Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pulang Kampung ke Tegalrejo, Trah Pangeran Diponegoro Rayakan 237 Tahun Hari Kelahiran

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
13 November 2022
A A
trah pangeran diponegoro mojok.co

Ilustrasi Pangeran Diponegoro (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tak banyak orang tahu tentang kehidupan keluarga Bendoro Pangeran Haryo (BPH) atau dikenal dengan nama Pangeran Diponegoro. Pahlawan nasional ini lebih dikenal dalam peperangannya melawan kolonial Belanda pada 1825-1830 dalam Perang Jawa yang menewaskan ratusan ribu rakyat Jawa dan puluhan ribu tentara Belanda.

Padahal keturunan Pangeran Diponegoro saat ini sudah mencapai lebih dar 5.000 orang. Mereka tersebar tak hanya di Jawa sebagai tempat kelahiran putra dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono III namun juga di Makasar, tempat dia diasingkan dan dipenjara oleh pemerintah Belanda.

Oleh karenanya bertepatan dengan peringatan hari kelahiran atau milad Pangeran Diponegoro ke-237 pada 11 November 2022, para perwakilan keturunan dan trahnya berkumpul kembali ke Tegalrejo, tepatnya di Museum Diponegoro. Dipilihnya tempat ini bukan tanpa alasan.

Pangeran Diponegoro lahir di Yogyakarta pada 11 November 1789. Bahkan Diponegoro yang memiliki nama kecil Bendara Raden Mas Antawirya ini sempat merasakan tinggal di Tegalrejo bersama dengan eyang buyutnya, Gusti Kanjeng Ratu Tegalrejo, permaisuri dari Sri Sultan HB I. Di lokasi yang kini menjadi museum ini, Diponegoro mempelajari berbagai hal juga melihat penderitaan rakyat akibat penjajahan Belanda.

“Karenanya momen tahun ini, kami mengumpulkan semua anak keturunan pangeran diponegoro di tegalrejo setelah lima tahun tak bisa kami lakukan, sekarang bisa pulang kampung,” ujar Ketua Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi) Rahadi Saptata Abra di Museum Diponegoro, Sabtu (12/11/2022) malam.

trah pangeran diponegoro mojok.co
Ketua Patra Padi, Rahadi Saptata Abra menyampaikan tentang perayaan kelahiran Pangeran Diponegoro di Museum Diponegoro, Sabtu (12/11/2022) malam.(yvesta ayu/mojok.co)

Sebagai bentuk penghargaan anak keturunan pada sosok Pangeran Diponegoro, menurut Abra, setiap milad Pangeran Diponegoro, trah menggelar wayang kulit dengan tema tentang kehidupan Pangeran Diponegoro.

Tahun ini lakon yang dipilih adalah Kyai Gentayu Manggala Wira dengan Dalang Catur Kuncoro. Selain ditampilkan tarian Beksan Diponegoro yang dipersembahkan oleh Pusat Olah Seni (POS) & Bahasa Retno Aji Mataram, Yogyakarta.

Beksa Diponegoro mengambil cerita tentang keresahan BPH Diponegoro terhadap sepak terjang Belanda yang semakin melewati batas. Hatinya terusik dan kemudian melakukan rembug dengan istrinya, RAy Ratnaningsih, untuk mempersiapkan perang bilamana Belanda datang menyerang.

“Ratnaningsih pun mendukung sepenuh hati rencana dan perjuangan BPH Diponegoro, termasuk merelakan semua perhiasannya digunakan untuk biaya perang,” jelasnya.

Sementara Ki Dalang Catur Kuncoro mengungkapkan lakon Kyai Gentayu Manggala Wira menceritakan kisah pengorbanan kuda kesayangan BPH Diponegoro yang rela mati demi tuannya. Kyai Gentayu ini beberapa kali berjasa menyelamatkan Pangeran Diponegoro.

Karenanya pementasan dalam rangka milad Diponegoro kal ini lebih menokohkan pada kudanya. Apalagi Kyai Gentayu ini sudah seperti memiliki hubungan batin dengan Pangeran Diponegoro. Misal dalam adegan terakhir yang latarnya di Krebet, Pangeran Diponegoro yang tengah beristirahat tiba-tiba dikepung oleh pasukan Belanda.

“Tanpa aba-aba, dalam peristiwa itu sang kuda Kyai Gentayu mengamuk, menerjang para pasukan Belanda. Bahkan 4 pasukan Belanda meninggal karena terjangan Kyai Gentayu. Setelah berhasil memecah konsentrasi pasukan Belanda, Kyai Gentayu ini ditembak dan diserang dengan senjata, terperosok di dalam rawa hingga akhirnya gugur dalam peristiwa di Krebet,” jelasnya.

Masda Siwi Haryanto, Ketua Panitia Milad 237 Pangeran Diponegoro menyampaikan lakon Kyai Gentayu Manggala Wira menceritakan kisah pengorbanan kuda kesayangan BPH Diponegoro yang rela mati demi tuannya.

“Semoga dengan diadakannya acara Milad BPH Diponegoro ke-237 tahun, kita dapat meneladani semangat nasionalisme dan nilai-nilai kepahlawan BPH Diponegoro,” imbuhnya.

Iklan

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Dipindah ke Pasar Klitikan, Pemkot Jogja Minta Kios di Jalan Perwakilan Dikosongkan

Terakhir diperbarui pada 13 November 2022 oleh

Tags: pangeran diponegoroPerang Jawa
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Daendels Pesek Masih Menyiksa Rakyat Kecil Sampai Sekarang MOJOK.CO
Esai

Kita Masih Melihat “Daendels Pesek” Menyiksa Rakyat Kecil dalam Perayaan 200 Tahun Perang Jawa

24 Agustus 2025
200 Tahun Perang Jawa- yang Tersisa dari Perang Besar MOJOK.CO
Esai

200 Tahun Perang Jawa: Menyusuri yang Tersisa di Selarong, Bagelen, dan Wates

23 Agustus 2025
Berandal-Berandal Bagelen MOJOK.CO
Esai

Berandal-Berandal Bagelen

22 Agustus 2025
Intim Bersama Pangeran Diponegoro di Titik Bara Perang Jawa MOJOK.CO
Esai

Napak Tilas 200 Tahun Perang Jawa: Menelusuri Jejak Pangeran Diponegoro di Titik Bara Perang Jawa

21 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.