Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ribuan Peserta Ijtima Dunia Berkumpul di Gowa di Tengah Kondisi Darurat Corona

Redaksi oleh Redaksi
19 Maret 2020
A A
ijtima dunia
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ribuan pegiat Jamaah Tabligh berbondong-bondong menghadiri acara Ijtima Dunia Zona Asia di Kabupaten Gowa, seakan tak peduli dengan kondisi Indonesia yang sedang darurat corona. 

Di tengah kondisi yang sedang darurat corona seperti sekarang ini, ternyata masih banyak masyarakat di Indonesia yang abai dan menganggap enteng penyebaran virus corona. Hal tersebut terbukti dari masih banyaknya penyelenggaraan acara yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

Iklan

Acara Ijtima Dunia Zona Asia 2020 rasanya menjadi contoh yang sangat tepat dan relevan untuk menggambarkan betapa abainya masyarakat Indonesia.

Acara tabligh akbar untuk para pegiat gerakan Jamaah Tabligh tersebut dikecam oleh banyak orang karena digelar di tengah situasi Indonesia yang sedang waspada wabah virus corona. Ijtima Dunia Zona Asia 2020 sedianya bakal diselenggarakan di kompleks Pesantren Darul Ulum, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 19-22 Maret 2020.

Panitia penyelenggara dianggap sembrono karena tetap ngotot menyelenggaraakan acara tersebut, padahal pihak Polda Sulawesi Selatan dan juga pemerintah daerah sudah melarang penyelenggaraan acara. Bupati Gowa bahkan disebut telah menyurati panitia pelaksana untuk membatalkan kegiatannya.

Namun jelang menit-menit akhir, penyelenggara akhirnya melunak dan bersedia membatalkannya setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak berwajib termasuk TNI, Polri, dan Pemda.

Nah, yang jadi masalah adalah, kendati acaranya ditunda, tapi ternyata ada banyak peserta yang sudah kadung datang dan mulai berkumpul di lokasi penyelenggaraan acara dan di beberapa titik di sekitarnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa sudah ada sekitar 8.000 pegiat Jemaah Tabligh peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang berkumpul di Kabupaten Gowa. Dari angka 8.000 tersebut, ada cukup banyak peserta yang berasal dari luar negeri.

Hal tersebut kemudian memaksa Pemerintah daerah dengan dibantu pihak Kepolisian dan TNI sibuk menyiapkan mekanisme isolasi dan pemulangan jamaah agar para jamaah yang hadir demi mencegah penyebaran virus corona sebelum mereka dipulangkan ke daerah mereka masing-masing.

Kecaman terhadap acara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia ini bukanlah yang pertama, sebelumnya, panitia sempat menyelenggarakan Tabligh Akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia yang kala itu diikuti oleh ribuan peserta. Tabligh akbar tersebut dianggap ikut menyebarkan virus corona secara luas karena Pemerintah Malaysia kemudian mengumumkan ada 117 kasus baru positif corona, 80 di antaranya terkait dengan klaster Masjid Sri Petaling.

Ah, Kalau sudah begini, kadang terasa betul bahwa musuh utama darurat corona ini bukanlah virus coronanya, tapi masyarakat yang keras kepala, sembrono, dan tidak mau diatur.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2020 oleh

Tags: coronagowaijtima dunia
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ivermectin Beneran Obat COVID-19? Jangan Mudah Percaya Pesan WhatsApp dengan Status ‘Forwarded Many Times’
Esai

Ivermectin Beneran Obat COVID-19? Jangan Mudah Percaya Pesan WhatsApp dengan Status ‘Forwarded Many Times’

11 Juni 2021
Kepala Suku

Belajar dari Masjid Aljihad

3 Mei 2021
Bukan karena Hidayah Anak Saya Lupa Rasanya ke Gereja
Esai

Bukan karena Hidayah Anak Saya Lupa Rasanya ke Gereja

4 Maret 2021
Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak mojok.co
Kilas

Mereka yang Masih Jadi Langganan “Olok-Olokan” Setelah Satu Tahun Corona Masuk Indonesia

3 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar MOJOK.CO

Pertamina Patra Niaga Pastikan Penyaluran BBM di Jawa Tengah dan DIY Berjalan Normal dan Lancar

8 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.