Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Menelusuri Jejak Masa Kecil Jokowi di Dusun Gumukrejo Boyolali

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
2 September 2023
A A
Menelusuri Jejak Masa Kecil Jokowi di Dusun Gumukrejo Boyolali MOJOK.CO

Ilustrasi Jokowi (mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Presiden Jokowi pernah mengisi masa kecilnya di Boyolali. Joko kecil dititipkan di rumah joglo kakek-neneknya yang sederhana.

Masa kecil Jokowi di Boyolali tak banyak diketahui publik. Mayoritas orang hanya tahu Joko Widodo besar di Solo. Padahal, Boyolali turut menjadi bagian dari perjalanan hidup Presiden Indonesia ke-7 ini.

Iklan

Ibu Joko Widodo, alm. Sudjiatmi Notomihardjo, merupakan warga asli Boyolali. Beliau terlahir dari pasangan Wiroredjo dan Sani yang merupakan pengusaha kayu. Keduanya tinggal di Dusun Gumukrejo, Kelurahan Giriroto, Ngemplak, Boyolali.

Meski lahir dan besar di Solo, Presiden Jokowi menghabiskan sebagian masa kecilnya di rumah kakek-neneknya di wilayah RT 5 RW 6, Dusun Gumukrejo. Tindak-tanduk Jokowi kecil masih terarsip baik dalam ingatan Mukiyem atau Mbok Yem, pengasuh sang presiden dari belajar merangkak hingga bersekolah di taman kanak-kanak.

Joko Widodo di mata pengasuhnya

Jokowi kecil adalah sosok anak yang pendiam. Ia juga bukan anak yang nakal dan rewel. Ketika Mbok Yem memberinya mainan, ia akan anteng, khusyuk bermain. Mainannya pun sederhana, selaiknya mainan anak desa pada umumnya.

“Saya beri mainan karet gelang, pasir, kaleng, sendok, itu diam,” ujar Mbok Yem dalam wawancara Metro TV.

Joko, panggilan Jokowi semasa kecil, suka makan sate lontong dan minum es legen (minuman dari air kelapa). Namun, menurut Mbok Yem, ia anak yang susah makan. Joko kerap meminta dibelikan jajan, namun jarang dimakan. Inilah yang membikin pengasuhnya sedih melihat badan Jokowi semasa kecil.

“Badannya kurus kadang-kadang saya menangis melihatnya. Ayo nak, makan yang biar gemuk,” ujar Mbok Yem seraya menirukan gesturnya di masa lalu.

Selain perawakannya yang tak berubah, model rambut Jokowi juga masih sama seperti dulu kala. Mbok Yem kerap menyisir rambut tipisnya ke sebelah pinggir. Ia menamai gaya rambut bocah calon presiden dengan model “Kipli”, merujuk pada salah satu tokoh film yang populer di era 2000-an.

Jokowi kecil suka jalan-jalan. Mbok Yem kerap mengajaknya ke Stasiun Balapan untuk menonton beberapa hiburan tradisional. Di antaranya reog dor, topeng monyet, dan nusukan.

Rumah nenek yang menyimpan memori masa kecil Jokowi

Orang tua Jokowi juga bergelut di bisnis kayu. Kala usaha berkembang, mereka pindah ke ke Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Solo, pada 1962. Jokowi pun ikut orang tuanya pindah. Meski demikian, ia masih sering berkunjung ke rumah neneknya dan bermain bersama teman-teman di sana hingga SMA.

Rumah kakek-neneknya berbentuk joglo sederhana. Tiang penyangga dan dindingnya terbuat dari kayu. Bangunan tersebut masih terawat hingga hari ini. Usianya sudah mencapai 100 tahun. Tak ada perabotan lagi di dalam. Hanya ada dua foto kakek-nenek Jokowi yang terpampang di beberapa bagian rumah.

Bangunan ini sempat beberapa kali berpindah. Fungsinya kini sudah bukan tempat tinggal lagi melainkan seperti museum. Di samping bangunan, terdapat sebuah Joglo kayu yang keluarga Jokowi bangun 6 tahun lalu.

“Joglo itu dibangun keluarga beliau, untuk memfasilitasi masyarakat sekitar. Karena beliau menyadari bahwa asalnya dari sini. Daripada kosong dimanfaatkan memfasilitasi warga,” beber Mulyono, warga setempat, melansir dari Kumparan.

Iklan

Joglo Wiroredjo namanya. Warga sekitar kerap menggunakan Joglo ini untuk mengadakan rapat, pertemuan, belajar-mengajar, hingga hajatan.

Sejak menjadi pejabat hingga presiden, Jokowi jarang berkunjung ke sini. Kendati demikian, Dusun Gumukrejo tetap menjadi daerah prioritas penerima program pemerintah. Warga setempat merasakan sendiri keberpihakan itu. Begitu pula dengan Mbok Yem. Lewat alm. ibunya, Jokowi kerap menitipkan sejumlah uang untuk keperluan pengasuhnya tersebut.

Dusun Gumukrejo, Boyolali telah jadi bagian dari perjalanan hidup seorang presiden RI. Warganya tentu bangga, ada putra asli sana yang menjadi tokoh nomor satu Indonesia. Apalagi Joko Widodo bukanlah kacang yang lupa kulit. Sudah semestinya kita juga begitu. Seperti kata Yura Yunita, “Jalan yang jauh, jangan lupa pulang.”

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Cara Terjitu Memprediksi Kondisi Negara: Dengarkan Apa yang Dikatakan Jokowi, Lalu Lihat Sebaliknya
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 2 September 2023 oleh

Tags: boyolaliJoko Widodomasa kecil jokowiPresiden Jokowi
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Jihad Warga Kecamatan Selo Boyolali Mempertahankan Tanah MOJOK.CO
Esai

Warga Kecamatan Selo Boyolali “Jihad” Mempertahankan Tanah, Enggan Menjualnya ke Investor Luar, Menolak Membuka Destinasi Wisata Secara Ugal-ugalan karena Bertani Adalah Prioritas

1 Juni 2025
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bantu perbaiki rumah Wagiman dan Samiyem di Boyolali MOJOK.CO
Kilas

Kisah Sepasang Lansia di Boyolali Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Mungil dan Reyot, Kini akan Diperbaiki Gubernur Jateng

16 Mei 2025
Paspampres menjaga rumah Jokowi di Solo. MOJOK.CO
Ragam

Jalan Hidup Paspampres yang Mengawal Mantan Presiden Sepanjang Hayat

25 Februari 2025
Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Jokowi Menyemai Dinasti Politik di Tingkat Daerah. MOJOK.CO
Ragam

Keluarga Berkuasa: Betapa Ngerinya Warisan Dinasti Politik Jokowi di Tingkat Daerah

26 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.