Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

PO Nusantara Kudus: Dulu Jadi Primadona karena Berkelas, Kini Pamornya Meredup

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
9 Oktober 2023
A A
Menunggu Kebangkitan Bus Nusantara Kudus yang Dulu Jadi Primadona karena Berkelas MOJOK.CO

Bus Nusantara (IG/po.nusantara_)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perusahaan Otobus (PO) Nusantara bus legendaris dari Kudus. Dahulu jadi primadona, kini pamornya meredup termakan zaman.

PO Nusantara merupakan perusahaan bus milik Yonatan Budianto dari Kudus. Kantornya berada di jalan Getas Pejaten No.4, Kudus, Jawa Tengah. Berdiri sejak tahun 1968. Mulanya, perusahaan ini beroperasi dengan dua bus merk GAZ Uni Soviet tahun 1965, yang merupakan eks bus TNI-AL.

Setahun setelahnya, lima bus merk ZIEL tahun 1962 ditambahkan. Bus tambahan tersebut merupakan eks bus milik TNI-AU. Lalu pada 1970, perusahaan ini mulai merakit bus menggunakan bodi dari kayu berbasi rangka bermerek Thames dari Inggris.

Pada 1977, PO Nusantara mulai menggunakan bus Mercedes Benz (OF Series) untuk memanjakan penumpangnya. Barulah pada 1984, perusahaan ini mulai menggunakan Mercedes Benz dengan mesin belakang (OH Series).

Pada era itu, PO Nusantara menyediakan jasa antar penumpang untuk jalur pendek di Jawa Tengah: Semarang–Kudus–Lasem. Lalu, pada era 19990-an, perusahaan ini mulai membuka trayek kota-kota besar di Pulau Jawa. Sebut saja Semarang, Jogja, Purwokerto, Tegal, Cirebon, Bandung, Jakarta, Bogor, Surabaya, Malang, dan kota-kota lainnya.

Bus mewah, kencang, dan kebangetan nyamannya

Salah satu ciri khas bus Nusantara ketimbang bus lain ialah penggunaan sasis dari Eropa, seperti Scania dan Volvo. Saking seringnya memakai sasis dari Scania, PO Nusantara bahkan mendapatkan pengakuan khusus dari perusahaan asal Swedia tersebut.

Sedangkan untuk urusan karoseri, bus Nusantara sebagian besar menggunakan produk karoseri dari Adi Putro yang sudah terkenal kualitasnya. Untuk ban sendiri, bus ini menggunakan produk dari ban tubless Bridgestone dan Michelin demi kenyamanan dan keamanan penumpangnya selama perjalanan.

Armada Nusantara juga terlengkapi dengan teknologi Global Positioning System (GPS) untuk memberikan informasi yang kurat tentang posisi armada yang sedang beroperasi.

Di mata busmania, armada Nusantara merupakan bus yang lengkap: mewah, nyaman, dan aman. Selain itu, lari bus ini juga terkenal kencang di jalanan. Banyak yang bilang kalau bus ini merupakan musuh abadi dari bus Pahala Kencana. Sama-sama kencang, namun bus ini terasa lebih berwibawa.

Bukan hanya penumpang umum, bus PO Nusantara juga jadi favorit bagi penumpang khusus. Sejumlah instansi tercatat sering menjadi klien atau mitra bus ini. Sebut saja PT. Pertamina Pusat, PT. Astra Internasional, PT. Lautan Motor, dan lain-lain.

Baca halaman selanjutnya…

Redupnya pamor sang bintang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2023 oleh

Tags: bus kudusbus nusantarakuduspo nusantara
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
OAOT, gerakan menanam pohon di lereng Gunung Muria, Kudus. MOJOK.CO
Jagat

Pelajaran dari Lereng Muria: Menanam Pohon Memang Seharusnya Menjadi Hal Wajar, Bukan Kelangkaan

15 Februari 2026
Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri
Liputan

Hydroplus Soccer League: Hulu Liga Sepak Bola Putri, Membuka Jalan Mimpi di Seantero Negeri

13 Februari 2026
Volunteer di festival dandangan kudus. MOJOK.CO
Jagat

Pengalaman Sambut Ramadan di Kudus: Menyaksikan Bagaimana Merawat Bumi Ditradisikan Lewat Pembiasaan Sederhana

12 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.