobanya sendiri, niscaya akan semakin pusing.

Media-media seragam menuliskan bahwa sejarah rujak cingur itu berasal dari Mesir. Konon Raja Firaun Hanyokrowati (laugh in silence) sedang berulang tahun dan ia mengadakan sayembara, barang siapa yang bisa menyajikan masakan enak dan istimewa bakal dikasih hadiah apa pun yang ia inginkan. Lalu datanglah seorang Abdul Rozak yang katanya nama ini juga jadi asal muasal istilah rujak (laugh in silence-2). Abdul Rozak menyajikan sebuah makanan yang dibungkus daun dengan aneka sayuran dan cingur unta (laugh in silence-infinity).

Secara logis, dataran Mesir itu nggak ditumbuhi sayuran dan pohon pisang. Jangankan bikin rujak cingur, untuk minum saja mereka mengandalkan air dari sungai. Gimana mungkin makanannya macam rujak, kuliner yang lebih mashok berasal dari daerah tropis nan subur kayak Indonesia.

Belum lagi gelar “Hanyokrowati” yang tampak lucu disandingkan dengan predikat Raja Mesir. Hanyokrowati adalah gelar kebangsawanan kerajaan Mataram kedua. Beberapa media online bahkan menyebut sejarah rujak cingur berasal dari negeri bernama “Masiran”. Ini nggak jelas juga maksudnya negeri penuh pasir, negeri yang tanahnya selembut pasir, atau negeri yang ada gumuk pasirnya kayak di Bantul.

Setelah ditelusuri pada 2018 ada sebuah blog yang juga turut mempublikasikan kisah ini. Blog tersebut juga tidak mencantumkan sumber-sumber sejarah dan tidak pula memberikan gambaran dari mana ia mendapatkan kisah yang terdengar seperti anekdot ini. Jangan-jangan cerita tentang sejarah rujak cingur berasal dari Mesir ini guyonan turun-termurun saja?

Mungkin tindakan baik yang maksimal bisa kita lakukan adalah dengan tidak berprasangka buruk bahwa media online menyadur fakta dari blog pribadi tanpa kredibilitas jurnalistik ini. Kalau bisa sih begitu, tapi kalau sulit untuk tidak suuzan tentu keniscayaan.

Budaya tulis ulang media online dan mengaburkan fakta-fakta logis ini mirip dengan permainan pesan berantai di games-games saat outbond. Apa pun yang dikatakan sumber pertama, sampai ujung kok ya berubah juga. Apalagi kalau sumber pertamanya sengaja memberikan fakta bohong yang juga tidak jelas, wah bisa semakin kacau.

BACA JUGA Bagi Saya, Makan Rujak Cingur Pakai Nasi Itu Sungguh Aneh! dan artikel KILAS lainnya.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2021 oleh

Tags: hoaks sejarahjurnalistikKulinermedia onlinerujak
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Kuliner Jawa terbaik yang penemunya patut diberi ucapan terima kasih. Dari pecel hingga penyetan MOJOK.CO
Kuliner

3 Kuliner Jawa yang Penemunya Harus Diucapin “Terima Kasih”: Simpel tapi Solutif, Jadi Alasan Orang Tak Mati Dulu

16 Februari 2026
3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat- Mahal dan Berjarak (Wikimedia Commons)
Pojokan

3 Kuliner Jogja yang Tidak Lagi Merakyat: Ketika Lidah Lokal yang Murah Direbut oleh Lidah Wisatawan yang Dipaksa Mahal

11 Februari 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO
Urban

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.