Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

SBY Ingatkan Kader Demokrat untuk Siap dan Legowo Menerima Kekalahan Pemilu

Redaksi oleh Redaksi
28 Mei 2019
A A
SBY Ingatkan Kader Demokrat untuk Siap dan Legowo Menerima Kekalahan Pemilu
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – SBY menyebut bahwa Partai Demokrat punya pengalaman panjang dalam menerima dan mengakui kekalahan dalam Pemilu. Ini juga berlaku pada kader Demokrat.

Jalannya kontestasi Pilpres 2019 masih akan melalui proses yang sangat panjang. Kubu pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandiaga sudah mendaftarkan gugatan perselisihan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi pada Jumat malam, 24 Mei kemarin.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, melalui tim hukumnya mengaku siap merumuskan dan membuktikan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif yang terjadi dalam penyelenggaraan pemilu 2019. Mereka bahkan sudah siap dengan 51 alat bukti kecurangan yang sudah mereka kantongi.

Di tengah usaha mereka untuk menggugat dan memperjuangkan kemenangan, muncul banyak nasihat tentang menerima kekalahan.

Satu per satu, politisi dari partai pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga mengakui kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf dan kemudian mulai berbicara tentang “menerima kekalahan”.

Beberapa waktu yang lewat, misalnya Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan bahwa partainya mengakui kemenangan Jokowi.

“Soal pilpres, kami akui hasil KPU dan BPN punya hak untuk menggugat ke MK. Ditunggu tiga hari ke MK,” kata Zulkifli pada 21 Mei lalu.

Nah, sekarang, giliran Partai Demokrat yang terlihat mulai “mengakui” kemenangan pasangan Jokowo-Ma’ruf.

Kemarin, Partai Demokrat mengadakan acara buka bersama yang dihadiri oleh para elit partai. Dalam acara buka bersama yang digelar di rumah SBY tersebut, SBY yang masih berada di Singapura mendampingi proses pengobatan sang istri tercinta menyampaikan pesan kepada para kader yang ia sampaikan melalui video.

Dalam pesan tersebut, SBY mengatakan bahwa salah satu etika yang harus dimiliki oleh para kader Partai Demokrat adalah berani menerima kekalahan.

“Saya Pribadi dan Partai Demokrat memiliki nilai atau values dan etika yang kami junjung tinggi untuk menerima kekalahan jika hal itu memang kita alami,” ujar SBY dalam video tersebut.

SBY kemudian menceritakan tentang pengalaman-pengalaman kekalahan yang pernah dialami oleh dirinya maupun partainya.

“Pada pemilihan wakil presiden tahun 2001, saya kira sebagian kader masih ingat, saya kalah dalam putaran kedua pemilihan wapres tersebut, sekian jam kemudian setelah saya kalah, dengan didampingi Ibu Ani, saya menyampaikan pernyataan untuk menerima kekalahan itu. Saya ucapkan selamat pada wapres terpilih.”

SBY juga menceritakan bagaimana Partai Demokrat menerima dengan legowo kekalahan dalam Pileg 2014 serta Pilkada DKI Jakarta di mana AHY menjadi salah satu kontestan yang kalah.

Iklan

“Secara ksatria, kita harus menerima hasil pemilu.”

Nah lho. PAN sudah, Partai Demokrat sudah. Tinggal PKS sama Gerindra ini yang masih terus berjuang.

Ah, jadi Presiden ternyata memang susah betul ya, Pak Prabowo. 

demokrat

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2019 oleh

Tags: demokratsby
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Soal Alasan Demokrat ke Prabowo, Pengamat: SBY Belum Berdamai dengan Megawati MOJOK.CO
Kilas

Soal Alasan Demokrat ke Prabowo, Pengamat: SBY Belum Berdamai dengan Megawati

19 September 2023
Demokrat Dukung Prabowo, Berikut Ini Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024. MOJOK.CO
Kilas

Peta Poros Koalisi Parpol di Pemilu 2024 Setelah Demokrat Dukung Prabowo

18 September 2023
partai demokrat mojok.co
Kotak Suara

Peneliti BRIN: Ketimbang PDIP, Demokrat Lebih Mungkin Gabung Koalisi Prabowo

12 September 2023
buku sby mojok.co
Kotak Suara

5 Poin Sentilan SBY di Buku ‘Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Jokowi’

27 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.